“Sebab Rancangan-KU bukanlah rancanganmu , dan jalanmu bukanlah jalan-KU”

“Sebab Rancangan-KU bukanlah rancanganmu , dan jalanmu bukanlah jalan-KU”

10

Ahok-Djarot Kalah, Anies-Sandi Menang

Perjalanan panjang Pilkada DKI Jakarta usai sudah. Hiruk pikuk yang menguras enerji  dan menghadirkan teror psikologis mulai kembali adem. Kenapa? Walau masih sebatas versi Quick Count, tapi Paslon No. 2 Ahok-Djarot sudah jelas kalah. Pemenangnya adalah Paslon No. 3 Anies-Sandi. Dengan perbedaan suara relatif signifikan, keajaiban sangat sulit terjadi untuk Paslon No. 2 Ahok-Djarot. Sebaliknya untuk pendukung Pason No. 3 Anies-Sandi. Keajaiban sungguh nyata! From zero to hero! Yah, kurang lebih seperti itu buat para pendukung Paslon No. 3. Muka sumringah terlihat di sana-sini. Komentar-komentar sukacita memenuhi berbagai media sosial. Tidak ketinggalan sujud syukur.

Suka atau tidak, mau atau tidak, kekalahan Paslon No. 2 Ahok-Djarot membuat banyak para pendukung terpekur penuh duka. Harapan DKI Jakarta setara dengan kinclongnya The Big Apple redup. Harapan birokrasi administrasi yang bersih, jujur, dan transparan pun, menjadi suram. Harapan perilaku dan budaya KKN yang sudah mengakar teramat lama binasa pun sirna. Dan sebagainya dan sebagainya. Rumus PH = R < E pun berlaku (PH = Patah Hati; R = Realita; < = Lebih Kecil; dan E = Ekspektasi).

Di tengah-tengah duka mendalam, Firman TUHAN menyapa kita semua selaku pendukung Paslon No. 2 Ahok-Djarot yang tentunya sedang bersedih, bahkan berduka:

“RancanganKU, bukanlah rancanganmu. JalanKU, bukanlah jalanmu!”

Firman yang sangat telak menghujam “otak” dan “ulu-hati,” pastinya! Firman yang hendak mengingatkan ulang kita semua para pendukung Ahok-Djarot: “Sejatinya siapakah kita ini? Kalau bukan karena anugerah kasihNYA, kita hanyalah seonggok debu tanah!” Artinya, TUHAN yang mencipta kita, TUHAN pula yang berhak menentukan keberlangsungan kehidupan alam semesta. Tentunya termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI tercinta ini, termasuk di DKI Jakarta. Jadi kalau hari ini Ahok-Djarot kalah dalam Pilkada DKI Jakarta dan sebaliknya Anies-Sandi yang menang: Lihatlah dari perspektif kacamata iman. Bukan dengan kacamata kedagingan kemanusiaan kita yang penuh dengan hawa nafsu dan angkara murka. Sebab dengan menggunakan kacamata iman, kita semua pasti dimampukan untuk berserah diri hanya pada kehendak TUHAN. Lalu meng-aminkan:

  • Kalau bukan karena rancanganMU dan jalanMU ya TUHAN, mustahil Ahok-Djarot dapat menerima kekalahan dengan lapang dada dan secara ksatria;
  • Kalau bukan karena rancanganMU dan jalanMU ya TUHAN, mustahil NKRI tercinta, khususnya DKI Jakarta, sampai saat ini terhindar dari chaos yang menghancurkan;
  • Kalau bukan karena rancanganMU dan jalanMU ya TUHAN, mustahil NKRI tercinta, khususnya DKI Jakarta, sampai saat ini masih dalam situasi dan kondisi yang kondusif aman dan damai”

Di sinilah sesungguhnya campur tangan keajaiban kasih TUHAN untuk NKRI tercinta, termasuk DKI Jakarta, di mana kita berada dan hidup. Namun, jangan hanya sampai meng-aminkan. Secara repetisi tanpa henti jangan lupa memanjatkan doa permohonan kepada TUHAN pula:

“Pada waktuMU ya TUHAN, wujudkanlah harapan kami untuk NKRI tercinta ini, khususnya DKI Jakarta, agar:

  • Bebas dari banjir lewat kerja keras pengganti Ahok-Djarot;
  • Bebas dari kemacetan lewat pembangunan infrastruktur yang tidak mangkrak di tangan pengganti Ahok-Djarot;
  • Bebas dari perilaku dan budaya KKN lewat birokrasi administrasi yang bersih, jujur, dan transparan yang dihadirkan oleh pengganti Ahok-Djarot;
  • Bebas dari teror psikologis berbalut isu SARA yang selama Pilkada DKI Jakarta berlangsung sedemikian masif dan sistemik, juga oleh pengganti Ahok-Djarot;
  • Bebas dari perpecahan berbangsa dan bernegara lewat tenun kebangsaan yang dikumandangkan oleh pengganti Ahok-Djarot;
  • Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.”

Mari bangkit Bersama Mencerdaskan Nalar dan Menajamkan Nurani

Ahok-Djarot dengan lapang dada dan secara ksatria sudah menyatakan menerima kekalahan. Hal ini bisa terjadi karena mereka meletakkan sepenuhnya iman percaya mereka hanya kepada TUHAN. Sebab di dalam kuasa TUHAN yang berlimpah kasih, hadir hikmat nan bijak penuh kasih pula. Oleh karena itu, sebagai orang-orang yang mengaku waras dan bernurani, utamanya mengaku percaya dan beriman kepada TUHAN, mari bersama kita teladani Ahok-Djarot. Terima kekalahan ini dengan lapang dada dan secara ksatria. Sakit dan menyesakkan memang. Namun itulah yang TUHAN kehendaki selaku pencipta dan pencinta damai serta keberagaman. Bukan sebaliknya, ikut-ikutan mencontoh perilaku orang-orang yang mencintai keseragaman dan kerusuhan akibat mengkonsumsi candu bernama isu SARA over dosis. Bukan pula bak hewan bernama kambing hitam yang meng-embek keras: “Mbekkk, kami dicurangi, mbekkkk!” Itu bukan gambaran dan rupa TUHAN. Enyahkan jauh-jauh dari pikiran, apalagi tutur kata dan perbuatan.

Last but not least, ingatlah. Kekalahan Ahok-Djarot bukan akhir segalanya. Jangan  membiarkan diri terus hanyut dan tenggelam dalam patah hati yang tidak berkesudahan. Justru jadikan peristiwa ini sebagai momen untuk terus melangkah secara bersama guna menyatakan kebenaran, keadilan, dan kasih TUHAN. Masih ada begitu banyak saudara-saudara kita yang tumpul nalar dan nurani. Inilah yang menjadi tugas utama kita semua. Niscaya pada waktu TUHAN, harapan akan hadirnya DKI Jakarta dan khususnya Indonesia jaya terwujud! Caranya? Ada banyak!  Salah satunya lewat tulisan-tulisan berbasis hanya pada kebenaran, keadilan, dan kasih  TUHAN. Selamat berkarya tanpa henti para sahabat seperjuangan Sewordersss.

 

Ever Onward No Retreat!
GOD Bless Sewordersss always & more!
GOD Bless Ahok-Djarot always & more!
GOD Bless Anies-Sandi always & more!
GOD Bless Indonesia, especially DKI Jakarta always & more & more!

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage