Mencoba Bersikap dengan Fenomena Gereja di Mall dan “Gereja Satu Jam Saja”

Mencoba Bersikap dengan Fenomena Gereja di Mall dan “Gereja Satu Jam Saja”

70

https://id.foursquare.com/v/gereja-tiberias-mall-of-indonesia/4f091805e4b08f52497a414e?openPhotoId=59213b9389e490637579d0e0

 

Sebelum saya memulai tulisan ini, ijinkan saya bercerita sedikit tentang diri saya. Saya sudah bergereja tetap di satu gereja sudah lebih dari seperempat abad. Tapi di lain pihak, saya juga cukup sering hadir di gereja lain baik itu di dalam dan di luar kota. Setiap kali saya hadir di satu gereja, saya mencoba untuk belajar, baik itu dari kekurangan gereja tersebut dan tentunya kelebihannya.

Hal yang kedua adalah, saya (sekali lagi) tidak pernah sekolah Theologia. Jadi apa yang saya tulis ini adalah sudut pandang saya sebagai seorang awam, saya berharap setiap orang Kristen bertumbuh menjadi lebih baik, teristimewa dalam situasi Negara di mana toleransi kehidupan beragama seperti api dalam sekam. So, cekidot…..

Latar Belakang

Saya pernah beberapa kali menghadiri gereja di Surabaya, yang kebetulan waktu itu melakukan ibadah di lantai atas dari Supermarket Bonnet. Alasan mengapa gereja itu beribadah disana, sederhana. Gedung gereja mereka yang “asli” sedang direnovasi. Setelah renovasi selesai, mereka kembali lagi ke gedung mereka yang lama.

Tapi tentunya tidak semua gereja yang di Mall, mempunyai alasan yang sama. Alasan paling klasik adalah sulitnya perijinan gedung gereja, sehingga Mall menjadi pilihan sederhana dan relatif mudah, dibanding harus menunggu perijinan yang lamaaaaaaaa dan tidak jelas ujungnya.

Alasan lain adalah efisiensi. Pada hari Minggu banyak orang yang jalan-jalan ke Mall. Dengan adanya gereja di Mall, maka Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sambil jalan-jalan, sambil ke gereja. Praktis, efektif dan efisien. Gak perlu repot-repot perjalanan, nyari parkir, dan lain-lain, One Stop Shopping.

http://hurek.blogspot.co.id/2010/06/gereja-satu-jam-saja.html

Gereja Satu Jam Saja

Gereja dengan nama unik ini, digembalakan oleh Ev. DR. Samuel Gunawan (sumber). Bertempat di Grand City Mall, Gubeng, Surabaya. Gereja yang mulai berdiri tahun 2010 ini, mempunyai 10 kali ibadah mulai jam 10 pagi sampai 19 malam. Bandingkan dengan gereja-gereja “tapak” atau gereja-gereja konvensional yang sudah puluhan tahun berdiri, tapi ibadahnya tidak bergerak dari 1 atau 2 kali ibadah saja. Hebatnya lagi, gereja ini juga dipenuhi oleh buanyak jemaat, dalam hampir tiap jam ibadahnya.

GSJS mencoba menangkap jiwa-jiwa yang mungkin gagal dibidik oleh gereja-gereja yang sudah eksis terlebih dahulu. Mengapa GSJS laris? Jawabannya sederhana saja

  • Efisiensi, seperti yang tadi sudah saya tulis diatas. Sambil ke Mall, refreshing, shopping, sekalian ibadah
  • Di era sekarang ini, banyak orang yang dituntut tetap harus bekerja di hari Minggu. GSJS menjawab kebutuhan itu. Mereka yang waktunya pendek, termasuk mereka yang bekerja di Grand City Mall, bisa mengambil waktu sejenak untuk beribadah. Wong cuman satu jam saja
  • Banyak orang yang menganggap banyak gereja yang terlalu bertele-tele dalam ibadah. Pujiannya lama, Firman Tuhannya lama, pembacaan pengumuman juga lama. Belum lagi segala tetek bengek tata ibadah yang kadang juga menambah durasi ibadah menjadi lebih panjang. Emangnya kami nggak punya kerjaan apa?
  • Lebih baik ke gereja, walaupun cuman satu jam, daripada ke gereja, betul nggak?

 

Mencoba Mengerti

Dalam segala macam dinamika ke-Kristen-an, terus terang saya mencoba untuk mengerti. Banyak gereja “terpaksa” melakukan ibadahnya di Mall karena terbatasnya atau sulitnya membuat Gereja yang konvensional. GSJS juga begitu, mencoba melihat “ceruk pasar” kalau boleh saya istilahkan. Mereka yang enggan, mereka yang terbatas dalam hal waktu, mereka yang suka kepraktisan dan sebal dengan segala liturgi gereja yang lama dan bertele-tele. Mereka juga anak Tuhan yang juga perlu dijangkau. Sampai pada titik ini saya setuju

Ketika saya beribadah di gereja saya dan kalaupun mengunjungi gereja lain, hampir tidak ada gereja yang durasi ibadahnya di bawah 75 menit. Bahkan tidak jarang bisa diatas dua jam. Saya juga terkadang mendapat kesempatan untuk menjadi WL atau pemimpin pujian di gereja saya. Terus terang saya mengakui, begitu sulit untuk membayangkan apa yang bisa didapat dari satu jam ibadah. Saya terus terang belum pernah datang ke GSJS, tapi saya menghargai niat baik kalian, sungguh. Saya menghargai visi untuk menjangkau mereka-mereka yang lepas dari jangkauan. Saya sangat setuju, lebih baik ibadah walau 1 jam saja, daripada tidak sama sekali. Saya sangat setuju, lebih baik ibadah di Mall daripada tidak bisa mendapat tempat ibadah seperti gereja-gereja lain pada umumnya

WARNING!!!!

Tapi melalui artikel sederhana ini, ijinkan saya mengungkapkan pendapat saya. Yang pertama saya tujukan bagi mereka-mereka yang mendirikan gereja di Mall, saya berharap anda sungguh bekerja mencari jiwa dan bukan mencari uang.

Baca artikel saya yang lain. Penting, KPK masuk gereja

Bila anda mendirikan gereja di Mall dengan tujuan-tujuan yang bukan rohani, bertobatlah. Ini sangat serius. Anda bukan sedang memuliakan Tuhan, tapi anda sedang memalukan Tuhan

 

Bagi para jemaat yang mendatangi gereja semacam GSJS dan sejenisnya, saya ingin menyatakan. Gereja yang semacam ini, bagi saya hanya pengecualian

  • Bila anda seorang pekerja (bukan pemilik) yang betul-betul dituntut oleh pekerjaan, sehingga waktu yang anda miliki begitu pendek untuk beribadah
  • Anda yang mungkin sedang tidak memungkinkan untuk beribadah dengan “normal”, entah karena sedang di luar kota, jadwal acara hari itu yang padat (misal ada pernikahan), atau kesulitan yang sejenis

Di luar kedua hal itu, saya pikir mungkin anda sedang mencoba menipu Tuhan dan menipu diri anda sendiri. Anda menjalankan ibadah anda hanya untuk menghilangkan rasa bersalah. Yang penting saya sudah menjalankan kewajiban saya untuk ibadah. Hari Minggu adalah waktunya refreshing, setelah seminggu bekerja. Kalau waktu ibadahnya pendek, saya bisa punya waktu lebih banyak untuk melakukan hal lain. Yang penting saya sudah berdoa, memuji nama Tuhan, memberi persembahan, mengikuti Perjamuan Kudus, dan mendengar Firman Tuhan

Saya berharap GSJS hanyalah menjadi “ibadah pengantara” sebelum kita disiapkan untuk menikmati ibadah yang sesungguhnya. Bila anda merasa nyaman dengan cukup satu jam beribadah, saya kuatir ada yang salah dengan kerohanian anda

Di sisi lain, saya ingin mengajak setiap gereja untuk berbenah. Milikilah organisasi yang rapi dan peduli terhadap jemaat anda. Bagi para Pendeta, Penginjil, Pengkotbah, mari kita meberitakan Firman Tuhan yang benar, dan bukan hanya yang menyenangkan telinga jemaat. Setiap pemimpin pujian, pengiring ibadah hendaknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum mengajak jemaat memuji dan memuliakan Tuhan. Untuk jemaat awam, jangan berpuas diri. Jadikanlah serupa Kristus menjadi tujuan kita yang terutama, bukan uang dan bukan kesehatan semata. Marilah kita berlomba-lomba untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan Tuhan, latihlah diri, beritakan Injil dan kenakanlah perlengkapan senjata Allah. God speed…..

#aku kok ngelu

Untuk membaca tulisan yang fenomenal lainnya, klik di sini

Share.

About Author

Istri saya ngomong kalau saya ini mirip Andi Lau, sedang teman-teman berkata kalau Andi Lau mirip saya # aku kok ngelu

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage