Ahok: Kekuasaan Tuhan yang Kasih, Tuhan yang Ambil

Ahok: Kekuasaan Tuhan yang Kasih, Tuhan yang Ambil

7

Hari ini Rabu 19 April 2017 merupakan hari dimana Tuhan secara tegas memberitahu Ahok bahwa ia tidak akan diperpanjang jabatannya sebagai Gubernur DKI untuk kedua kalinya. Hal itu Tuhan nyatakan melalui hasil Pilkada DKI Putaran 2. Hasil Pilkada DKI putaran 2 ini membuktikan bahwa Ahok kalah telak. LSI memberikan angka sebesar 55.41%, SMRC dengan angka 58.06% dan Polmark memberikan hasil sebesar 57.33% (Sumber: Detik.Com) .

Ahok dengan mendasarkan hasil tersebut maka ia dengan segera menyampaikan selamat kepada Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno yang menang dalam hitung cepat (quick count) Pilgub DKI. Di sisi lain ia juga mengatakan hal ini, “Kepada pendukung kami, sedih nggak apa-apa. Percayalah, kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan yang ambil”.  Perkataan ini ia keluarkan untuk menyemangati pendukungnya. Ia ingin agar pendukungnya tidak larut dalam kesedihan. Ia mengingatkan pendukungnya bahwa semua ini terjadi atas restu Tuhan, “Kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan yang ambil”. Secara lebih lanjut Ahok mengatakan hal ini, “Tidak ada seorang pun bisa menjabat tanpa seizin Tuhan”  dan juga hal ini “Tuhan selalu tahu yang terbaik”.

Sumber : https://news.detik.com/berita/3478872/ahok-kekuasaan-tuhan-yang-kasih-tuhan-yang-ambil

Ketiga perkataan Ahok, khususnya perkataan yang penulis tandai dengan huruf tebal menunjukkan sikap iman Ahok. Sikap iman ini tentunya didasari pemahaman Ahok akan kedaulatan Tuhan. Ia sadar bahwa dalam kedaulatan Tuhan segala sesuatu bisa terjadi untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan umat-Nya.

Perkataan pertama, “Kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan yang ambil”, menunjukkan sikap iman Ahok. Sikap iman Ahok ini serupa dengan sikap iman yang ditunjukkan oleh Ayub. Ayub di dalam keterpurukannya berani mengatakan hal ini, “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”. (Ayub 1:21b ).

Apa yang Ayub nyatakan itu menunjukkan pemahamannya akan asal dari kekayaannya. Ia menyadari bahwa ia sesunguhnya tidak punya apa-apa, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya”. (Ayub 1:21a ). Ia sadar bahwa kekayaannya berasal dari Tuhan. Tuhan yang memberi segalanya itu. Ia hanya menikmati dan mengelolanya.

Hal yang sama Ahok sadari. Ahok menyadari bahwa kekuasaan yang ia punyai sekarang ini berasal dari Tuhan. Kesadaran ini Ahok pelajari dari kisah iman Ayub. Jadi tidak heran bila sikap iman yang Ahok keluarkan dalam menangapi kekalahannya di Pilkada DKI Putaran 2  itu mirip dengan sikap iman Ayub. Ahok sadar bahwa ia bisa menjadi Gubernur DKI itu bukan karena gagah perkasanya melainkan karena anugerah Allah. Allah memberi kesempatan kepada Ahok untuk berkarya. Ahok tentunya menyadari bahwa ia tidak akan jadi Gubernur kalau mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia tentunya tidak menyangka bahwa ia bakal menjadi Gubernur DKI. Ia tentunya tahu bahwa ia tidak mungkin bisa menjadi Gubernur DKI seperti sekarang ini bila melalui jalur independen. Ia tidak menyangka bahwa dirinya diajak Jokowi untuk menjadi Wagub DKI ketika Jokowi mencalonkan dirinya menjadi Cagub DKI. Ia juga tidak menyangka kalau mereka bisa menang di Pilkada DKI waktu itu. Ia juga mungkin tidak akan menyangka kalau Jokowi akhirnya melepaskan jabatan Gubernurnya untuk maju Pilpres dan menang.

Pemahaman Ahok akan perjalanan karir politiknya membuatnya mampu untuk menyatakan sikap iman yang kedua, “Tidak ada seorang pun bisa menjabat tanpa seizin Tuhan”. Sikap iman  yang kedua ini tentunya ia pahami dari karir perjalanan politiknya. Ia bisa menjadi Gubernur karena mendapatkan restu dari Tuhan. Penjelasan di atas mengambarkan bagaimana Tuhan membimbingnya untuk bisa menduduki kursi Gubernur. Tuhan merestui Jokowi untuk memilihnya menjadi wakil pada saat ia mencalonkan dirinya menjadi Gubernur DKI. Restu Tuhan berlanjut hingga akhirnya Ahok mendapat kesempatan menjadi Gubernur untuk menggantikan Jokowi yang mencalonkan dirinya menjadi Presiden dan menang dan menang pada Pilpres 2014.

Sikap iman ketiga adalah, “Tuhan selalu tahu yang terbaik”. Sikap iman ini tentunya bukan suatu sikap iman yang cengeng. Sikap iman ini menyatakan pemahaman Ahok akan kedaulatan Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan punya rencana dibalik kekalahannya. Rencana yang indah bagi dirinya pribadi, bagi keluarganya, bagi DKI dan juga bagi Indonesia. Kita tidak tahu apa yang Tuhan rencanakan bagi Ahok bagi keluarganya, bagi DKI dan juga bagi Indonesia yang pasti kita tahu bahwa Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28

Akhirul kata, penulis mengucapkan selamat kepada “Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno yang menang dalam hitung cepat (quick count) Pilgub DKI” semoga bapak amanah dalam menjalankan tanggung jawab bapak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Di sisi lain penulis mengucapkan terima kasih kepada Ahok dan Jarot atas pelayanannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Penulis percaya bahwa kekalahan bapak-bapak dalam Pilkada ini bukanlah akhir dari segalanya dan penulis yakin ada rencana Tuhan yang indah yang telah disediakan bagi bapak berdua. Amin

Salam Sesat

Share.

About Author

Sesat dalam mencari kebenaran!

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage