Sebelas Tahun Membela MU, Carrick Memang Pantas Dibuatkan Laga Testimonial!

Sebelas Tahun Membela MU, Carrick Memang Pantas Dibuatkan Laga Testimonial!

10

Michael Carrick saat berlaga pada musim 2016/2017 (Skysports)

Sebelas tahun bukan waktu yang singkat untuk bermain sepakbola di tingkat teratas. Apalagi jika klub yang dibela berkompetisi di Premier League yang dikenal paling sulit dan juga paling “kejam” di dunia. Dibutuhkan ketahanan fisik yang prima, juga permainan yang stabil jika ingin bertahan dan bermain secara reguler selama musim kompetisi berlangsung.

Jika gagal memenuhi dua syarat tersebut, bangku cadangan akan menyambut dan bila perlu, pintu keluar klub sudah pasti akan terbuka lebar. Sang pemain akan “disekolahkan” ke klub lain yang berminat menggunakan jasanya, atau dilego dengan harga yang sesuai.

Tuntutan akan semakin tinggi jika pemain tersebut berada di tim besar seprti Manchester United (MU) . Simak saja nama-nama pemain yang diprediksi akan menjadi bintang, tetapi tidak tahan lama berada di klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Memphis Depay, Radamel Falcao, dan Angel di Maria menjadi tiga nama pemain yang masih hangat dalam benak kita. Ketiganya diharapkan dapat membuat penampilan MU makin mengilap, tetapi harapan itu sirna.  Depay yang sempat menjadi top scorer di kompetisi Eredivisie musim 2014/2015 kini dilego ke Olympique Lyon. Sementara Falcao dikembalikan ke AS Monaco dan Angel di Maria dilepas ke Paris Saint-Germain.

Masih ada Adnan Januzac, si wonderkid yang sempat mencuri perhatian, tetapi performanya sedang menurun sehingga dipinjamkan ke Sunderland. Selain nama-nama tadi, masih ada pula sosok Bastian Schweinsteiger, Victor Valdes, Juan Sebastian Veron, Shinji Kagawa, dan masih banyak lagi nama-nama lainnya yang akhirnya menuju pintu keluar Old Traffor dengan lebih cepat.
Bagaimana dengan Michael Carrick? Jangkar tangguh yang dua bulan lagi bakal berusia 36 tahun ini terbukti masih punya kemampuan yang mumpuni. Sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada 2006, pemain yang mengawali karier di West Ham United ini masih awet menjadi pemain utama MU selama sebelas musim terakhir.
Jasanya pun terbukti tak dapat diabaikan atau dianggap remeh. Buktinya, sepanjang  musim kompetisi 2016/2017 yang akan segera berakhir, Carrick masih sanggup bermain 90 menit dan menjaga keseimbangan di lini tengah pasukan Jose Mourinho. Sekalipun secara kecepatan tentu sudah menurun, tetapi pemain yang melakukan debut pada 23 Agustus 2006 ini masih bagus dalam hal ketahanan tubuh, pengalaman bermain, dan efektivitasnya di lapangan tengah. Carrick juga diambil sebagai salah satu pemain tengah terbaik yang dimiliki oleh Manchester United, melengkapi nama-nama legenda United lainnya seperti Paul Scholes, Cristiano Ronaldo David Beckham.
Apakah kita masih bisa menyaksikan penampilan Carrick pada Premier League dan laga-laga lainnya pada musim mendatang? Masih bisa. Ya, dari kabar yang beredar dari sumber yang bebas hoax, MU dikabarkan masih akan memakai jasa Carrick pada musim 2017/2018 mendatang.
Selain itu, pemain yang turut berjasa menghadirkan 5 trofi Premier League di almari koleksi trofi Manchester United ini pun akan dibuatkan laga testimonial pada 4 Juni 2017 mendatang. Pada laga yang kabarnya akan menghadirkan beberapa pemain Manchester United yang berlaga pada musim 2008/2008 ini, tim yang diperkuat Carrick akan dilatih oleh Sir Alex Ferguson, sang manajer legendaris yang sudah memberikan 38 piala bagi Manchester United.
Tak berlebihan rasanya jika seorang Michael Carrick dibuatkan laga testimonial semacam ini. Dedikasi dan loyalitasnya patut diacungi jempol, sekalipun Carrick bukanlah produk asli binaan akademi United. Niatnya untuk pensiun jika kontraknya tidak diperpanjang menunjukkan betapa Carrick sangat bangga dan mencintai klubnya. Apalagi, ia hanya berjarak 42 laga saja untuk menggenapi 500 penampilannya di tim utama Manchester United.
Kehadirannya sangat diperlukan di ruang ganti, di bangku cadangan, dan terutama ketika berada di lapangan. Profesionalisme, dedikasi, dan loyalitasnya dapat ditiru oleh para pemain yang lebih muda darinya. Kecintaannya pada klub berjuluk Setan Merah tersebut diharapkan juga dapat menular ke para pemain lainnya. Bagi saya, kebintangan dan kehebatan seorang pemain di Manchester United belum terbukti jika ia belum menunjukkan loyalitasnya dengan menjadi pemain yang “tahan lama” di Old Trafford dan Carrick adalah pemain itu!
So … apa pun hasil akhir pada laga final Liga Eropa hari Kamis dini hari besok (25/5), tak akan melunturkan kekaguman saya terhadap sosok Michael Carrick. Bagi saya, Michael Carrick memang layak dinobatkan sebagai LEGENDA di Manchester United. Sekali lagi, Carrick memang layak dibuatkan laga testimonial. Doa dan harapan saya, Carrick tetap sehat dan mampu bermain di level tertinggi, setidaknya sampai musim 2017/2018 nanti berakhir.
#GGMU! 

Share.

About Author

Arek Suroboyo | Peternak HURUF | Fans MU era Class'92 - sekarang |

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage