Kebijakan Transfer Chelsea: Untung Atau Buntung?

Kebijakan Transfer Chelsea: Untung Atau Buntung?

3

Chelsea saat merayakan keberhasilan menjuarai Premier League pada musim lalu (sumber: seputarjawa.com)

Pada beberapa hari lalu, Chelsea resmi mengumumkan penjualan Nemanja Matic ke Manchester United. Dengan biaya transfer yang berada dikisaran £40 juta, Matic menjadi pemain ketiga yang didatangkan MU musim ini setelah Victor Lindelof dan Romelu Lukaku.

Pada bursa transfer musim panas kali ini, Chelsea bergerak cukup agresif dengan mendatangkan bek AS Roma Antonio Rudiger, gelandang pengangkut air AS Monaco Tiemoue Bakayoko, penjaga gawang Manchester City yang datang tanpa biaya transfer, Willy Caballero. Serta Alvaro Morata yang tidak ingin hanya menjadi pilihan kedua di Real Madrid.

Namun pemain yang masuk sebanding dengan pemain yang keluar, baik yang hijrah secara permanen maupun dipinjamkan selama semusim penuh. Nathan Ake dan Asmir Begovic dilepas ke Bournemouth. Sementara Nathanael Chalobah bergabung dengan Watford. Pemain-pemain lain seperti Kurt Zouma, Mario Pasalic, Lucas Piazon, hingga Ruben Loftus-Cheek dipinjamkan ke klub lain untuk menambah jam terbang mereka.

Melihat tren transfer Chelsea, apakah pembaca merasa heran? Disaat tim-tim lain enggan melepas pemain terbaiknya ke tim rival, Chelsea malah melakukannya. Berbeda dengan Borussia Dortmund yang melepas Robert Lewandowski, Mats Hummels, dan Mario Goetze ke Bayern Munchen karena keinginan sang pemain, Chelsea justru melepas pemain-pemain terbaiknya untuk menyiasati pengeluaran klub yang terkenal royal dalam belanja pemain.

Tren tersebut dimulai saat Chelsea pada musim 2013/2014 melepas Juan Mata yang meraih predikat pemain terbaik Chelsea selama dua musim berturut-turut. Kala itu, Mourinho yang justru kini melatihnya di Manchester United lebih memilih Oscar sebagai playmaker yang bermain dibelakang striker tunggal. Bersama MU, ia bermain cukup baik dimana ia berhasil mempersembahkan trofi Piala FA, Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa.

Pemain kedua adalah Petr Cech. Penjaga gawang Timnas Republik Ceko ini sudah diidentikkan dengan Chelsea. Ia bersama Didier Drogba, John Terry, dan Frank Lampard kerap kali dijadikan kuartet yang sukses membawa Chelsea ke dalam kejayaan sejak diambil alih oleh Roman Abramovich pada tahun 2003. Namun pada tahun 2015, ia menyebrang ke London Utara demi memberikan tempat kepada penjaga gawang belia, Thibaut Courtois. Bersama Arsenal, Cech menyumbangkan satu trofi Piala FA ketika pada musim lalu ketika mereka menumbangkan Chelsea 2-1 pada babak final.

Lalu kasus yang sama terjadi pada Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Mohammed Salah. Ketiganya adalah pemain yang pernah disia-siakan Chelsea. De Bruyne hanya bermain dalam beberapa pertandingan bersama Chelsea sebelum akhirnya dilepas ke Wolfsburg. Bersama Wolfsburg, ia menjelma menjadi pemain dengan umpan-umpan yang berteknik tinggi. Manchester City pun kepincut dan akhirnya pada musim 2015/2016, ia bergabung bersama Manchester City. Bersama City ia menjadi pemain dengan jumlah asis terbanyak di Premier League musim lalu. Bersama Manchester City, ia memenangkan Piala Liga dan membawa City ke semifinal Liga Champions pada musim 2015/2016.

Begitu juga dengan Lukaku. Dibeli Chelsea dari Anderlecht pada musim 2011/2012, ia tidak pernah mendapatkan kesempatan tampil di tim utama dan lebih banyak menghabiskan masanya di Chelsea sebagai pemain pinjaman di West Bromwich Albion dan Everton. Ia hijrah secara permanen ke Everton pada musim 2014/2015. Bersama Everton, Lukaku menjelma menjadi salah satu predator ganas di depan gawang lawan dan hal tersebut membuat Chelsea kembali berminat untuk merekrutnya. Namun secara mengejutkan ia resmi hengkang ke Manchester United dengan biaya sekitar £75 juta pada bursa transfer musim panas kali ini.

Pun juga Mohammed Salah yang dijuluki Messi dari Mesir ini pernah bermain untuk Chelsea pada medio pertengahan 2014 hingga awal 2015. Bersama Chelsea ia tidak mendapatkan menit bermain yang cukup sehingga membuat ia dilepas ke AS Roma. Bersama tim sekota Lazio, ia mempertontonkan performa yang luar biasa sehingga membuat Liverpool tertarik dan membuat mereka memecahkan rekor transfer mereka untuk pemain yang pernah bermain untuk Fiorentina tersebut.

Dan yang terakhir adalah Nemanja Matic. Kedatangan Tiemoue Bakayoko nampaknya mengancam posisi Matic sehingga membuat ia memutuskan untuk hengkang dari tim yang ia bela sejak selama dua periode yakni pada musim 2009/2010-2010/2011 dan 2013/2014-2016/2017. Dan Chelsea lebih memutuskan menjualnya ke Manchester United daripada menjualnya ke Juventus atau Intermilan yang juga meminati pemain Timnas Serbia tersebut.

Melihat kebijakan transfer yang dilakukan Chelsea apa yang terpikirkan dalam benak pembaca sekalian? Saya berpendapat bahwa Chelsea adalah tim yang memiliki kebijakan transfer yang cukup jeli setelah pada awal-awal kedatangan Roman Abramovich selalu jor-joran. Chelsea kini membeli pemain sesuai kebutuhan mereka. Dan hal itu terbukti pada musim lalu ketika mereka mendatangkan N’Golo Kante, David Luiz, dan Marcos Alonso pada musim lalu. Dan juga dua gelar Premier League dalam tiga tahun terakhir menjadi bukti keberhasilan Chelsea dalam kebijakan transfernya.

Jadi, apakah Chelsea untung atau rugi perihal kebijakan transfernya dimana mereka menjual pemainnya ke klub rivalnya di Liga Inggris? Mari berdiskusi!

Bagi pembaca yang ingin membaca tulisan saya yang lain dapat membacanya di sini

Share.

About Author

Hanyalah seorang mahasiswa yang mempunyai mimpi untuk melihat Indonesia menjadi lebih baik lagi.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage