Asuransi Jiwa, Bukankah Asuransi Roh?

Asuransi Jiwa, Bukankah Asuransi Roh?

27

Ilustrasi pertama:
Suatu hari ada seorang jemaat Kristen, menawarkan suatu polis dari produk asuransi kepada temannya, sesama kristen juga. Tetapi tawaran untuk mengikuti atau membeli produk asuransi ini ditolak secara halus, dengan mengatakan bahwa, seluruh jiwa dan harta kekayaannya, sudah di asuransi-kan oleh malaikat di surga, malaikat-malaikat ini sudah menjaganya dengan kuasa dari Tuhan.

Ilustrasi kedua :
Suatu hari di gereja yang besar dengan bangunan tinggi, baru saja dipasang suatu sistem penangkal petir, agar bangunan gereja ini aman, tidak disambar petir, bebas dari kebakaran dan kecelakaan bagi jemaat yang beribadah. Datanglah seorang yang suka nyinyir bukan Kristen, dengan mengejek mengapa tidak minta tolong kepada Tuhan kamu agar terhindar dari malapetaka tersebut.

Dengan santainya salah seorang jemaat di gereja ini menjawab bahwa malaikat yang menjaga Gereja, belum dapat perintah dari Tuhan untuk menjaga Gerejanya, maka anti petir dipasang terlebih dahulu di Gereja.

Ilustrasi ketiga :
Seseorang naik sepeda, ketika tiba di sebuah toko makanan dan minuman, ketika masuk ke toko, dia lupa dan tinggalkan sepedanya begitu saja, tanpa  dititipkan atau dikunci sepedanya, ketika dia keluar ternyata sepedanya aman tidak dicuri.

Tiba-tiba ada seorang menghampiri dan menanyakannya, mengapa sepedanya tidak dikunci, dijawab seenaknya saja, bahwa para malaikat sudah menjaganya, sehingga dia tidak kuatir.

Lalu orang ini menanyakan apakah berani jika melakukan hal yang sama, dengan tidak menguncinya, jika sedang  menggunakan kendaraan bermotor (motor atau mobil), dengan tersipu malu orang ini tidak menjawabnya dan pergi begitu saja.

Tuhan maha kuasa (omnipotent), maha hadir (omnipresent) dan maha tahu (omniscience), sehingga untuk hal-hal yang bersifat fisik, benda atau uang, maka tidak perlu Tuhan turut campur menyelesaikannya, kecuali manusia sudah tidak mampu lagi, maka Tuhan akan turun tangan, seturut dengan kehendak-Nya.

Atau ada maksud Tuhan untuk melakukan kuasanya, membantu atau tidak membantu orang tersebut, yang merupakan rahasia Tuhan untuk manusia.

Dari ketiga ilustrasi ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa ada bagian Tuhan yang lakukan, ada bagian manusia yang harus lakukan untuk dirinya, kecuali Tuhan berkehendak lain.

Asuransi adalah suatu pekerjaan yang mulia, dari manusia untuk manusia. Tanpa perlu campur tangan Tuhan, jika tidak perlu, titik.

Produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, sebenarnya sama saja dengan tabungan berjangka, dan merupakan subsidi silang dalam kemanusiaan, untuk menolong orang lain yang sedang sakit, atau kematian, disamping itu juga merupakan jaminan si pemegang polis asuransi, agar dapat penggantian biaya rumah sakit atau sejumlah uang ketika terjadi kematian, untuk ahli-waris nya.

Ketika kita membayar asuransi, maka kita membantu orang lain yang sedang menderita kesusahan, disamping jaminan untuk diri kita sendiri, jika mendapatkan kesusahan. Kalau mampu bro! Kalau tidak mampu mau dibayar pakai apa?

Untuk yang tidak mampu, pemerintah Presiden Joko Widodo menyediakan asuransi kesehatan. Kartu Jakarta Sehat (KJS) gratis. 

Ada pula asuransi kendaraan bermotor, kebakaran dan masih banyak lagi, yang memiliki konsep yang hampir sama. Pekerjaan asuransi adalah suatu pekerjaan yang mulia, karena membantu orang lain dan diri sendiri dari kerugian baik uang, materi maupun jiwa.

Asuransi menjamin hari depan manusia dari kehilangan serta kerusakan materi, kesehatan dan kematian manusia, dengan penggantian berupa uang, benda yang dijamin atau barang lainnya, dengan nilai yang sama bahkan lebih. Sedangkan asuransi jiwa (kematian) akan menjamin hari depan dalam bidang keuangan untuk istri, anak atau ahli waris-nya.

Asuransi jiwa, harta, atau uang adalah demi masa depan sesuai dengan Firman Tuhan (FT).
Praktek saling berbagi atau subsidi silang, dalam pekerjaan asuransi, merupakan salah satu yang dilakukan juga, di dalam kehidupan jemaat mula-mula. Murid-murid dari Antiokhia mengumpulkan sumbangan dan mengirimkan kepada orang-orang yang diam di Yudea karena Roh Kudus mengatakan bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar (Kis 11:27-30).

Mempersiapkan diri dan jaminan hari tua dalam bidang asuransi, pada keadaan darurat, juga diajarkan oleh Yusuf saat menimbun gandum selama 7 tahun masa kelimpahan (menimbun dan menabung), untuk menghadapi 7 tahun masa kekeringan dan kelaparan (Kej 41:29-38).

Bagaimana kata Tuhan Yesus tentang satu kecenderungan manusia ini?
Dalam satu pengajaran yang disampaikan, Tuhan Yesus menceritakan tentang seorang kaya yang membangun lumbung-lumbung untuk menyimpan harta bendanya yang berlimpah dan berkata, “Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!”

Tapi ternyata Allah berfirman kepadanya: “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?” (Lukas 12:19-20). Alangkah indahnya jika bisa berbagi, untuk orang lain, dan anak-anak kita, dalam bentuk tabungan hari tua (asuransi).

Ada satu cara yang gampang untuk menguji apakah hati kita terikat pada harta dunia (fisik dan jiwa) atau harta surgawi (roh). Kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri kita sendiri dan menjawab dengan jujur di hati kita :

  1. Jika asuransi mobil saya hentikan, apakah hati saya tetap tenang dan nyaman dalam berkendaraan? Apakah saya yakin dan percaya Tuhan (malaikat), yang menjaga kendaraan saya dan meluputkan dari kecelakaan dan musibah?
  2. Jika asuransi kesehatan saya hentikan, apakah saya tidak kuatir tentang kesehatan keluarga saya. Apakah saya tetap yakin dan percaya Tuhan Yesus memberikan kesehatan yang prima?
  3. Jika asuransi jiwa saya hentikan, apakah saya tidak kuatir tentang masa depan saya, istri saya dan anak-anak saya? Apakah saya yakin dan percaya Tuhan Yesus sanggup menjamin keberhasilan keluarga saya sekalipun saya dipanggil Tuhan Yesus lebih dahulu?

Anak-anak Tuhan bebas mempergunakan semua produk keuangan, investasi atau asuransi yang ditawarkan. Akan tetapi kita harus cerdas dan selalu minta Roh Kudus untuk memberi kekuatan supaya hati kita tidak bergantung padanya, tapi tetap bergantung pada pertolongan dan jaminan masa depan dari Tuhan saja.

Bagi mereka yang mampu untuk menabung dan membayar polis asuransi, silahkan untuk berbagi kepada yang lain, sesama peserta asuransi, dan tabungan untuk anak cucu kita, tapi bagi mereka yang kurang mampu, boro-boro, untuk makan sehari-hari saja masih kurang, tidak perlu ikut asuransi, iya bro!

Asuransi (jaminan) Roh Kudus, apa lagi ini ?
Roh Kudus disebut juga sebagai ‘jaminan,’ ‘meterai,’ dan ‘kesungguhan’ dalam hati orang Kristen (2 Korintus 1:22; 5:5, Efesus 1:13-14; 4:30).

Jaminan Roh Kudus, Tidak perlu uang muka, alias gratis (tidak bayar) dari Allah, hanya perlu percaya dan pertobatan saja, untuk jalan keselamatan umat manusia, di dunia.

Roh Kudus adalah meterai Allah terhadap umat-Nya, pengakuan-Nya bahwa kita adalah milik-Nya. Kata dalam bahasa Yunani untuk ‘kesungguhan’ adalah arrhabōn yang memiliki arti ‘perjanjian,’ yang mirip dengan konsep uang muka, uang cicilan yang dipakai untuk pembayaran asuransi.

Karunia Roh Kudus bagi orang-percaya merupakan uang muka untuk warisan surgawi (rohani), yang sudah dijanjikan dan dijamin oleh Kristus di atas kayu salib. Hal ini karena Roh Kudus telah memeteraikan keselamatan kita. Tidak ada yang bisa merusak meterai Allah.

Roh Kudus dikaruniakan kepada orang-percaya sebagai ‘cicilan pertama’ untuk memberi jaminan bahwa kita akan menerima seluruh warisan sebagai anak-anak Allah.

Roh Kudus dikaruniakan untuk menyatakan bahwa kita merupakan milik Allah, yang memberikan Roh-Nya sebagai karunia, seperti halnya kasih karunia keselamatan melalui iman (Efesus 2:8-9).

Melalui karunia Roh Kudus:

  1. Allah memperbaharui dan menguduskan kita. Dia menimbulkan perasaan, harapan, dan hasrat di dalam hati kita, yang merupakan bukti bahwa kita diterima oleh Allah, bahwa kita diangkat menjadi anak-Nya.
  2. Allah mengaruniakan Roh Kudus kepada kita sebagai sebuah janji yang bersungguh-sungguh menyatakan kalau kita adalah milik-Nya untuk selamanya, dan akan diselamatkan pada akhir zaman.
  3. Bukti dari kehadiran Roh Kudus dalam hati kita adalah dengan adanya pertobatan sejati, adanya buah-buah Roh (Galatia 5:22-23), hidup sesuai dengan kehendak dan perintah Allah, timbulnya gairah untuk berdoa dan memuji-Nya, serta kasih kepada umat-Nya.
  4. Hal-hal inilah yang merupakan bukti bahwa Roh Kudus telah memperbaharui hati kita. Orang Kristen telah dimeteraikan untuk hari penebusan.

Jadi, melalui Roh Kudus, melalui pengajaran dan pimpinan-Nya, kita dimeteraikan dan dijamin sampai pada hari penebusan, sehingga memiliki kepenuhan dan pembebasan dari dosa dan kematian.

Karena kita dimeteraikan oleh Roh Kudus yang berdiam dalam hati kita, kita bisa hidup dengan penuh sukacita, percaya bahwa kita memiliki tempat di masa depan yang penuh dengan kemuliaan.

Sekali lagi, ada bagian manusia yang harus mengerjakannya, ada bagian yang Tuhan lakukan untuk manusia, seturut dengan kehendaknya.

Inilah Jaminan hari tua, keselamatan dan kehidupan kekal dari Roh Kudus.
Tuhan Memberkati, Amin.
Untuk membaca tulisan saya yang lain disini

 

Share.

About Author

Penulis Buku : Cuci Otak dan pengendalian pikiran (Elek Media) Roh Inspirasi Agar Sukses (Elek Media) Bahaya Ramalan (Andi Offset)

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage