Penemuan 1 Ton Narkoba, Hadiah Polisi untuk Generasi Muda

Penemuan 1 Ton Narkoba, Hadiah Polisi untuk Generasi Muda

1

Image: citraindonesia.com

Beberapa hari yang lalu masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan penemuan narkoba jenis sabu seberat 1 ton di pantai Anyer yang akan dibawa ke Jakarta. Penemuan ini tidak lepas dari kerja keras aparat kepolisian dalam rangka memutus mata rantai narkoba dari luar negeri ke Indonesia.

Penemuan 1 ton sabu ini bisa dikatakan penemuan yang spektakuler. Biasanya pemakai narkoba membeli sabu per gram itu pun harganya selangit. Bayangkan, menurut Kapolda Metro Jaya sabu ini senilai 1,5 triliun rupiah.

Selama ini kita tahu bahwa pemakai narkoba jenis sabu banyak melibatkan remaja. Remaja yang menjadi korban narkoba berasal dari berbagai latar belakang. Bahkan banyak juga dari kalangan artis, seperti Ridho Rhoma. Ridho Rhoma ditangkap oleh aparat kepolisian karena memiliki dan memakai narkoba jenis sabu.

Nama Ridho Rhoma tidak asing lagi di masyarakat. Apalagi Ridho merupakan anak raja dangdut Rhoma Irama yang memiliki lagu tentang penyesalan karena telah memakai narkoba yang berjudul mirasantika. Namun mau bilang apa. Narkoba dapat menimpa siapa saja, tidak peduli dia anak Rhoma Irama.

Penemuan narkoba dalam jumlah yang sangat besar ini bisa dikatakan prestasi aparat kepolisian dan BNN. Kita patut bangga dengan kinerja mereka, namun di sisi lain kita miris dengan kejadian ini. Bagaimana tidak, narkoba yang ingin masuk ke Indonesia tidak tanggung-tanggung. Kalau kita berkaca pada hukum ekonomi, masuknya narkoba ke Indonesia dalam jumlah yang besar dikarenakan permintaan narkoba di Indonesia juga besar. Bahkan menurut penelitian BNN pengguna narkoba di Indonesia dari tahun ke tahun jumlahnya terus mengalami peningkatan.

BNN juga pernah mengungkapkan bahwa mayoritas remaja Indonesia telah mengetahui bahaya narkoba. Namun jumlah pengguna narkoba tidak mengalami penurunan setiap tahunnya. Sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba melalui sosialisasi mengenai dampak dan bahaya narkoba akan kurang efektif karena permasalahan pokoknya bukan pada kurangnya pengetahuan tentang bahaya narkoba.

Penegakan hukum terhadap pengedar narkoba di Indonesia sebenarnya cukup tegas. Bahkan beberapa Bandar narkoba telah dihukum mati oleh pemerintah. Terakhir adalah Freddy Budiman. Hidup Ferddy harus terhenti sesaat setelah peluru aparat menghujam jantungnya pada tahun 2016 yang lalu karena dia menjadi bandar besar pil ekstasi.

Generasi muda sangat penting bagi bangsa Indonesia. Ada prediksi jika ingin melihat suatu bangsa ke depan lihatlah pemudanya. Tentu bangsa Indonesia akan hancur kalau pemudanya banyak yang teler karena menghisap sabu. Untuk itu pemuda harapan bangsa harus diselamatkan dari ancaman narkoba.

Pemberantasan narkoba menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya  tanggung jawab aparat kepolisian dan BNN. Kita sebagai masyarakat Indonesia juga dapat ikut serta dalam memberantas narkoba. Salah satunya adalah memastikan diri sendiri tidak menjadi pemakai narkoba.

Bagi yang memiliki banyak uang, ada banyak jalan lain untuk menghabiskan uang selain dari membeli narkoba. Bisa dengan menyumbang ke anak yatim di pantu asuhan. Selain tidak melanggar hukum, juga mampu meringankan beban orang lain dan tentunya mendapat pahala dari Allah SWT.

Generasi muda juga dapat berpartisipasi dalam mencegah peredaran narkoba yaitu melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Misalnya melakukan penanaman pohon, aktif berolahraga, mengadakan tournament sepakbola dan mengadakan lomba karya seni untuk anak muda menyalurkan hoby dan minatnya.

Pemberantasan narkoba juga dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta. Perusahaan swasta dapat membuat komitmen kepada karyawan bahwa perusahaan akan memecat karyawan yang terbukti memakai narkoba. Begitu juga dengan lembaga pemerintah, yaitu memberi syarat bebas narkoba kepada pegawai yang ingin mendapatkan kenaikan pangkat dan jabatan.

Penemuan narkoba satu ton ini merupakan hadiah polisi untuk generasi muda. Coba bayangkan kalau narkoba ini berhasil masuk ke Indonesia. Akan ada ribuan pemuda yang puyeng karena menghisap sabu. Selan itu akan ada berapa pemuda yang hidupnya berakhir di penjara dan rumah sakit jiwa. Namun berkat jerih paya aparat hal ini tidak terjadi.

Kita berharap semoga prestasi aparat kepolisian dan BNN kedepan lebih gemilang lagi dalam memberantas peredaran narkoba. Kita berharap yang ditangkap tidak hanya kurir narkoba tapi juga orang yang ahli meracik dan pemilik perusahaan narkoba.

Share.

About Author

Traveler | Creative Writer | Reader | Coffee Lover | WA : 082377752229 | BBM : D5E8650C | Email : ferypadli1@gmail.com

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage