Target Aher 2018 Sungai Citarum Bisa Diminum, Rakyat Disuruh Minum Racun?

Target Aher 2018 Sungai Citarum Bisa Diminum, Rakyat Disuruh Minum Racun?

31

Tahun 2013 Pemda Jabar melalui Gubernurnya Ahmad Heryawan atau Pak Aher memiliki program ambisius yaitu tahun 2018 air Sungai Citarum bisa diminum dan aman bagi kesehatan. Dimuat oleh Detik.com dengan judul :Pemprov Jabar Canangkan Sungai Citarum Bisa Diminum pada 2018. Luar biasa dan jejak digital merekam pernyataan tersebut. “Dengan program (membentuk Forum DAS Citarum), mudah-mudahan cita-cita agar Sungai Citarum pada 2018 bisa diminum bisa terealisasi,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (6/2/2013). Bagaimana sekarang status sungai Citarum ini?

Google-lah sungai citarum, maka akan muncul judul-judul artikel mencengangkan. Dari Telegraf muncul tampilan : Citarum, the most polluted river in the world? – Telegraph. Itu judul berita tahun 2014 yang masih tetap relevan dengan kondisi saat ini. Tampilan berita di tahun 2017 lebih mengerikan lagi : The Death of the Citarum River: Indonesia’s Most Toxic Waterway yang termuat di Pulllitzer Center.

Miris melihat keadaan sunga Citarum yang tetap lestari pencemaran dan kerusakannya. Sungai Citarum menjadi sungai paling terpolusi di dunia, dengan 25.000 meter kubik sampah domestik dan 280 ton limbah industri yang dibuang langsung ke perairan setiap harinya. Terdapat lebih dari 800 industri yang terus membuang limbah beracun ke Sungai Citarum. Salah satunya, limbah dari industri tekstil terbesar di Bandung  yang terus dibuang ke aliran sungai seperti dilansir pikiran-rakyat.

Dua pemuda asal Paris, Prancis dalam ekspedisi #PlasticBottleCitarum yaitu kakak beradik Gary Bencheghib (22) dan Sam Bencheghib (20) saat blusukan langsung di sungai ini menemukan hal-hal yang ironis. Sungai yang penuh sampah dan limbah beracun ini masih diandalkan 15 juta penduduk sekitar untuk mandi, memasak, dan minum. Tak salah kalau Pullitzer Center mengkategorikannya sebagai sungai yang mematikan!

Rasanya gerakan atau usaha untuk pembersihan sungai ini tidak menjadi agenda utama atau prioritas utama Pakj Aher. Ketika melihat berita, memang ada usaha dari Pemprov Jabar yang telah  menggelontorkan Rp 24 miliar untuk membersihkan Sungai Citarum, Jawa Barat 2016 lalu seperti dilansir Merdeka.com

Secara simbol bersih-bersih sungai yang pencemarannya sangat tinggi itu  dimulai 2-8 Juni 2016. Kemudian secara berkelanjutan program yang dinamakan Citarum Bestari dilanjutkan hingga Desember 2016 mendatang. Perhatikan kata, secara simbol dan program Citarum Bestari hanya sampai Desember 2016.

Tampaknya ini pola atau model leader yang hanya melakukan suatu program secara simbol saja dan tak berkelanjutan. Ini pemimpin model lama yang pada akhirnya membuang-buang anggaran yang sangat banyak sementara hasilnya tidak efektif. Lalu seakan-akan dengan me-launching program tersebut maka Sungai Citarum itu sim salabim bisa langsung bening?

Program Citarum Bestari diklaim sudah mengurangi 50% sampah yang mencemari sungai ini. Jika itu benar dan programnya sudah tamat alias berakhir tahun 2016 akhir yang lalu maka volume sampah akan terus naik dan bertambah pastinya. Tahun ini tidak ada lagi program serupa dan program Citarum Bestari juga tidak tuntas dalam penanggulangan sampah.

Jumlah uang 24 M yang terbuang menjadi sia-sia karena sampah kembali menggunung dan makin bertambah. Sampah di sungai Citarum terus lestari jika penanganan sampah model seperti ini terus lestari. Gebrakan program penanganan sampah dan penanganan DAS tak terlihat dilakukan oleh Pak Aher jika dia ingin merealisasikan program bersih Sungai Citarum ini tahun 2018 jika tahun 2017 saja masih belum berubah.

Kembali ke Pak Aher, bagaimana dengan pencanangan program Sungai Citarum untuk bisa diminum sementara 2018 makin dekat, tinggal beberapa bulan lagi. Jangankan diminum, dipakai mencuci atau mandi sudah sangat tidak mlayak. Jelas ini mission impossible. kalau dipakai minum, sama saja dengan bunuh diri karena racun limbah Sungai Citarum sangat tinggi!

Rekor Sungai Terjorok di dunia akan terus lestari di bawah kepemimpinan Pak Aher.  Pak Aher sudah mewariskan dan melestarikan sampah dan pencemaran Sungai Citarum sampai ke laut dan entah sampai kapan. PR Sungai Citarum ini telah diwariskan dan dibebankan Pak Aher untuk kandidat pemimpin Jabar mendatang karena beliau jelas tidak mampu menangani masalah ini.

Mengurai sampah yang kusut dan jorok di Sungai Citarum tidak semudah membersihkan got di depan rumah atau saluran mampet di pinggir jalan yang ukurannya jelas lebih kecil dan bisa dengan mudah ditanggulangi. Siapapun pemimpin Jabar yang akan datang harus menarih perhatian berat dan serius untuk masalah Sungai Citarum dan jangan lagi mengumbar janji manis yang tidak bisa ditepati seperti yang diucapkan oleh Pak Aher.

Baca juga :
Share.

About Author

Seorang guru, penggemar bakmi dan makanan rica-rica...

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage