Kemenangan Owi Butet “Menggebuk” Orang-Orang Rasis dengan Sukses

Kemenangan Owi Butet “Menggebuk” Orang-Orang Rasis dengan Sukses

4

Hari ini, tanggal 18 Juni 2017, kembali kita dikabarkan berita baik yaitu berita kemenangan dari pemain bulutangkis dari Indonesia, yaitu Tontowi Ahmad (biasa dipanggil Owi) dan Liliyana Natsir (biasa dipanggil Butet) di turnamen bulu tangkis BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017. Owi seorang Jawa Muslim dan Butet seorang Cina Katolik mengharumkan nama Indonesia di ajang bergengsi dan mempertontonkan secara nyata kepada kita sebagai masyarakat Indonesia bahwa tidak ada yang bisa menghalangi perbedaan untuk membanggakan Indonesia.

Saya pernah mendengar sebuah kalimat bahwa hanya olahraga lah yang bisa memersatukan kita sebagai rakyat Indonesia karena kita tidak peduli apa latar belakang atau suku atlet yang sedang bertanding di lapangan, kita hanya tahu bahwa atlet-atlet tersebut mewakili Indonesia di pertandingan melawan negara-negara lain. Dan kita semua hanya berharap mereka memenangkan pertandingan olahraga apapun itu sehingga Indonesia bisa bangga dengan kemenangan mereka.

Alangkah indahnya bila sikap kesatuan tersebut diterapkan di semua hal, termasuk di bidang politik. Bila itu sudah bisa berhasil diterapkan di semua bidang, termasuk politik, maka kita tidak akan mendengar kalimat berbau kebencian lagi seperti “jangan memilih pemimpin kafir”, “kita harus memilih pemimpin yang satu agama dengan kita”, dan lain-lain.

Bagi yang masih rasis dan suka menghina atau mengkafirkan orang-orang yang berbeda dengan dia, silahkan belajar dari pasangan ganda campuran kesayangan milik Indonesia ini. Coba belajar seperti mereka yang saling menyemangati satu sama lain walaupun berbeda suku, agama, maupun gender. Tidak ada yang lebih mengharukan daripada kita melihat sepasang putera-puteri negri ini berjuang untuk mengumandangkan Indonesia Raya di depan atlet-atlet dari negara lain dan di seluruh masyarakat Indonesia.

Sepak terjang 2 orang ini patut diacungi 4 jempol, 2 jempol tangan kanan dan kiri, 2 jempol kaki kanan dan kiri. Mereka yang berhasil meraih medali emas pada Olimpiade musim panas 2016 yang diadakan di Rio De Janeiro kemaren, kini masih berusaha keras untuk meraih juara demi membuat Indonesia juara walaupun kaki Butet yang sedang cidera.

Berikut adalah berita yang saya kutip dari bola.com dan kita bisa melihat betapa naik turun perjuangan mereka berdua dalam ajang Indonesia Open kali ini.

Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya mematahkan kutukan pada ajang Indonesia Open Super Series Premier. Mereka keluar sebagai kampiun Indonesia Open 2017 setelah mengalahkan wakil China, Ziweng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 22-20 dan 21-15, pada partai final yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Minggu (18/6/2017).

Ini merupakan gelar pertama pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tersebut setelah tujuh kali mencoba. Enam kesempatan sebelumnya selalu diakhiri dengan kegagalan. Pencapaian terbaik mereka hanyalah menjadi runner up pada edisi 2011 dan 2012.

Kemenangan Tontowi/Liliyana mendapatkan sambutan luar biasa dari publik pencinta bulutangkis Tanah Air. Kesuksesan juara dunia 2013 itu mengakhiri rekor buruk tuan rumah di ajang Indoenesia Open yang tak pernah menang sejak 2013.

Mereka berdua mengakhiri kutukan buruk bagi Indonesia yang dari tahun 2013 belum pernah menjuarai Indonesia Open sebagai tuan rumah. Bagaimana pun ini sebuah prestasi gemilang untuk Indonesia kembali memulai sejarah bulu tangkis yang lebih cerah lagi di masa depan.

Owi yang masih berumur 29 tahun pada turnamen kali ini memegang peranan penting dikarenakan kaki kanan Butet yang sedang cidera sehingga menyebabkan pergerakan Butet tidak segesit seperti biasa. Tetapi justru di sini kita bisa melihat bahwa Owi yang muda sudah cukup matang mengimbangi permainan Butet. Kalau biasanya kita melihat Butet yang menjadi pemimpin di lapangan atas permainan mereka berdua, kali ini kita melihat bahwa Owi juga bisa membuat Indonesia juara dalam turnamen Indonesia Open 2017 ini.

Saya yang menonton pertandingan mereka berdua melalui layar televisi saja sangat merinding melihat kegigihan Butet yang sedang cidera tetapi masih berusaha tidak membebani Owi dalam permainan mereka. Butet seorang keturunan Cina, yang sering dipandang remeh, berjuang sekuat tenaga untuk membanggakan Indonesia di depan negara-negara lain, khususnya China, yang merupakan lawan Indonesia dalam final ganda campuran hari ini.

PENUTUP

Butet, seorang encik-encik galak, yang suka berteriak di lapangan berseru menyemangati Owi, dan Owi, bapak 1 anak yang sering menunjukkan muka bersalah dan mengucapkan permintaan maaf kepada Butet, TIDAK PEDULI apa latar belakang mereka, karena Butet yakin dan percaya mereka sedang mewakili Indonesia Raya yang tidak akan takluk dengan isu-isu sara semata. Mereka dengan bangga memanggil diri sebagai warga negara Indonesia dan berjuang sekuat tenaga, mengeluarkan air mata, keringat, bahkan darah mereka hanya dengan 1 tujuan, yaitu agar Indonesia Raya dikumandangkan di depan dunia.

sumber : sumber 1, sumber 2, sumber 3

Share.

About Author

Tukang hitung bangunan yang gemar menulis

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage