Sejuk! Tontowi-Liliyana Yang “Berbeda” Persembahkan Kemenangan Pelepas Dahaga Indonesia

Sejuk! Tontowi-Liliyana Yang “Berbeda” Persembahkan Kemenangan Pelepas Dahaga Indonesia

6

Indonesia Open Super Series Premier 2017 yang digelar mulai tanggal 12-18 Juni di Jakarta Convention Center baru saja berakhir. Dan satu-satunya wakil Indonesia sebagai tuan rumah yang berhasil menembus babak final yakni di nomor ganda campuran lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil memenangkan pertandingan selama 2 set langsung dalam waktu 45 menit melawan pasangan ganda campuran nomor satu dunia asal China yaitu Zhang Siwei/Chen Qingchen dengan skor 20-22 dan 15-21. Sebuah perjuangan yang tak mudah mengingat Liliyana Natsir sedang berada dalam keadaan pemulihan cidera kaki.

Seperti kita ketahui bersama, pasangan Tontowi-Liliyana ini adalah pasangan senior di Indonesia. Sudah banyak kemenangan yang mereka raih untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Uniknya, gelar Indonesia Open ini adalah gelar pertama mereka selama mereka lalu lalang berjuang didunia perbulutangkisan.

Berikut ini kami sertakan infografis prestasi terbaik Tontowi-Liliyana.

Tontowi Ahmad

Lahir di Selandaka, Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah 18 Juli 1987. Tontowi yang memiliki tinggi badan 178 cm dan akrab dipanggil Owi ini merupakan anak laki-laki pasangan M. Khusni dan Masruroh.

Berasal dari PB Djarum, sebuah klub bulutangkis di Kudus, akhirnya karir bulutangkis Tontowipun dimulai di Pelatnas. Selama ini ia menjadi pemain pelapis di Pelatnas utama ganda campuran. Sebelum berpasangan dengan Lilyana, Owi pernah turun di beberapa kejuaraan dengan partner berbeda-beda antara lain Greysia Polii, Shendy Puspa Irawati serta Richi Puspita Dili. Bersama rekan-rekan sebelumnya, penyuka makanan Padang ini tercatat memenangkan beberapa pertandingan seperti Juara Vietnam Open Grand Prix 2007, Juara Vietnam Challenge 2009 dan Juara juara Vietnam Challenge 2009.

Pertemuannya dengan Lilyana terjadi setelah PBSI menilai Butet, sapaan Lilyana, perlu pasangan baru. Hal itu karena usia Nova Widiyanto pasangan Liliyana saat itu telah memasuki angka 35 tahun. Untuk mencari pengganti Nova, PBSI saat itu menyeleksi beberapa nama yaitu Fran Kurniawan, Muhammad Rijal dan Devin Lahardi, termasuk Tontowi.

Terpilih sebagai pengganti Nova, Owi menunjukkan penampilan apiknya di pertandingan pertama bersama Lilyana. Mereka berhasil membawa pulang gelar juara di turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2010. Saat itu mereka berhadapan dengan rekan senegara sendiri, Hendra Aprida Gunawan dan Vita Marissa. Menang dengan skor 21-14, 21-18, pasangan ini mulai menunjukkan kapasitas mereka.

Liliyana Natsir

 Lilyana Natsir yang akrab disapa Butet adalah anak perempuan pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis. Pebulutangkis dengan tinggi 168 cm ini lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985.

Kecintaan Butet terhadap olahraga bulutangkis telah muncul sejak masih berusia belia. Butet bergabung dengan klub bulutangkis Pisok, Manado sejak dia masih di sekolah dasar. Keseriusannya di dunia bulutangkis mulai tampak ketika Liliyana berusia 12 tahun. Saat itu Butet memutuskan pindah ke Jakarta untuk bergabung dengan klub PB Tangkas di Jakarta. Tiga tahun sesudahnya, ia sukses masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

Liliyana pada mulanya dipasangkan dengan Vita Marissa di partai ganda putri. Melalui arahan sang pelatih, Richard Mainaky, atlet ini kemudian bersanding dengan Nova Widianto di lapangan sejak 2004. Keputusan Richard Mainaky terbukti sukses. Pasangan Nova-Lilyana berhasil menyabet sederet penghargaan seperti Singapore Open (2004), SEA Games (2005, 2007), Juara Dunia di Amerika Serikat (2005), Juara Taiwan Open (2006), Indonesia Open (2005) dan Runner-Up All England Open Super Series (2008).

Karena saat itu usia Nova sudah menginjak 35 tahun, akhirnya Liliyana dipasangkan dengan Tontowi Ahmad sampai sekarang. Keduanya cocok dan semakin mantap berprestasi dengan meraih banyak gelar untuk Indonesia.

Uniknya, ada beberapa perbedaan menyolok yang tampak dari pasangan ganda campuran andalan Indonesia ini. Tontowi berkulit coklat eksotis. Liliyana berkulit putih terang. Perbedaan yang sangat kontras tentunya. Ebony and Ivory.

Saat berbicara tentang ebony and ivory, mau tak mau ingatan kitapun jadi tertuju pada tuts-tuts piano dan keyboard. Akhirnyapun memang terbukti, perbedaan warna dalam hal ini hitam dan putih mampu menghasilkan nada-nada dan lagu-lagu yang indah, seindah prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan Tontowi dan Liliyana selama ini.

Perbedaan agama juga tak mampu menghalangi perjuangan Tontowi dan Liliyana untuk Indonesia. Tontowi adalah seorang Muslim, sedangkan Liliyana adalah seorang Nasrani. Keduanya tetap bisa bersanding dan bekerjasama dengan baik untuk berjuang demi Sang Saka Merah Putih.

Pernahkah kita bayangkan seandainya Tontowi dan Liliyana ribut sendiri mempermasalahkan perbedaan warna kulit dan agama mereka saat sedang bertanding dilapangan??? Konyol pastinya ya. Jangan dibayangkan deh kalau begitu.

Semoga lewat kemenangan Tontowi-Liliyana ini bisa mencerahkan sejenak hati dan pikiran kita tentang apa arti perbedaan. Perbedaan bukan untuk diperuncing. Perbedaan ada untuk diterima dan dihargai. Dengan demikian tidak ada halangan lagi bagi kita yang memang dilahirkan dengan keadaan yang berbeda satu sama lain ini untuk bisa fokus berjuang untuk kemajuan Ibu Pertiwi.

 

Selamat Tontowi-Liliyana. Indonesia bangga padamu.

Bersatulah Indonesiaku. Jayalah Negeriku.

Saya Indonesia. Saya Pancasila.

Hiduplah Indonesia Raya.

 

Sumber referensi:

http://www.wowkeren.com/seleb/tontowi_ahmad/bio.html

http://www.wowkeren.com/seleb/tontowi_ahmad/bio.html

Silakan klik link berikut untuk bisa mendapatkan artikel-artikel saya yang lainnya

https://seword.com/author/jemi/

Thank you so much guys. Peace on earth as in Heaven. Amen.

Share.

About Author

I believe, if you work really hard and you are kind, amazing things will happen.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage