MMA, Mixed Martial Art : Olahraga Tarung ala Blood Sport

MMA, Mixed Martial Art : Olahraga Tarung ala Blood Sport

14

MMA TV One, Paul Lumihi, kanan

 

 

Bagi yang suka lihat film, maka pasti tahu film Blood Sport, film laga tangan kosong yang mengangkat nama Jean Claude van Dame sebagai salah satu aktor otot kelas dunia. Film ini mengangkat kisah pertarungan antar segala macam disiplin beladiri dari berbagai Negara, dengan ciri khas masing-masing

Senada dengan film Blood Sport, sempat muncul olahraga yang bertajuk Ultimate Fighting Championship (UFC). Dalam UFC semua cabang olahraga beladiri dipertandingkan tanpa memperhatikan berat badan (sumber). Konsekuensinya, orang yang berbadan besar bisa bertemu dengan musuh yang berbadan kecil dan sebaliknya. MMA sendiri adalah cabang olahraga baru, yang intinya sebenarnya sama dengan UFC tapi dengan sedikit perbedaan

  • Ada pembagian kelas seperti tinju, mulai dari kelas yang ringan seperti straw, welter sampai kelas berat
  • Waktu pertandingannya (bervariasi) secara umum dibagi dalam beberapa ronde, yang masing-masing berdurasi 5 menit, ditambah jeda istirahat 1 menit tiap rondenya
  • Banyak peraturan yang ditujukan untuk keselamatan para petarung MMA, seperti larangan memukul bagian kemaluan, belakang kepala, membenturkan kepala, dan lain-lain. Ada juga larangan menendang lawan yang jatuh di matras (soccer kick), menendang kepala(dagu) saat sedang pertarungan ground, berpegangan pada jaring cage, dan banyak lagi peraturan yang tentunya harus dipatuhi oleh para petarung
  • Setiap pukulan yang masuk, bantingan yang berhasil, attempt (usaha) kuncian, mendapat poin. Ini berbeda dengan tinju yang biasanya hanya memberi penilaian berdasarkan penguasaan sebuah ronde, atau karate yang menilai satu pukulan demi satu pukulan

 

Pertarungan berdarah

Bagi kaum wanita atau sebagian pria, melihat olahraga tinju saja kadang-kadang sudah menimbulkan kengerian tersendiri. Tapi bila kita menyaksikan MMA, kita nggak perlu kuatir, karena di MMA kita hanya seperti melihat tari-tarian, atau konser musik. Indah banget. Tapi saya boong 🙂, kena dehhhh….

Yang namanya pertarungan tangan kosong, itu pasti penuh dengan darah. Apalagi di MMA, para petarung tidak menggunakan sarung tinju layaknya petinju, tapi hanya mempergunakan semacam sarung tangan khusus MMA. Bisa dibayangkan bila kepala kita kena tinju, sikut dan lutut telanjang, maka saya anjurkan jangan menonton pertandingan MMA sambil makan sate. Bisa-bisa kitanya ikutan berdarah, kena tusukan sate, wkwkwkwkwkwkwk

Sampai disini, para pembaca Seword jangan lalu mengambil kesimpulan bahwa saya adalah seorang sadis, suka kekerasan, atau suka melakukan KDRT. Anda sangat salah sekali. Saya pada dasarnya adalah seorang yang baik hati, cinta damai dan takut melihat darah. Haaaaaaa???? Sungguhan ini. Saya bersyukur Tuhan meng-anugerahkan saya siaran TV One yang gambarnya kebetulan, banyak semutnya. Perlu diketahui siaran MMA disiarkan oleh TV One setiap Sabtu jam 22 malam. Kalau ada orangnya TV One baca tulisan ini, saya tidak keberatan bila TV One mau ngirimin saya parsel, mumpung mau Lebaran. Saya kan sudah bantu promosiin.

Oke, kembali ke siaran TV yang gambarnya agak kabur tadi. Karena gambarnya agak kabur, maka sebenarnya saya nggak bisa melihat pertarungan dengan sangat jelas, otomatis darah yang muncrat-muncrat juga terlihat samar-samar. Saya pernah suatu ketika mencoba menonton siaran ulang lewat laptop, akibatnya saya malah ngeri sendiri. Dekeeeet banget kan kalau nonton pake laptop

 

Pukul, banting, piting

Jadi kalau ada orang tanya saya, mengapa kamu nonton MMA kalau kamu takut lihat darah? Singkat saja, aku ingin menuliskannya. Atau kalau anda lebih suka ini penjelasan hukumnya. Boleh juga pakai istilah, jawaban Kolik Kulik menampar para pembaca Seword, semua jadi kejang-kejang

Dalam MMA, ada tiga kelompok besar keahlian:

  • Striking: standing fight, pertarungan dengan berdiri. Ini adalah lahan buat petinju, muaythai, pencak silat, dsj. Untuk pertarungan model ini kemenangan ditentukan dengan senjata tonjokan, tendangan, serangan lutut
  • Take down: bantingan. Ini sebenarnya nggak (sangat) menentukan kemenangan, tapi merupakan bagian yang cukup penting, karena akan menentukan model pertarungan yang akan terjadi. Penguasanya adalah olahraga banting membanting seperti karate atau jiujitsu
  • Submission (grappling): piting-pitingan atau kuncian. Penguasanya biasanya adalah olahraga gulat, sebagian karate, jiujitsu juga bisa

 

Selain tiga kelompok besar itu, masih ada variasinya misal: ground and pound, yaitu pukulan yang dilakukan ketika seseorang sedang bertarung di posisi ground. Ada juga cekikan yang bisa dilakukan sambil berdiri. Jadi variasi pertarungan begitu banyak.

Jadi yang saya sukai dalam MMA adalah strateginya. Saya menikmati bagaimana seorang petarung tipe standing harus menghadapi tipe grappling. Yang satu suka pertarungan berdiri, yang satu suka pertarungan bergulingan di matras. Setiap petarung tipe striking juga harus belajar bertarung di ground, minimal untuk melepaskan diri dari kuncian lawan. Sukur-sukur kalau bisa balas menyerang musuhnya. Hal lain yang saya suka dari MMA adalah sportifitas. Peraturan yang sangat ketat telah disusun oleh federasi olahraga ini, sehingga mengurangi potensi cedera yang hebat atau mungkin kematian.

Saya terus terang sangat enjoy menyaksikan strategi yang dikeluarkan oleh para petarung. Petarung yang sudah bonyok semua dihajar lawannya, belum tentu kalah. Dia bisa membalikkan keadaan jika mempergunakan strategi yang tepat, tentu kondisi fisik juga harus prima. Intinya gini deh, saksikan saja di TV One (lagi-lagi) setiap Sabtu malam jam 22. Sekarang sudah memasuki season 3, serta akan memasuki final perebutan juara turnamen di masing-masing kelas. Ada kelas wanita juga mulai season ini

http://www.viva.co.id/onepride/berita/read/889809-juara-one-pride-mma-sudah-analisa-kekuatan-lawannya

Suwardi

Epilog

Bila saya ditanya siapa petarung MMA jagoan saya, maka saya tidak ragu menjawab Suwardi yang dijuluki Becak Lawu. Dia kelihatan sering senyum-senyum ramah ketika di luar arena, tapi begitu masuk ke cage maka dia menjadi momok bagi lawan-lawannya. Juara nasional dengan rekor tidak pernah kalah, membuatnya sangat disegani. Sang pengincar leher ini hampir selalu memenangkan pertarungannya dengan kuncian leher. Yang paling mengagumkan ketika dia bisa melakukan flying naked choked (kuncian leher yang dilakukan dalam posisi tidak menyentuh lantai, digendong musuh), amazing banget pokoknya. Ssstttt, saya juga suka presenternya yang sekampung dengan saya, Ovi Dian, titip salam ya……

http://lifestyle.okezone.com/read/2014/11/20/406/1068525/ovi-dian-terkagum-gili-trawangan

Ovi Dian

#aku kok ngelu

Bila ingin membaca tulisan saya yang bervariasi, klik di sini

 

Share.

About Author

Istri saya ngomong kalau saya ini mirip Andi Lau, sedang teman-teman berkata kalau Andi Lau mirip saya # aku kok ngelu

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage