Rooney dan Balada Para Bintang Tua

Rooney dan Balada Para Bintang Tua

0

http://www.mirror.co.uk

Kepergian Rooney dari Mancester United (MU) untuk pulang kampung ke Everton menyisakan sedikit kesedihan bagi para penggemar MU. Walaupun Rooney sendiri bukan bagian dari “class of 92” yang melegenda tersebut, tetapi kehadiran Rooney telah mendapatkan tempat khusus di hati pendukung setan merah. Rooney yang didatangkan dari Everton pada 2004 silam telah melakoni gampir 400 laga bersama MU dan mencetak  183 gol. Kecintaan para supporter kian dalam tak kala beberapa tahun belakangan Rooney di dapuk menjadi kapten utama MU. Maka tidak heran saat kabar yang menyebutkan bahwa dia akan pindah sempat membuat para penggemar MU nyaris tidak percaya.

Sebenarnya bukan Rooney saja yang mengalami nasib harus mencari klub lain disaat menit bermain semakin sulit di dapatkan. Beberapa pemain bintang bahkan sudah dianggap legenda di klub juga harus angkat kaki karena situasi yang sulit tersebut. Sebut saja nama John Tery, Steven Gerard, Xavi Hernandez dan masih banyak bintang besar dan lainnya yang harus “tersingkir” dari klub yang telah lama di belanya.

Kesempatan untuk bermain di tim utama yang semakin berkurang  adalah alasan utama para pemain ini untuk hengkang. Sepakbola modern saat ini bukan saja berbicara pengalaman saja tetapi lebih dari pada itu harus juga mengedepankan stamina yang prima para pemainnya. Wajar saja para pelatih, apabila boleh memilih lebih condong untuk memilih para pemain muda dibawah 30 tahun untuk ditempatkan sebagai pilihan utama. Hal ini terjadi khususnya di klub – klub besar yang selalu dituntut untuk menghadirkan prestasi tingi baik dari fans atau oleh jajaran manajemennya.

Selain faktor kebugaran hal yang menjadikan para bintang tua ini akhirnya harus memilih hengkang atau tidak diperpanjang kontraknya, tentu saja terkait masalah gaji. Para pemain ini tentunya karena kebintangannya mendapatkan gaji yang lumayan tinggi,padahal secara kontribusi tidak terlalu significant, apalagi mereka yang rentan untuk terkena cidera. Maka alasan logis menjual mereka atau tidak memperpanjang kontrak menjadi masuk akal. Daripada menghamburkan uang untuk sesuatu yang mubazir lebih baik membeli pemain muda yang potensial dan mendidiknya. Selain itu dengan tidak jor joran membayar gaji hal ini beisa membaut keungan klub lebih sehat.

Setelah faktor kebugaran dan masalah gaji, yang paling penting tentunya adalah terkait dengan taktik sepakbola modern sekarang yang benar – benar membutuhkan fisik dan konsentrasi tinggi. Apalagi untuk liga seketat liga Inggris dimana setiap klub akan menjadi periode yang benar – benar sibuk sepanjang musim. Sekedar informasi untuk klub yang berkompetisi di Inggris mereka akan menjalani satu kejuaraan lebih banyak dari klub di negara lain : Ada Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga Inggris. Belum lagi klub yang bertanding di kancah eropa seperti MU yang berlaga di Liga Champions, ditambah para pemain di klub elite yang biasanya berkewajiban membela negara mereka masing – masing.

Taktik 3-4-3 atau 4-3-3 yang sekarang banyak diusung para pelatih top, sejatinya adalah total football yang membutuhkan pergerakan aktif para pemain selama  90 menit pertandingan. Dari mulai bek sampai pemain depan dituntut untuk terus membuka celah. Disaat menyerang mereka harus bahu membahu dan disaat bertahan harus mundur jauh ke belakang. Banyak bek – bek modern saat ini bahkan sampai maju ke daerah titik pinalti lawan ambil contoh ;  Marcelo ( Madrid) dan Dani Alves (Juventus) yang sangat aktif membantu menyerang. Pelatih juga membutuhkan para pemain yang fleksibel menjadi apa saja. Bisa menjadi penyerang , pemain tengah, sayap atau menjadi bek. Pemain – pemain yang bisa bermain di banyak posisi menjadikan pelatih banyak mempunyai opsi untuk memainkannya.

Kembali ke Rooney dan para pemain bintang yang mulai termakan usia, harus disadari bersama khususnya kepada para fans fanatik bahwa sehebat apapun pemain yang kita idolakan tetap tidak bisa melawan jaman, ada waktunya jaman itu akan berganti, termasuk para pemain hebat dan legendaries tersebut.

Dalam kasus Rooney sendiri, penulis berpendapat bahwa dia  telah mengambil keputusan tepat untuk meninggalkan salah satu klub dengan tradisi terhebat di Liga Inggris. Dia secara kesadaran penuh sudah bisa membaca kemana jaman ini berpihak. Kembali memperkuat  Everton untuk 1-2 tahun mendatang adalah pilihan paling logis untuk seorang Rooney. Walaupun untuk itu dia harus rela gajinya dipotong hampir setengahnya. Selain kesempatan bermain yang lebih terbuka, Rooney juga pasti masih mendapatkan penghormatan yang layak sebagai pemain besar di kota asalnya.

Share.

About Author

Bukan Ahli Bangunan, Tetapi sedikit Mengetahui ilmu Konstruksi, Menulis Karena Ingin Menulis, Itu Saja

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage