Timnas U-19 Di Piala AFF 2017: Laga 1 Indonesia vs Myanmar

Timnas U-19 Di Piala AFF 2017: Laga 1 Indonesia vs Myanmar

3

Laga Pertama Timnas Indonesia u-19 adalah melawan tuan rumah Myanmar.

Laga yang dimulai sore menjelang malam ini, terasa begitu sedikit menegangkan. Bukan saja terasa di stadion Thuwuna Stadium, bahkan di setiap penonton yang memandang televisinya masing-masing di Indonesia. Berbagai perasaan berkecamuk, menunggu dimulainya pertandingan timnas kesayangan Indonesia memulai pertandingan pada turnamen ini. Lebay banget lo ah….

Sejak pluit ditiupkan untuk memulai pertandingan, Indonesia berhasil mengurung Myanmar, dan mampu memberikan tusukan satu dua kali walaupun belum mampu mengancam gawang Myanmar. Tapi itu hanya berlangsung kurang lebih 15-20 menit saja, karena setelah itu, Myanmar ganti menguasai pertandingan dengan mengurung pertahanan Indonesia. Myanmar begitu agresif pada kesempatan ini, terbukti mampu melakukan serangan sporadis berkali-kali terhadap Indonesia, dan salahsatunya menjadi gol yang dicetak Myat Kaung Khant pada menit ke-28.

Paska gol pertama, Myanmar tidak kendor, malah semakin menggila. terbukti tusukan-tusukan dari sisi kiri tengah dan kanan secara bergantian mampu mereka lakukan dan membuat repot pertahanan Indonesia.

Indonesia yang bermain begitu ligat, begitu efektif dan mampu merebut bola yang dikuasai lawan di menit-menit awal, berhasil diimbangin oleh pasukan Myanmar. Bahkan di babak pertama ini, Myanmar lebih unggul dalam penguasaan bola dan lapangan tengah. Penyerang Indonesia Egy dan Saghara dan Ramdani, berhasil diredam agresifitasnya.

Tinggal pertahanan Indonesia yang dalam babak pertama ini berkali-kali di bombardir oleh permainan ofensif Myanmar yang begitu cepat dan berskill diatas rata-rata.

Satu gol yang berhasil diciptakan oleh Myanmar di menit 28 tersebut, menjadi tanda bahwa dengan taktik ofensif tersebut, Myanmar mampu membobol pertahanan Indonesia. Tetapi peluang-peluang lain yang tercipta dari permainan ofensif Myanmar tidak terkonversi untuk menjadi gol selanjutnya, penyebabnya adalah kurang matangnya skenario akhir dari Myanmar, atau mampu dipatahkan oleh kuartet pertahanan Indonesia, disamping permainan penjaga gawang Indonesia, Muhammad Riyandi cukup bisa disebut bagus dalam menjaga gawangnya dari serangan yang bertubi-tubi dari Myanmar.

Di babak kedua, di menit-menit awal, kedua tim seperti kembali saling melakukan penjajakan terhadap pertahanan lawan. Kali ini Indra Sjafri seperti membaca apa yang kurang dari Timnas Indonesia di babak pertama, yaitu, lapangan tengah yang tidak bisa dikuasai.

Namun di babak kedua ini, instruksi Indra Sjafri untuk menguasai lapangan tengah berhasil dilakukan oleh Timnas Indonesia, ini terlihat dari bagaimana secara berangsung-angsur lapangan tengah didominasi oleh permainan Indonesia dan mulai adanya skenario serangan yang berhasil dilakukan.

Pelan tapi pasti, gantian Indonesia yang mulai membombardir wilayah Myanmar, Egy dan terutama Saghara mulai mendapat ruang untuk melakukan tusukan-tusukan satu dua kali.

Sepertinya Indra belum puas dengan permainan ofensif Indonesia, apalagi mulai kelihatan, Timnas Myanmar mulai “kehabisan nafas” akibat permainan ofensifnya di babak pertama. Maka dimasukkanlah Sayap kiri Samuel Christianson Simanjuntak, dan terbukti, permainan ofensif Timnas Indonesiapun menjadi lebih bertenaga lagi, dan varian-varian serangan lebih kaya dari sebelumnya.

Timnas U-19: Muhammad Riyandi, Rifad Marasabessy, Rachmat Irianto, Nurhidayat Haris, Firza Andika; Muhammad Iqbal, Lutfi Baharsyah, Feby Eka Putra; Egy Maulana Vikri, Hanis Saghara, Saddil Ramdani

Disinilah keadaan mulai berubah, dan permainan berhasil dikuasai oleh Indonesia, selain Myanmar juga semakin kehabisan nafas, Indonesia seolah-olah seperti mendapatkan batere baru dalam melancarkan serangan-serangan yang intens.

Apalagi komentator bola Indosiar yang mengawal pertandingan ini, yang terkenal dengan kata “Jebret”nya, Valentino Simanjuntak, semakin terbakar dan semakin “memprovokasi” penonton televisi dalam menyimak pertandingan ini.

Mungkin ada rasa kebanggaan bagi komentator yang satu ini, karena salahsatu pemain timnas yang bermain, apalagi dalam pertandingan tersebut memberikan udara segar bagi permainan tim, ternyata bermarga Batak sama, Simanjuntak.Hehehe….tidak apa-apa, dia patut bangga, kita juga patut bangga.

Dengan bermain seperti ini, maka peluang-peluang mencetak gol pun semakin terbuka, dan akhirnya Indonesia berbalik unggul lewat dua gol Egy Maulana Vikri pada menit ke-71 dan (90+3).

Pola 4-1-3-1-1 yang dinilai cukup tidak populer, berhasil dimainkan secara apik oleh anak-anak Timnas ini. Bagaimana Saghara sebagai penyerang tengah berhasil mengacak-acak sisi tengah Myanmar disamping Samuel dari sisi kiri dan Egy “kelok 9” yang berposisi Second Striker di belakang Saghara, gerakannya lebih dominan melakukan tusukan dari sisi kanan lalu tengah.

Inilah kreatifitas Indra dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, formasi 4-1-3-1-1 yang mampu secara fleksibel berubah menjadi 4-5-1 ketika bertahan, akhirnya menjadi efektif dan efisien ketika menyerang. Pada babak kedua ini, Myanmar menjadi kerepotan untuk menjaga Egy dan Saghara yang semakin bergerak liar menusuk masuk ke pertahanan dari sisi tengah dan kanan, sementara di sisi kiri ada lagi yang harus dijaga, karena operan-operan pendek dan kemampuannya berakselerasi dalam membuka ruang bagi kedua rekannya tersebut, Samuel.

Akhirnya kemenangan berhasil didapat oleh Timnas Indonesia, suatu tontonan yang cukup mengasyikan dengan permainan yang bukan saja sarat dengan pertunjukkan skill dan pola permainan yang baik saja, tetapi kita bisa lihat mentalitas anak-anak kita dalam bermain, yang tidak jatuh ketika tertinggal 0-1 di babak pertama.

Pertandingan selanjutnya adalah Indonesia vs Philipina hari Kamis nanti tanggal 7 September 2017

 

Maju Terus Sepakbola Indonesia!

 

.

 

Share.

About Author

Pengertian tapi sulit dimengerti

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage