Patung Patung Dirobohkan, Ini Alasannya

Patung Patung Dirobohkan, Ini Alasannya

23

Keinginan segenap umat muslim garis keras untuk merobohkan dan menghancurkan patung kembali mencuat. Tampaknya ini bukan yang pertama juga bukan yang terakhir.

Patung dewa Kuan Kong ditutupi kain putih, namun suatu hari nanti islam garis keras akan menghancurkannya. Alasannya akan dijelaskan disini.

Ada juga patung Buddha Amitabha yang diturunkan di Tanjung Balai.

Sudah banyak patung yang dihancurkan dan akan dihancurkan. Inilah gambar beberapa patung yang sudah dihancurkan:

 

Patung Wisnu Murti, patung Arjuna Memanah di lokasi obyek wisata Situ Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis dinihari, 11 Februari 2016 dihancurkan dan di bakar.

 

Patung-patung wayang di Purwokerto sebelum dihancurkan.

Ribuan massa mengerek patung Gatotkaca menggunakan tambang sebelum ditarik kendaraan. Selanjutnya, mereka bergerak ke pertigaan Bunder dan menghancurkan patung Semar.

Patung Semar hancur dengan kepala terpisah dari tubuhnya.

Belum puas dengan aksi tersebut, massa berbalik arah menuju lokasi patung Bima di pertigaan Ciwareng. Terakhir, perusakan patung “Selamat Datang” di mulut Jalan Gandanegara yang menjadi pusat perkantoran Bupati Purwakarta.

Patung Cendikia di persimpangan Jalan Wastukencana-Cihampelas-Abdul Rivai-Cicendo dirobohkan.

Patung Ikan di Pangandaran juga dirobohkan.

Satu per satu Patung Jayandaru yang menjadi ikon Kabupaten Sidoarjo dan berada di sebelah timur Alun-Alun Jalan Ahmad Yani, akhirnya diturunkan, Jumat (27/2/2015).

Patung harimau yang sempat viral di medsos akhirnya dihancurkan. Untuk patung yang belum dirobohkan, tunggu waktunya saja sebab telah jelas hukumnya.

Membuat patung orang kafir itu lebih haram lagi, karena di situ terkumpul dua bentuk keburukan; keburukan membuat patung, dan keburukan mengagungkan orang kafir.

Tidak boleh ya mengagungkan orang kafir? Pantas saja orang-orang kafir berbakat dijatuhkan dan dihancurkan, agar orang kafir tidak diagungkan namun di cela.

Hormatilah orang-orang muslim yang percaya akan sabda Nabi Muhammad. Maka jangan membuat gambar ataupun patung menyerupai mahluk hidup seperti manusia di wilayah muslim, sebab jelas haram hukumnya, maka sah untuk dihancurkan sesuai contoh dan sabda nabi Muhammad sendiri.

Arab saudi  menggunakan gambar manusia dalam mata uangnya. Entah apa alasan mereka bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad

Para pembaca hendaknya menghormati Nabi Muhammad yang telah bersabda. Diharapkan untuk tidak mengkritik pemahaman ini.

Adapun alasan penghancuran patung-patung dari sudut pandang islam adalah sebagai berikut:

Ada sebuah kisah:

Datang seorang lelaki bertanya: “Wahai Abu Abbas! Saya ini orang yang kerjanya melukis. Saya seorang pelukis.”

Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma menjawab: “Saya hanya akan memberitahukan kepadamu apa yang kudengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aku pernah mendengar beliau bersabda: “Barangsiapa yang melukis gambar, pasti akan disiksa oleh Allah sampai ia mampu meniupkan ruh ke dalam gambar-gambar tersebut. Padahal ia tidak akan mampu meniupkan ruh tersebut selamanya.”

Serta merta lelaki tadi merangkak dengan susah payah, wajahnya memucat.

Maka Ibnu Abbas berkata: “Kalau kamu masih membandel, silakan kamu menggambar pepohonan dan segala sesuatu yang tidak bernyawa.” HR. Al-Bukhari (2112) dan Muslim (2110).”

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya di Hari Kiamat nanti adalah para pelukis.” HR. Al-Bukhari (5606) dan Muslim (2109)

Mengapa demikian?

Dari Abdullah bin Amru bin Aash Radhiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

Sesungguhnya orang-orang yang membuat lukisan ini akan disiksa di hari kiamat nanti, lalu diperintahkan kepada mereka: “Hidupkan apa yang kalian ciptakan itu.” HR. Al-Bukhari (5607) dan Muslim (2108).

Itu sedikit kisah tentang pelukis dan lukisannya.

Kini mengenai patung – patung:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki Mekah dengan orang-orang yang bersama beliau dari suku Adzakhir. 

Di sekitar Ka’bah terdapat 360 berhala yang tegak di atas tanah. Patung-patung ada yang besar dan ada yang kecil. Patung-patung itu kemudian diikatkan ke dinding-dinding Ka’bah dengan timah. Lalu patung-patung itu dihancurkan sendiri oleh Nabi Muhammad dengan tongkat.

Setiap memukulkan tongkatnya pada patung-patung itu, Nabi Muhammad membaca ayat yang sudah lama diturunkan kepada Beliau: “Dan,katakanlah, ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.’Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. Al-Isra: 81)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan: “Rasulullah SAW memerintahkan segala gambar dan patung yakni patung dari orang mati, atau patung yang dibangun di atas kuburan agar dihancurkan, karena keduanya dapat menimbulkan kemusyrikan.”(Majmu’ Al-Fatawa, 17/462).

Nabi Muhammad sendiri tidak suka dengan lukisan, maka semua umat muslim yang baik perlu mengikuti teladan Nabi Muhammad.

Sebagaimana dikisahkan dari Aisyah RA bahwa ia menceritakan pernah membeli sebuah bantal yang ada gambarnya.

Ketika Rasulullah SAW melihatnya, beliau langsung berdiri saja di depan pintu rumahnya dan tidak mau masuk.

Aisyah bisa melihat ketidaksenangan di wajah Rasulullah saw, lalu ia bertanya, “Wahai Rasulullah! Aku bertaubat kepada Allah SWT dan kepada Rasul-Nya. Dosa apakah gerangan yang telah kulakukan?”

Beliau SAW menjawab, ‘Dari mana engkau dapatkan bantal ini?’ Aisyah menjawab, ‘Aku yang membelinya untuk engkau gunakan duduk-duduk dan bersandar.’

Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya orang-orang yang melukis benda-benda hidup ini akan disiksa di Hari Kiamat nanti.’ Dikatakan kepada mereka, ‘Coba kalian hidupkan lukisan-lukisan yang kalian buat itu!’ Beliau melanjutkan, ’Sesungguhnya rumah yang ada gambar semacam itu tidak akan dimasuki oleh para malaikat’.” (HR. Bukhari Muslim)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan bahwa dari seluruh ayat dan hadits di atas membuktikan bahwa ‘illah atau alasan yang menjadi sebab diharamkannnya lukisan (patung) itu ada tiga.

Pertama: Meniru ciptaan Allah.

Kedua: Meniru perbuatan orang-orang kafir.

Ketiga: Merupakan sarana pengagungan yang akhirnya menjerumuskan kepada perbuatan syirik.

Paparan di atas menjadi alasan kuat larangan membuat patung di dalam Islam. Dosa syirik adalah dosa yang paling tinggi dan paling besar balasannya di akhirat.

Islam tidak ingin pemeluknya dekat-dekat dengan dosa ini. Untuk itu, segala hal yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa syirik dilarang, termasuk membuat patung dan sejenisnya.

Tidak lain hal tersebut bertujuan melindungi para pemeluknya dari siksa Allah di akherat nanti.

Namun demikian negara Indonesia bukan negara Islam, ada banyak suku, agama, dan budaya di Indonesia. Aturan agama Islam tidak dapat dipaksakan kepada agama lainnya.

Entah jika suatu saat nanti negara ini telah menjadi negara Syariat Islam ataupun Khilafah beda lagi nanti.

Sumber:

https://islamqa.info/id/7222

www.kisahmuslim.com

www.kiblat.com

www.detik.com

www.tempo.com

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage