Kata Felix Siauw Tak Perlu Akal Pahami Qur’an, Pluralisme Itu Syirik

Kata Felix Siauw Tak Perlu Akal Pahami Qur’an, Pluralisme Itu Syirik

69
  1. Ada yang memiliki hanya kepercayaan saja, tidak sampai derajat agama, tapi dia yakin dia benar, dia bangga walau salah
  2. Ada yang mempunyai hanya ideologi buatan akal manusia, tapi yakin dan berkata, “inilah sistem yang paling baik”, dia bangga walau sesat
  3. Anehnya, ada yang mengaku Muslim, malah minder dengan Islamnya, lalu bilang “Allah tidak melihat agama, yang penting baik”. Wow
  4. Memang sekarang zamannya orang kelihatan berilmu tapi sesat dan menyesatkan, gelarnya panjang tapi pemahaman tauhidnya hancur lebur.

  5. Tauhid itu jelas, “Laa ilaaha illa Allah”. Tiada sesembahan, tiada tuhan, selain hanya Allah saja, satu-satunya tiada serikat baginya

  6. Lalu bagaimana mungkin menganggap ada kepercayaan lain sama benarnya seperti Islam? Allah sudah tegaskan kok, hanya Islam yang Dia ridhai

  7. Dan bila keimanan dan ke-Islaman itu tidak penting, lalu untuk apa Rasulullah dan para sahabat berdakwah lalu, didera, disiksa?

  8. Lalu untuk apa Allah menyampaikan klasifikasi manusia dalam Al-Quran? Ada yang beriman ada yang kafir, ada penghuni surga ada juga neraka

  9. Lalu untuk apa Allah turunkan Al-Quran bila semua manusia boleh menentukan standar baik sendiri-sendiri?

  10. Bukankah Al-Quran itu petunjuk dan pembeda bagi kita, maka bila sudah Muslim, ya panduannya Al-Quran dan Hadits, bukan akalnya

Al-Qur’an adalah tuntunan hidup, begitu juga hadist. Benar. Tapi itu bagi umat Islam dan itu tidak hanya mengenai tatacara ibadah, tetapi juga tuntunan agar kita menghormati agama orang lain. Mungkin Felix lupa bahwa ada ayat Al Qur’an yang bunyinya :
Dan yang paling lucu adalah “maka bila sudah Muslim, ya panduannya Al-Quran dan Hadits, bukan akalnya“.  Saya heran sama mereka yang masih mempercayai Felix Siauw untuk menjadi pembimbing rohaninya. Memahami Al-Qur’an dan Hadist tanpa akal? Tanpa otak? Tolong dibaca ayat yang satu ini :
Saya Muslim sejak lahir, dibesarkan di sekolah agama, sejak kecil saya diajari satu hal tidak ada satupun yang diciptakan Allah di dunia ini untuk sesuatu yang sia-sia. Apalagi yang namanya otak. Kita dianugerahi otak dengan segala kompleksitasnya tidak hanya untuk melengkapi organ tubuh kita tapi untuk digunakan berpikir. Tidak hanya untuk mengejar dunia, tapi juga akherat. Termasuk didalamnya adalah mempelajari dan memahami isi Al-Qur’an dan Hadist. Buat apa ada majelis yang mengkaji Al Qur’an, buat apa ada pesantren belajar agama, buat apa sampai ada jurusan yang khusus mendalami berbagai hal tentang Islam dan Al-Qur’an kalau kita kemudian disuruh hanya menelan mentah-mentah tanpa menggunakan akal.
What’s your hidden mission, dear Felix?  Sementara banyak kyai atau ustad baik dari level kampung sampai nasional yang menggerakkan umat pentingnya belajar dan memahami Islam dengan benar dengan sanad keilmuan yang jelas. Tapi Anda seolah justru membuatnya mundur ke belakang. Sudah telan saja, pokoknya percaya! Tujuan hidupnya apa sih mau mencerdaskan atau membodohkan umat Islam? Atau masih kurang tentang ayat mengenai pentingnya berakal dalam memahami Islam?
Siapa yang bilang kita menentukan standar kebaikan sendiri? Justru orang-orang seperti Anda yang merasa lebih suci yang sering melakukan hal seperti itu.
Saya juga ingin mengatakan ke Felix Siauw “Anda bukan Nabi, bukan Rasul, surga belum pasti meski mungkin merasa ahli surga, ibadah kita juga nggak bisa menilai, nanti juga akan dihisab, lalu sudah merasa paling benar sebagai Muslim? Anda siapa? Anda sehat?”. Manusia terakhir yang sikap dan sifatnya bisa jadi tuntunan adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau dijaga sekali oleh Allah SWT untuk tidak berbuat kesalahan, sedikit saja ‘khilaf’ Malaikat Jibril akan langsung mengingatkan. Jadi janganlah merasa menjadi manusia paling benar cara memahami Islamnya meski Anda punya jamaah yang setia mengelu-elukan. After all, kamu, saya, dan mereka manusia biasa yang sama-sama kemungkinan masuk surga dan nerakanya 50:50.
Share.

About Author

Berbagi pikiran lewat tulisan.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage