Rossi: “Le Mans Akan Sangat Penting”

Rossi: “Le Mans Akan Sangat Penting”

1

Bobroknya hasil Movistar Yamaha di Jerez, Spanyol, sisakan aib. Saya mengatakan hal itu bukan tanpa alasan. Melihat Movistar Yamaha unggul dalam tiga balapan pertama seri MotoGP 2017, lalu tiba-tiba tersungkur pada seri keempat, apalagi kalau bukan aib?

Bisa jadi memang karena perkawinan antara YZR-M1 dan Michellin belum cocok. Saat Rossi menggeber motornya dengan kekuatan penuh, Rossi mengaku bahwa motornya bergetar dan daya cengkeram ban tak maksimal. 3 detik hilang tiap lap.

Itu jelas merugikan pebalap tua satu ini. 3 detik di balapan MotoGP itu penting. Bayangkan, cuma 3 detik tiap lap dan Rossi tersungkur di urutan ke sepuluh. Cuma 3 detik, dan itu sekitar 5 kali kedipan mata! Tapi itu bikin Movistar Yamaha dirundung aib! Duh, betapa berharganya 3 detik!

Akselerasi YZR-M1 Rossi bermasalah. Acapkali ban motornya selip saat akselerasi. Jelas hal itu mengkhawatirkan masa depan Movistar Yamaha musim ini. Kalau kesesuaian antara YZR-M1 dan Michellin tak segera berhasil, nasib buruk tentu akan terus-menerus diterima oleh Movistar Yamaha.

Peluncuran YZR-M1

Perbaikan YZR-M1 tentu dilakukan. Setel ulang harus dilakukan. Apalagi RC213V milik Repsol Honda sudah mantap. Selain itu, GP17 Lorenzo juga sudah mulai garang. Lorenzo sepertinya bakal menggeber habis-habisan motornya untuk menaklukkan lintasan demi lintasan, untuk mengalahkan pebalap demi pebalap.

Bagi Rossi, setel ulang tidak cukup bagi motornya. “Sepertinya untuk solusi jangka pendek, memang hanya cukup dengan disetel ulang. Namun untuk memecahkan masalah hingga akhir musim, diperlukan penggantian suku cadang. Entah apa jenisnya itu, sejujurnya saya tidak tahu. Pastinya itu piranti yang ada di dalam motor,” kata Rossi seperti dilansir dari tempo.co (9/5/17).

Dendam Marquez

MotoGP Prancis 2016, Marc gatot (gagal total). Marc finis diurutan buncit. Marc jatuh, beruntung masih bisa melanjutkan balapan. Tapi ya itu, doi finis diurutan paling belakang.

Mustahil untuk orang dengan mental juara seperti Marc tidak memiliki ambisi. Apalagi tahun kemarin mendapatkan nasib buruk. Tentu saja, balapan seri kelima di MotoGP Prancis 2017 bakal jadi ladang balas dendam bagi Marc.

Marquez di Philip Island

Piranti baru pun dipasang pada RC213V. Itu dilakukan untuk menghabisi Rossi. Piranti itu berupa knalpot baru. Tes MotoGP pada 8 Mei lalu, 96 putaran dilakukan oleh Marc tanpa henti. Itu untuk menguji knalpotnya. Maka, penting untuk dicatat bagi Rossi, pemimpin klasemen sementara, MotoGP untuk khawatir. Apalagi motor Rossi bermasalah.

Perkawinan Michellin dengan RC213V sepertinya cocok. Tak seperti Michellin dengan YZR-M1. “Ban itu terasa seperti yang dipakai tahun lalu. Rasanya tidak terlalu halus, namun memiliki cengkeraman yang lebih kuat. Saya suka, dan mungkin kami akan mendapatkan hasil positif jika memakainya tahun ini,” ujar Marquez, juara MotoGP 2016 (tempo.co, 9/5/17).

Ini tentu bakal jadi kabar buruk bagi Rossi. Juga Vinales. Honda, sepertinya benar-benar bangkit dengan mantap. Nasib Yamaha bisa porak-poranda jika para tim teknisi tidak melakukan perubahan yang luar biasa pada YZR-M1.

Itulah mengapa Rossi bilang kalau balapan besok di Le Mans akan sangat penting. Seperti dilansir dari crash.net (17/5/17) perbaikan harus dilakukan pada motor agar bisa bersaing secara kompetitif.

Kalau perbaikan tidak dilakukan dengan baik, nasib Movistar Yamaha bakal tersesat di belukar kabut gelap, dan poin mereka akan ditenggelamkan oleh Bu Susi, eh maksudnya Repsol Honda. Soalnya, tim itulah rival terberat mereka.

Kebangkitan 99

Juga peran Lorenzo tidak boleh dikesampingkan. Ini serius. Munculnya Stoner dahulu, tidak terlalu favorit. Tapi nyatanya, karena doi bisa menaklukkan kegarangan Ducati, doi meraih gelar juara balap dunia.

Buritan Ducati GP17 Lorenzo

Kritik kepada Lorenzo karena tidak menunjukkan hasil bagus pada balapan tiga seri sebelumnya, dijawab oleh Lorenzo dengan naik podium di Jerez. Itu juga terpaksa, bisa dibilang begitu, terpaksa doi sering menggunakan rem belakang.

Lorenzo itu bisa dibilang jarang pakai rem belakang. Bahkan saat pakai YZR-M1, Lorenzo mengaku tanpa rem belakang YZR-M1 sudah bisa berhenti dan lantas puntir gas sehingga akselerasi jadi maksimal.

Desmosedici GP17 tentu beda. Lorenzo mesti mengubah kebiasaannya dan kini ia mengaku lebih sering menggunakan rem belakang untuk mengendalikan kebinalan GP17. Adaptasinya menguras kekuatan fisik, tapi hasilnya doi bisa naik podium di Jerez. Tentu saja GP17 adalah ancaman tersembunyi yang mengancam Yamaha dan Honda.

Share.

About Author

bisa disapa di twitter @slamet_wicak

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage