NU Ke Istana, FPI Ke Gedung DPR

NU Ke Istana, FPI Ke Gedung DPR

6

Nu dari dahulu berperan serta didalam negara, dari proses kemerdekaan hingga mengisi kemerdekaan, mungkin itulah mengapa NU begitu mencintai Kebihnekaan, karena NU sangat paham dimana kemerdekaan dicapai dengan cara yang tidak mudah, dan semua ikut berperan aktif, tidak pernah memandang suku atau agama apapun juga, semua berjuang demi Indonesia.

NU yang merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia, sangat berperan aktif diberbagai lini kehidupan masyarakat, baik itu untuk pembentukan akhlak yang baik melalui pondok-pondok pesantren, sekolah-sekolah dan lain-lain.

NU berperan aktif didalam menjaga nama baik Islam, mereka menepis pandangan miring dunia terhadap kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan agama. Bahkan sosok Rianto yang tewas memeluk bom disaat mengamankan Natal membuat banyak orang menangis disaat mendengar ceritanya, dan sungguh dia adalah pahlawan kemanusiaan yang sejati.

Hari ini Rabu tanggal 11 Januari, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dijamu Jokowi makan di Istana Merdeka.

Entah mengapa, kelompok ini yang memang memiliki warisan didalam sejarah perjuangan begitu dekat dengan pemerintahan. Dan dari situ saya heran dengan isu-isu PKI yang sengaja disebar oleh oknum-oknum entahlah yang tidak bertanggung jawab, tidak mempengaruhi NU, padahal NU dahulu menjadi saksi sejarah tentang PKI, ya mungkin itu karena rasionalitas warga NU yang sudah dewasa, dan dapat memfilter mana yang benar dan mana yang dibuat-buat.

Sedangkan FPI,  satu ormas yang berdiri pada tanggal 17 Agustus 1998 jauh sesudah Indonesia merdeka, melalui Imam Besarnya Habib Rezieq pun melakukan kunjungan, bukan di istana negara, melainkan di gedung DPR, dan disana dia menemui duo sahabatnya, yang saya rasa satu pemikiran, karena dua orang ini juga sering sekali nyir-nyir terhadap pemerintahan, siapa lagi kalau bukan Fadli dan Fahri.

Menurut wikipedia Indonesia, tempat dimana banyak ilmu pengetahuan berada, FPI tertulis sebagai organisasi massa Islam radikal bergaris keras yang berpusat di Jakarta. FPI memiliki reputasi buruk sebagai pelaku kejahatan kebencian dengan mengatasnamakan Islam.

Selain itu kelompok sayap juang FPI yang disebut sebagai Laskar Pembela Islam sering kontraversial karena melakukan aksi-aksi sweeping terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat pada bulan Ramadan yang sering berujung pada kekerasan.

FPI  kontroversial karena aksi-aksinya sejak tahun 1998. Rangkaian aksi yang berujung pada kekerasan sering diperlihatkan dalam media massa.

Pada ulang tahun FPI di tahun 2002 FPI menuntut agar syariat Islam dimasukkan pada pasal 29 UUD 45 yang berbunyi, “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” dengan menambahkan “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” seperti yang tertera pada butir pertama dari Piagam Jakarta yang dirumuskan pada tanggal 22 Juni 1945 ke dalam amandemen UUD 1945 yang sedang di bahas di MPR sambil membawa spanduk bertuliskan “Syariat Islam atau Disintegrasi Bangsa”.( wikipedia )

Namun Dr. J. Soedjati Djiwandono sebagai Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia ( AIPI) berpendapat, hal tersebut dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

Mau dibawa kemana negara kita tercinta ini, yang seharusnya Cuma  tinggal mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat, yang seharusnya tinggal melakukan hal-hal yang produktif yang berguna dan nyata bagi kehidupan manusia, tetapi kita masih saja ribut tentang hal-hal yang entahlah.

Tidakkah kita berkaca pada negara Timur Tengah sana, yang seringkali ribut, ribut dan ribut melulu, ada saja yang terlibat perseteruan tidak ada habis-habisnya, karena beda inilah, beda itulah, dan akhirnya tangan-tangan setanpun memanfaatkan perseteruan mereka.

Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3

Share.

About Author

Pengamat kelas coro yang otaknya dikit, puas loo?.........antonseword.com@gmail.com....

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage