Musim Boikot, Soraya Abdullah Menyeru Boikot Film Ayat-Ayat Cinta 2 Karena Dinilai Melecehkan Agama

Musim Boikot, Soraya Abdullah Menyeru Boikot Film Ayat-Ayat Cinta 2 Karena Dinilai Melecehkan Agama

41

Isu-isu yang sangat sensitif terkait dengan persoalan keyakinan terus bermunculan. Kerukunan antar agama yang sudah lama terjalin erat mulai diganggu oleh kelompok ektrimis yang mengaku paling Islami. Tema pelecehan, penodaan, dan penistaan agama terus mucul. Orang-orang tiba-tiba menjadi latah dengan menuduh orang lain menoda agama. Dikit-dikit menoda agama, dikit-dikit menista agama. Selain tema penodaan agama, tema boikot juga terus mengiringi. Pihak yang dituduh menoda akan diseru untuk dibookot oleh masyarakat.

Kita sudah muak dengan boikot-boikot seperti yang terjadi sebelumnya. Sempat muncul seruan untuk memboikot Sari Roti karena membongkar rahasia demo 212, Metro TV karena dinilai isi beritanya menyudutkan peserta aksi 212, serta twitter yang mensuspen twitter Rizieq.

Saya bingung dengan sebagian umat Islam yang mudah sekali tersinggung, dan lebih mengedepankan buruk sangka. Mereka tidak melakukan tabayun terlebih dahulu dan langsung teriak boikot. Tidak hanya orang non-muslim yang menjadi sasaran kemarahan sebagian kelompok umat Islam, bahkan umat Islam sendiri juga tidak luput dari sasaran sebagian kelompok ini.

Salah satunya dari mantan pesinetron Soraya Abdullah. Lewat akun Instagramnya, ia menyerukan untuk melakukan boikot film Ayat-Ayat Cinta 2 hanya karena merasa tidak terima cadar dipermainkan dalam acara Pengenalan pemain film Ayat-Ayat Cinta 2. Soraya menilai dalam acara tersebut, cadar dan niqob telah dipermainkan dan dibuat candaan. Menurutnya, persoalan cadar bukan semata-mata hanya sebagai penutup bagi para wanita muslimah.

“Untuk hal ini termasuk pelecehan agama. Saya memohon kepada para Ummahat untuk memboikot film ini, sbb sejatinya Cadar bukan sarana eksploitasi yang bisa dijual beli senilai harga tiket bioskop. Tapi bentuk ketaatan muslimah kepada Rabb yang Maha Tinggi,” tulisnya.

Soraya juga menambah seruannya di instagram dengan menyelipkan tagar #BoikotAAC2, #SyariatbukanMainan, juga #JanganeksploitasiWanitaBercadar.

Sejak memakai cadar, Soraya Abdullah memang terlihat berbeda. Dirinya menjadi begitu religius dan Islami. Sebagai pemakai cadar, memang bisa dimaklumi Soraya merasa tersinggung karena menilai Dewi Sandra telah melecehkan cadar sebab dibuat candaan. Orang-orang yang bercadar memang identik dengan kelompok muslim yang mudah sekali tersinggung.

Jika Soraya meyayangkan dan menilai cadar telah dibuat candaan, saya juga menyayangkan reaksi berlebihan dari Soraya. Bahwa kebetulan Soraya memakai cadar, bisa dimaklumi dirinya tersinggung, namun apakah umat Islam lain juga merasa tersinggung? Sedikit kekeliruan Soraya adalah menjadikan standar dirinya untuk standar umat muslim yang lain. Soraya yang tersinggung secara pribadi, namun merasa muslimah lain juga tersinggung bahkan menilai Dewi Sandra telah melecehkan agama. Seperti alur sebelumnya, setelah menuduh menodai agama, ujungnya mengajak memboikot. Soraya mengajak umat untuk memboikot film Ayat-Ayat Cinta 2.

Sebagai umat muslim, melakukan sebuah kesalahan adalah sangat wajar. Kewajiban bagi yang bersalah untuk meminta maaf. Kewajiban juga bagi yang dimintai maaf untuk memafkan. Allah saja maha memaafkan. Sangat aneh jika ada seorang muslim yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Apa dia merasa lebih hebat dari Tuhan?

Dewi Sandra sudah minta maaf secara terbuka. Jika memang Soraya ingat kewajiban muslim adalah memaafkan orang yang berbuat salah dan bahwa Allah maha pemaaf, seharusnya Soraya mau memafkan Dewi Sandra. Namun kenapa Soraya tidak mau memaafkan dan malah menyeru untuk memboikot film Ayat-Ayat Cinta 2? Ini menjadi tanda tanya besar.

Saya juga menyayangkan pernyataan Soraya yang jika disimpulkan, cadar dianggap oleh Soraya sebagai bentuk ketaatan terhadap Rabb. Benarkah seperti itu? Untuk menjawab hal tersebut, kita perlu membahas konsep berjilbab. Perlu dibedakan konsep berjilbab yang termasuk produk syari’at, mana yang produk budaya. Sepengetahuan saya, mayoritas ulama sepakat bahwa yang wajib ditutup oleh muslimah yang sudah baligh adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak ada kewajiban untuk menutup muka dengan cadar.

Bahwa muslimah di Timur Tengah rata-rata memakai cadar karena memang budayanya seperti itu. Mereka memakai cadar karena untuk menghindari terik matahari dan sebagai bentuk kesopanan. Budaya muslimah Indonesia tidak seperti itu. Apa hanya karena muslimah tidak memakai cadar kemudian dikatakan tidak taat terhadap Rabb? Namun sekali lagi, tidak ada kewajiban untuk muslimah memakai cadar. Mengapa kemudian Soraya menyimpulkan bahwa cadar itu sebagai produk syari’at?

Kesimpulannya, saya memaklumi mengapa Soraya bergitu tersinggung dan menilai cadar telah dibuat candaan karena kebetulan dirinya memakai cadar. Namun reaksi berlebihan apalagi tidak mau memaafkan dan mengajak untuk memboikot film Ayat-Ayat Cinta 2 saya pikir sudah sangat keterlaluan.

Fim Ayat-Ayat Cinta 2 adalah film yang sangat baik untuk ditonton. Tema yang diusung adalah soal humanisme, kerukunan antar agama, serta toleransi. Jutaan orang Indonesia yang sedang menunggu hadirnya film Ayat-Ayat Cinta 2. Sangat disayangkan kalau minta untuk diboikot. Apa jangan-jangan Soraya iri karena tidak dilibatkan dalam pembuatan fim itu? Jawabannya hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/
Sumber:

http://hot.detik.com/movie/d-3562398/heboh-soraya-abdullah-ajak-boikot-film-ayat-ayat-cinta-2?_ga=2.42389349.1346706163.1500267079-368978697.1488421245

Share.

About Author

Bukan Siapa-Siapa email : saefudinachmad1991@gmail.com BBM : D22E6398

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage