‘Keok’ di Tangan Malaga, Peluang Barcelona ke Puncak La Liga Kandas

‘Keok’ di Tangan Malaga, Peluang Barcelona ke Puncak La Liga Kandas

0

newsday.com

Mengecewakan. Itulah satu kata yang tepat untuk menggambarkan permainan Barcelona kala melawan Malaga. Permainan yang ditampilkan melawan Malaga pada dini hari (09/04/2017) sangat buruk.

Meski turun dengan kekuatan penuh, Barcelona tidak lantas benar-benar menguasai permainan. Bermain di hadapan pendukung sendiri membuat Malaga tampil lebih percaya diri. Barcelona tampak kesulitan menembus pertahanan Malaga. Hal ini sangat terlihat dari banyaknya percobaan yang dilakukan untuk menembus gawang Malaga tapi selalu gagal. Michel, pelatih Malaga, sepertinya telah mencermati gaya bermain La Blaugrana dan mempersiapkan strategi untuk menghadapinya.

Setiap celah pada area penalti nyaris tidak pernah ada. Ini membuat para pemain Barcelona tampak kesulitan untuk melakukan tembakan langsung ke gawang. Para pemain Barcelona tampak kesulitan mengontrol permainan, sedangkan di lain sisi para pemain Malaga sangat agresif bermain.

Neymar tidak dapat tampil penuh sebab diganjar kartu merah pada menit ke-65. Neymar pada pertandingan kali ini melakukan beberapa blunder yang tidak perlu. kartu merah diberikan setelah sebelumnya diberi kartu kuning pada babak pertama. Kartu merah diberikan akibat pelanggaran keras yang dilakukan terhadap Diego Llorente. (https://www.bola.net/spanyol/dikartu-merah-neymar-terancam-absen-di-el-clasico-41058e.html)

Malaga yang bermain dengan tingkat kedisiplinan tinggi, tidak gentar menghadapi Barcelona. Bahkan cenderung agresif menyerang hingga masuk ke area penalti Barcelona. Usaha keras para pemain Malaga ini terjawab dengan sepakan keras Sandro Ramirez. Pemain bernomor punggung 19 ini menggetarkan gawang Ter Stegen pada menit ke-30 setelah melewati Jeremy Mathieu.

Mantan pemain Barcelona, Sandro Ramirez mencatatkan namanya di papan skor. Melalui skema serangan balik, Sandro lolos dari jebakan off-side. Sepakan kaki kanan Sandro membuat bola bersarang di sisi kanan gawang Barcelona. (http://www.bola.com/spanyol/read/2914459/barcelona-takluk-di-kandang-malaga)

Barcelona yang telah kemasukan gol, berupaya mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Kendati demikian, solidnya lini bertahan Malaga sangat sulit ditembus. Peluang Barcelona mendapat hadiah tendangan penalti pun pupus setelah wasit memutuskan bahwa pelanggaran terhadap Sergio Roberto terjadi di luar area penalti. Messi yang mengeksekusi tendangan bebas tersebut gagal membuahkan gol.

Beberapa peluang yang dimiliki Luis Suarez pun gagal dikonversi menjadi gol. Suarez tampak terlalu terburu-buru sehingga justru mudah ditebak oleh penjaga gawang Malaga. Pun, Sergio yang melanjutkan umpan Mascherano, gagal mengarahkan bola dengan tepat. Akibatnya arah sepakan masih bisa dibaca oleh penjaga gawang Malaga.

Para pemain Barcelona yang kian bernafsu mengejar ketertinggalan justru mengabaikan pertahanannya. Barcelona malah kedodoran di bagian pertahanan. Alhasil, kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Malaga.

Gawang Ter Stegen kembali bergetar pada menit ke-91, saat permainan memasuki injury time. Melalui skema serangan balik, Jony mampu menaklukkan kiper Marc-Andre Ter Stegan melalui sepakan keras kaki kiri. Ia berhasil memanfaatkan umpan matang Pbalo Fornals.

Gol kedua ini memupus harapan seluruh punggawa Barcelona. Bagaimana tidak, pertandingan melawan Malaga ini harus dimenangkan untuk tetap menjaga persaingan dengan Real Madrid di puncak klasemen.

Barcelona tampak bermain di bawah tekanan. Tiket kemenangan pada laga ini mutlak didapatkan untuk menjaga asa bersaing di puncak La Liga dengan memenangkan laga ini. Pun, Real Madrid yang bermain imbang dengan Atletico Madrid membuat jumlah poin Barcelona menyamai Real Madrid bila menang atas Malaga. Meski begitu, Real Madrid masih menyisakan satu laga ke depan.

Hasil imbang Real Madrid atas Atletico Madrid membuat selisih poin dengan Barcelona menjadi 3 poin. Sehingga kemenangan Barcelona mutlak diperlukan untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen. Hasil negatif melawan Malaga membuat jarak antara keduanya tetap jauh.

Kekalahan atas Malaga menjadi modal buruk bagi Barcelona dalam menghadapi Juventus dalam babak kualifikasi Liga Champion nanti. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Luis Enrique setelah sebelumnya mengalami kekalahan pahit kala menghadapi PSG pada babak kualifikasi Liga Champion.

Hasil buruk yang diraih Barcelona ini membuktikan bahwa tim sekuat apapun tidak akan pernah memenangkan pertandingan tanpa didukung soliditas tim saat tampil. Terbukti, Barcelona yang selama ini terkenal permainan kolektifnya bisa kocar-kacir dibuat Malaga yang bermain disiplin. Kalau diperhatikan, dalam pertandingan semalam, para pemain Malaga nyaris tidak pernah membiarkan para pemain Barcelona memegang bola dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu, permainan kolektif sangat dibutuhkan guna mengontrol, dan memenangkan permainan. Kreatifitas tiap individu pemain hanya instrumen tambahan dalam permainan. Kreatifitas juga perlu agar sepakbola menjadi tidak menjemukan.

Penampilan Malaga pada laga versus Barcelona (09/04/2017) patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa permainan terbaik adalah bukan monopoli tim-tim sepakbola besar. Dalam narasi yang lebih besar, kemenangan Malaga atas Barcelona menggambarkan peningkatan kualitas persepakbolaan pada La Liga Spanyol.

Share.

About Author

Memilih menulis untuk mengekspresikan gagasan.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage