Hal Ini yang Menyebabkan Valentino Rossi Berniat Untuk Pensiun dari MotoGP

Hal Ini yang Menyebabkan Valentino Rossi Berniat Untuk Pensiun dari MotoGP

12

Valentino ‘the doctor’ Rossi

Bagi saya sebagai penyuka MotoGP, kehadiran sosok Valentino Rossi di sirkuit adalah wajib. Nonton balapan MotoGP tanpa kehadiran Rossi seperti nonton balapan liar yang dilakukan oleh pemuda-pemuda tanggung di jalan raya. Hanya melihat balapan saja, tanpa ada seni dan sensasi keriuhan MotoGP.

Valentino Rossi adalah magnet MotoGP. Bagi pecinta motoGP klaim ini rasanya tidak ada yang akan membantahnya. Walau pun sekarang sudah ada Marc Marquez, Pedrosa, Ianone dan yang lagi naik daun Maverick Vinales tetap saja semua mata tertuju pada sosok Valentino Rossi. Tak ada Rossi di sirkuit bagaikan makan tanpa garam, hambar rasanya.

Juara dunia 9 kali ini beberapa kali dipecundangi oleh pembalap muda seperti Lorenzo dan Marc Marquez. Masih ingat di sirkuit Sepang beberapa tahun lalu? Akibat insiden tendangan Rossi, yang berbuntut Rossi terkena finalty dan menjadikan Lorenzo menjadi juara dunia. Tentu banyak yang melihat pada balapan berikutnya Marc Marquez yang mana berasal dari negara yang sama dengan Lorenzo banyak membantu Lorenzo mencapai gelar juara dunia tersebut. Membuat Rossi semakin senewen dengan Marquez.

Tahun-tahun berikutnya membuat Rossi semakin berat untuk mencapai gelar juara dunia lagi, bukan hanya karena makin banyaknya pebalap-pebalap muda yang begitu potensial dan punya kans menjadi juara dunia, juga karena dukungan motor yang tidak kompetitif dengan motor kompetitor lainnya seperti Ducati dan Honda.

Untuk musim ini saja, Rossi yang semula memimpin  daftar sementara klasemen MotoGP 2017, terpaksa harus menyerahkan kepada Maverick Vinales rekan satu timnya di Movistar Yamaha. Setelah balapan di Catalunya, posisi Rossi melorot keurutan 5, dibawah Andrea Dovizioso, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa.

Mengapa Valetino Rossi bisa melorot dari posisi pertama ke urutan ke-5? Kesialan mulai terjadi ketika Rossi membalap di Sirkuit Le Mans, Prancis (Minggu, 21/5/17) karena terburu nafsu untuk mengejar posisi satu melawan rekan setimnya Maverick Vinales. Tetapi apes menjelang lap terakhir pada tikungan ke-11 Rossi membuat kesalahan dan terjatuh. Ini merupakan kegagalan pertama Rossi naik podium. Dan harus menyerahkan klasemen sementara kepada Maverick Vinales dan Rossi berada pada posisi ketiga.

Pada balapan di Sirkuit Mugello, Italia (Minggu, 4/6/2017) walau pun sempat kejar-kejaran dengan Maverick Vinales, Dovizioso, Petrucci, tetap saja Valentino Rossi harus mengakui keunggulan mereka. Dan Valentino Rossi hanya menempati urutan ke-4 walau pun Valentino Rossi sebagai tuan rumah. Dewi Fortuna masih belum memayungi Rossi saat itu.

Membalap di sirkuit Catalunya, Spanyol merupakan beban berat bagi Rossi. Bukan saja karena Spanyol adalah tuan rumah bagi Maverick Vinales, Lorenzo dan Marc Marquez, tetapi juga kondisi trek sirkuit Catalunya yang tidak bersahabat bagi Rossi. Dan hal itu menjadi kenyataan bagi Rossi. Rossi hanya dapat finish pada urutan ke-8 walau pun sempat posisi kelima. Pole position yang buruk bagi Rossi yaitu berada pada urutan ke-13 membuat Rossi tambah kesulitan untuk mengejar ketinggalan.

Setelah kekalahan Rossi di Sirkuit Catalunya, terdengar kabar bahwa Rossi mengancam meninggalkan tim Movistar Yamaha, jika tim tersebut masih saja tidak memperbaiki motor M1 2017 yang menurut Valentino Rossi masih bermasalah tersebut.

Kekecewaan Rossi semakin menjadi-jadi setelah pihak Yamaha tidak berbuat banyak ketika dia memberi masukan terkait motor M1 2017. Padahal, Rossi sudah memberitahu pihak Yamaha bahwa motor M1 2017 mengalami masalah understeer sejak menjalani tes di Sirkuit Valencia, Spanyol, November 2016.

“Motor ini menderita karena understeer. Saya tidak punya kepercayaan diri ketika memasuki tikungan seperti musim lalu. Motor ini tidak menikung seperti seharusnya. Kami harus segera mengangkat motor, dengan begitu membuat ban cepat habis,” ujar Rossi seperti dikutip dari GPOne.

“Ketika saya melakukan tes motor ini di Valencia, saya dengan cepat menyadari sensasi itu. Tapi, Vinales datang dari Suzuki, penuh motivasi dan tampil cepat di tes resmi, kemudian dia menang. Semuanya terlihat oke, tapi kemudian belakangan terlihat menyedihkan,” sambungnya.

Akibat dari motor M1 2017 yang bermasalah ini membuat ambisi Rossi untuk menjadi juara MotoGP yang ke-10 kalinya tidak akan terwujud, Kalau Yamaha tidak segera memperbaiki motor M1 2017 maka target Rossi hanya akan menjadi angan-angan saja. Dan Rossi pun berkeinginan untuk meninggalkan Tim Movistar Yamaha. Rossi juga pernah mengatakan bahwa dia lebih memilih pensiun daripada tidak mampu tampil kompetitif di ajang MotoGP.

Nah lho, siapa yang ingin melihat Valentino Rossi pensiun? Kalau saya sih mengharapkan Rossi tidak akan pensiun di MotoGP. Tak ada Rossi MotoGP tak rame.

 

Share.

About Author

Karena Tuhan sudah mengatur segalanya. Kita hanya sekedar menjalaninya. Tetap fokus pada rencana Tuhan. Maka kita tidak akan tersesat.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage