Mengapa Yusuf Yang Dipilih Menjadi Ayah Angkat Yesus?

Mengapa Yusuf Yang Dipilih Menjadi Ayah Angkat Yesus?

41

Sumber gambar: lucasmargono.files.wordpress.com

Karena semalam saya sudah diajar bagaimana caranya membaca Alkitab yang benar, ya saya coba praktekkan. Ahaaaii. Maklum ya, bukan Meyliska namanya kalau habis belajar lalu tidak mencatat hasil belajarnya. Siapa tahu berguna buat yang lain.

Saya mulai dari kitab Injil saja. Kenapa? Karena inti dari isi Alkitab adalah Yesus. Mau itu Perjanjian Lama atau Baru. Ujung-ujungnya ya Yesus juga.

Kebiasaan membaca saya seperti ini, misalnya pelajari tentang Jokowi. Pastinya kenal dulu dengan Jokowi yang sekarang, lalu mengenali potensinya. Kalau sudah bicara masalah potensi itu bisa juga berkaitan dengan masa depan. Tapi kan akhirnya kepo juga, koq Jokowi bisa begitu? Jadi mundurlah ke belakang, yaitu sejarah hidupnya.

Samaaa. Saya yakin suatu saat nanti saya akan mundur ke belakang untuk mempelajari kitab-kitab di PL. Karena rasanya tidak sempurna kenal Yesus kalau tidak mempelajari sejarahnya. Karena di PL memang Yesus sudah dinubuatkan.

Tapi ketika membuka kitab Matius misalnya, yang tertera pertama di situ kan mengenai silsilah. Jauh lebih banyak yang saya tidak tahu daripada yang saya tahu tentang orang-orang yang berada di silsilah Yesus. Itu saya simpan untuk saya pelajari nanti. Eeeeeaaa.

Salah satu guru SMP saya yang Muslim dulu pernah bertanya, “Siapa manusia yang dikandung tanpa hubungan biologis?” Kami diam karena tidak tahu. Lalu beliau bilang, “Dia itu nabi Isa.” Mulai sejak itu saya mulai tahu bahwa umat Islam ternyata percaya bahwa Yesus dikandung tanpa hubungan biologis.

Ingat ini, saya langsung ingat seseorang yang pernah bertanya, “Yesus bidannya siapa?” 😂 Anggap saja pertanyaannya jenius. Biasanya orang yang pertanyaannya anti mainstream itu orangnya jenius. Rasa ingin tahunya tinggi gitu lho 😁

Anggap saja kali ini saya jenius juga. Uhuk. Pertanyaan terbesar saya, “Kenapa Yusuf yang dipilih Tuhan untuk menjadi ayah angkat Yesus? Bukankah lebih bagus jika Yesus tanpa ayah saja daripada harus menyeret orang yang tidak ada kaitannya dengan bayi yang dikandung ini?”

Lalu mulailah saya mengangguk-angguk ketika membaca kata tulus hati dalam Injil yang disematkan dengan nama Yusuf.

Tuh kaaaaan, saya bilang juga apa. Cari laki-laki itu yang tulus dulu kayak Song Hye Kyo yang memilih Song Jong Ki karena ketulusan hatinya. Tuhan saja lebih memilih menitip Anak-Nya kepada orang yang tulus hati.

Kenapa harus orang yang tulus hatinya? Karena orang yang tulus itu tidak egois, sabar, keyakinannya kuat, pertimbangannya baik karena selalu ingin memberikan yang terbaik, tidak pamrih & potensinya menghadapi rintangan & tantangan jauh lebih baik.

Bisa dibayangkan ketika jadi Yusuf saat itu? Susah pastinya! Mendapati tunangan yang sudah bunting sementara merasa tidak menghamili pastilah menimbulkan perasaan & pertanyaan antara percaya atau tidak bahwa perempuan ini orang yang benar-benar setia atau tidak.

Tapi kan Yusuf sudah dikasih tahu bahwa anak itu dikandung dari Roh Kudus, Mey.

Oklah kalau begitu. Tapi yang perlu diingat juga Yusuf ini hidup di tengah masyarakat dengan hukum sosial yang keras, kedapatan berzina, akan dilempar batu. Masalahnya mudah tidak meyakinkan masyarakat bahwa anak yang dikandung tunangannya itu bukan hasil zina? Sulit pasti!

Kan bisa untuk meninggalkan Maria saja karena memang merasa tidak terlibat dalam proses kehamilan itu & biarlah masyarakat yang berspekulasi bahwa Maria sudah berzina & mengkhianati Yusuf kan? Bisa begitu toh?

Tapi namanya orang yang berhati tulus, Yusuf tidak meninggalkan Maria sendirian menanggung kesukaran itu semua. Jika hal ini saja Yusuf mau tanggung, apalagi hanya mengasihi seorang anak yang bukan darah dagingnya!

Yang kedua, Yusuf dipilih karena ketaatannya. Jangankan taat pada Tuhan. Dia pun taat kepada pemerintah. Waktu itu dia sampai bela-belain ke Betlehem untuk mendaftarkan diri sebagaimana aturan pemerintah saat itu. Bahkan ketika awalnya dia ingin menceraikan Maria secara diam-diam, dia pun taat kepada apa yang disampaikan malaikat dalam mimpinya.

Yusuf dipilih karena cara hidupnya dipercaya mengurangi potensi masalah kepada Maria & bayi Yesus. Karena hidupnya tidak sembrono

Yusuf juga termasuk pria bijaksana. Itu nampak saat ada niat untuk menceraikan Maria secara diam-diam agar Maria tidak dipermalukan di depan umum tapi diurungkannya. Ia penuh pertimbangan. Sosok laki-laki yang dipercaya mampu mengambil keputusan yang oenuh pertimbangan, melindungi dan menjadi kepala keluarga yang baik.

Yusuf terpilih tidak dengan melihat bahwa dia seorang tukang kayu & laki-laki biasa saja. Dia dipilih karena kualitas hati & pemikirannya.

Maka hai para lelaki, belajarlah dari Yusuf. Jika kalian ingin dipercayakan kepercayaan besar, maka jadilah laki-laki yang benar & dapat diandalkan.

Akhir kata, karena ketulusan adalah mata air semua kebajikan hidup. 

 

 

Share.

About Author

> Pembelajar Kehidupan > Pakar Do'i > Kekacauan Yang Indah > FB: Meyliska Padondan

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage