Ramadhan Adem Lan Tenterem dan Suasana Khas

Ramadhan Adem Lan Tenterem dan Suasana Khas

0

Gambar : Haloponsel.com

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, melimpah rahmat dan pengampunan. Bulan yang sangat mulia dan istimewa. Bulan  dimana semua berusaha memperbaiki diri. Banyak sekali hal-hal baik yang dilakukan di bulan ini.

Mengoptimalkan semangat ibadah di bulan Ramadhan sangatlah penting, karena belum ada jaminan bisa berjumpa lagi dengan Ramdhan selanjutnya, tetapi ingat, jangan sampai terjebak dalam riya. Terlepas dari hal itu,  di Indonesia sendiri banyak hal-hal dilakukan dan menjadi ciri khas bulan Ramadhan di Indonesia.

Pemaknaan tepat membuat suasana adem lan tenterem

Spiritualitas sejati lebih menekankan perilaku dan pemaknaan yang mendalam. Pemaknaan mendalam sangatlah penting, karena hal ini berpengaruh kepada hasil atau buah dari spiritualitas itu sendiri.

Menahan segala nafsu di bulan suci, menimbulkan efek positif yang tersebar dalam kehidupan. Orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, segala daya dan upaya dilakukan untuk menjaga puasanya tidak batal. Yang membatalkan puasa selain makan dan minum, hal yang tidak kalah penting adalah hati, pikiran dan tindakan.

Orang yang sedang berpuasa, akan berusaha sekuat tenaga mejaga hati, pikiran dan perbuatan supaya puasa tidak batal. Hal tersebut membuat suasana Ramadhan menjadi sejuk dan tenteram. Itu akan terjadi Jika sebuah konteks dalam kitab suci tidak di telan mentah-mentah secara letterlek ( harafiah) dengan hanya fokus kepada, puasa sama dengan tidak makan dan tidak minum.

Ditelaah setengah-setengah, tanpa menyelesaikan semuanya, menyebabkan makna sesungguhnya menjadi kabur, sama seperti tidak makan dan tidak minum saat berpuasa tetapi ngerumpi tetap dilakukan. Contoh lain, jika suatu ayat yang keluar disaat perang digunakan saat negeri damai aman sentosa, tentu saja menjadi tidak relevan dan menyebabkan permaslahan timbul .

Pemaknaan secara menyeluruh menjadi penting, dengan mengikut sertakan rasionalitas dalam memaknainya. Jika tidak seperti itu, akan berpotensi salah arti, seperti sebuah kiasan atau majas yang ditelan mentah-mentah yang akan menimbulkan penyimpangan makna yang sebenarnya.

Bigitu pula dengan pemaknaan dalam berpuasa di bulan suci Ramadhan, semua harus tepat. Jika tidak, maka akan menimbulkan banyak permasalahan yang disebabkan saat menjalankan ibadah seperti :

Riya tak disadari

Sebagai manusia normal, berbuat baik adalah keinginan yang mendasar. Seburuk-buruknya manusia, keinginan berbuat baik pasti ada, apalagi manusia yang mempercayai akan kehidupan setelah mati. Semua agama meyakini adanya kehidupan setelah mati memiliki konsep yang sama. Perbuatan baik di dunia akan membawa kepada kebahagiaan di kehidupan setelah mati.

Kita akan sangat mudah membedakan keburukan atau kejahatan yang terlihat jelas, seperti mencuri, merampok, korupsi, berbohong, dan membunuh. Tetapi menjadi kesulitan yang teramat sangat jika kita ingin membedakan keburukan yang bersembunyi dibalik kebaikan, dan ini merupakan hal yang tersulit.

Salah satunya adalah riya, menjadi hal yang paling sulit dilawan. Setiap manusia memiliki kecenderungan ingin dihargai. Bisa ditanyakan dalam hati kita masing-masing, siapakah orang yang tidak ingin dihargai? Selain ingin dihargai, rasa ingin dihormati juga menjadi hal wajar yang jika diinginkan manusia sebagai mahluk sosial.

Rasa ingin dihargai dan dihormati secara tidak sadar membentuk suatu kebiasaan yang terpatri dalam hati. Melakukan sesuatu kebaikan supaya mendapat penghargaan dari sesama manusia, meski awalnya berniat tulus, potensi riya sangat besar.

Dalam rangka mencari berkah pengampunan dan pahala di bulan penuh rahmat ini, semua umat muslim yang menyadarinya berlomba-lomba mendekatkan diri dengan sang pencipta secara intens. Riya menjadi tantangan terbesar di bulan suci ini, dibandingkan menahan lapar dan haus.

Khilaf dan Konsumtif tak disadari

Setiap menjelang berbuka puasa, saya selalu menghindari rute jalan yang melewati restoran untuk menuju ke rumah. Macet , itulah penyebab utama saya enggan melewati rute tersebut. Setealah menahan lapar dan haus seharian, tentu saja aji mumpung buka puasa dapat berpotensi sebagai ajang balas dendam. Makan dengan menu yang berlebihan, hingga kenyang tidak ketulungan.

Alasan tidak mau ribet karena sedang berpuasa, menjadikan kita selalu ingin membeli makanan jadi serta menelan paket-paket menu berbuka puasa di restoran-restoran.Tidak masalah, jika tidak berlebihan, akan menjadi masalah tersendiri jika menjadi kebiasaan yang berlanjut walaupun bulan puasa sudah usai.

Ngabuburit, berburu takjil,  buka bersama hingga pedagang dadakan

Menunggu beduk berbuka puasa banyak dapat diisi dengan berbagai macam kegiatan. Salah satunya adalah ngabuburit. Ngabuburit biasanya dilakukan dengan sekedar berjalan-jalan ditempat-tempat yang asyik untuk sekedar nongkrong sampai menikmati suasana keramaian berkumpul menunggu saat-saat berbuka.

Selain hanya sekedar nongkrong, ngabuburit menunggu waktu berbuka juga biasa dilakukan untuk berburu takjil. Makanan ringan serta minuman untuk berbuka sangat beragam, dengan khas Indonesia, dari kolak sampai jajanan pasar.

Berkah Ramdhan tentu saja dapat dinikmati oleh para pedagang dadakan. Saya jadi ingat teman-teman yang berjualan es kelapa muda, sampai dengan olahan sayur dan lauk untuk berbuka puasa . Hal itu dilakukan untuk tambahan uang jajan disaat masa-masa kuliah mereka yang jauh dari orang tua.

Upaya bersama-sama menjadikan kebiasaan baik yang membawa rahmat bagi seluruh semesta, itulah makna puasa bagiku, bagaimana dengan anda?

#ArtiRamadhan

Share.

About Author

Pengamat kelas coro yang otaknya dikit, puas loo?.........antonseword.com@gmail.com....

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage