Timnas U-19 Di Piala AFF 2017: Laga 2 Indonesia vs Phillipina

Timnas U-19 Di Piala AFF 2017: Laga 2 Indonesia vs Phillipina

3

Hujan rintik turun perlahan membuka pertandingan sepakbola antara Timnas Indonesia melawan Timnas Philipina sore ini. Suasana mendung, rintik-rintik hujan lalu menjadi cukup deras mengiringi pertandingan tersebut di 15 menit pertama. Begitu pula dengan tempo permainan yang cukup bisa dibilang sedang-sedang saja. Kedua kesebelasan perlahan tapi pasti mulai melakukan penjajakan dalam membangun serangan. Tapi tidak untuk komentator sepakbola Indosiar, Valentino Simanjuntak.

Sejak pertandingan dimulai, ia sudah sibuk “memprovokasi” pemirsa televisi di rumah yang sedang menonton mengikuti pertandingan ini. Ia tidak terpengaruh oleh suasana syahdu mendung dan hujan, ia terus membangun semangat pemirsa dengan komentarnya yang membakar.

Di lapangan, permainan Timnas Indonesia terus mencari bentuk idealnya dan sesekali mulai menjajal untuk melakukan penyerangan. Tetapi ternyata, Indonesia malah dapat mencetak gol dengan mudahnya. Dalam babak pertama ini, Indonesia mencetak 5 gol tanpa balas. Dan dalam membangun serangannya, Indonesia seperti begitu bebas melakukan variasi-variasi serangan dan tidak kesulitan untuk mengurung terus pertahanan lawan.

Varian-varian serangan yang dibangun dari lapangan tengah juga cenderung jauh lebih efektif dan efisien, walaupun ada beberapa momen, serangan tersebut patah karena faktor beceknya lapangan akibat hujan, atau ada keegoisan dalam mengeksekusi tendangan kearah gawang Philipina untuk dikonversi menjadi gol.

Pada babak pertama ini, Indonesia “hanya” mampu menyarangkan 5 gol ke gawang Philipina dari hampir lebih 10 kesempatan yang ada.

Di pertahanan dan lini tengah Indonesia begitu disiplin dalam menjaga dan menguasai lapangan tengah permainan. Alur serangan yang dibangun Philipina dari bawah, begitu sampai daerah tengah lapangan, langsung dihadang oleh gelandang-gelandang serang Indonesia

Kuartet pertahanan Indonesia, Rifad Marasabessy, Rachmat Irianto, Nurhidayat Haris, Samuel Christianson, tidak terlihat berkompromi terhadap lemahnya serangan Philipina atau keuntungan atas besarnya skor kemenangan Indonesia. Mereka tetap konsisten dan disiplin dalam menjaga area pertahanannya. Apalagi mereka cukup tenang dalam melakukan tugasnya, karena ada Asnawi didepan mereka. Asnawi yang berposisi sebagai gelandang bertahan, posisinya tepat berada di tengah tepat di depan kuartet pertahanan Indonesia.

Bila Phillipina melakukan serangan, ia yang terlebih dulu melakukan pencegahan baik merusak rancangan serangan, atau mengganggu distribusi bola dan penetrasi satu dua pemain Philipina yang mencoba marangsek masuk ke pertahanan Indonesia.

Ahirnya kerja kuartet pertahanan Indonesia menjadi lebih mudah dalam mematahkan serangan Philipina yang terlebih dahulu telah mengalami gangguan dari tengah oleh Asnawi. Soal Asnawi, dalam pertandingan ini, ia mampu menjalankan tugasnya sebagai distributor aliran bola dari belakang ke tengah lalu kedepan, demikian pula sebaliknya. Dia lah yang memulai alur serangan yang kemudian sodorkan kepada para gelandang serang Indonesia untuk diolah ke depan lalu menusuk gawang Phillipina.
.
Tugasnya cukup berhasil, apalagi, di sisi kiri pertahanan Indonesia, wing back Samuel Christianson S juga turut membantu aliran-aliran bola tersebut dengan beberapa kali melakukan overlapping akselerasi kedepan untuk membantu membangun variasi-variasi serangan.

Pola permainan seperti ini terus bertahan sampai ke babak kedua, yang kemudian Indonesia menambah koleksi golnya.

Sementara itu, disepanjang permainan, komentator sepakbola kita, Valentino Simanjuntak terus mengumbar istilah-istilah dan perbendaharaan kata yang begitu kaya dia lontarkan sejak babak pertama seperti, retaknya rumahtangga Filipina, menteri pertahanan Indonesia (untuk kuartet pertahanan Indonesia), tendangan efek jera, ya ampun, jaminan keamanan, umpan yang sangat manja, tendangan pelesiran (shooting yang tidak mengarah kearah gawang lawan/ngawur), thru pass – umpan membelah lautan, serangan combo, Samuel Andaliman Simanjuntak yang memberikan bumbu pedas (Andaliman adalah salahsatu bahan bumbu untuk membuat naniura, masakan khas Toba dengan ikan mas yang tidak dimasak), belum masa sinar rembulan tapi masih masa pancaroba (keadaan belum aman, masih harus terus berjuang), aksi 378 aksi tipuan, umpan antar kota antar propinsi, kejam tajam dan terarah, dribling paripurna, dan sebagainya.

Pada babak kedua, Valentino Simanjuntak terdengar begitu serius bersama rekannya dalam mengawal reportase jalannya pertandingan, tadinya saya berpikirt sepertinya koleksi perbendaharaan katanya sudah habis diumbar di babak pertama. Tapi ternyata masih ada satu dua kata atau istilah yang keluar, seperti tendangan tanpa amnesty (tanpa ampun). Atau peluang gol yang begitu saja terbuang ia sebut, peluang 99,9% dan 24 karat bercampur menjadi satu, tapi tidak menjadi gol.

Kembali ke pertandingan. Dalam serangan demi serangan yang dilakukan oleh Indonesia, terdapat beberapa kesempatan peluang yang terbuang begitu saja, para pemain seperti ingin melakukan gol sendiri, ada keegoisan para pemain untuk dapat mencetak gol. Ini perlu di evaluasi. Padahal, Indonesia sudah cukup bagus melakukan umpan-umpan terobosan ke kotak penalty dalam menciptakan peluang gol. Umpan terobosan langsung ke wilayah kotak penalty Philipina menjadi kekuatan efektif bagi serangan Indonesia dalam menambah pundi-pundi gol dibabak kedua ini.

Indra Sjafri pun segera melakukan rotasi pemain dengan menarik para pemain kunci dan memasukkan beberapa pemain cadangan dengan maksud untuk mengistirahatkan para pemain kunci dan memberikan kesempatan kepada para pemain cadangan untuk bermain. Hal ini sangat tepat mengingat lawan Timnas Indonesia dua hari besok adalah salahsatu tim kuat di Asia Tenggara, yaitu Vietnam.

Kekuatan timnas Philipina sendiri dalam turnamen ini, cukup dipandang sangat lemah, entah kenapa. Begitu mudahnya mereka diserang dan dibobolkan oleh Timnas kita yang setelah babak kedua selesai, total yang berhasil dilesakkan para pemain Indonesia adalah dengan skor 9-0.

Fluktuasi kekuatan sepakbola Philipina pada beberapa tahun belakangan ini mau tidak mau menjadikan Philipina harus segera merenovasi sepakbola negaranya. Bila tidak mau dipermalukan oleh Timnas Negara-negara Asia Tenggara lainnya. Karena, begitu juga pada saat Sea Games kemarin, Timnas Philipina u-22 nya pun tidak mampu berbicara banyak dalam persaingan sepakbola di Asia Tenggara yang pada saat ini, justru semakin kompetitif dalam percaturan Asia Tenggara dan Asia, seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Myanmar, bahkan Timor Leste sekalipun yang dulu habis-habisan menjadi bulan-bulanan timnas kuat Asia Tenggara.

Mungkin kondisi inilah yang ada pada masa sekarang ini, sehingga secara keseluruhan, Philipina belum bisa masuk kedalam persaingan Asia Tenggara yang justru sedang gencar-gencarnya bersaing satu sama lain.

Kemenangan besar Indonesia pada pertandingan ini, menjadi modal penting selain 3 point yang didapat karena menang. Indonesia cukup mengantungi jumlah gol yang bagus, apabila nanti dihadapkan nilai yang sama, karena yang akan dihitung nanti adalah selisih gol.

Indra Sjafri saat ini cukup tenang untuk beristirahat dan berpikir untuk strategi selanjutnya dalam pertandingan nanti, demikian juga Valentino Simanjuntak, komentator sepakbola kita, untuk dapat mengumpulkan lagi perbendaharaan kata yang sensasional, menakjubkan, tapi juga mengundang tawa bagi yang mendengarnya.

Pencetak gol babak pertama: Feby Eka Putra menit ke-7, Egy Maulana Vikri menit ke-21 dan 37, Muhammad Iqbal menit ke-26 dan 39.

Pencetak gol babak kedua: Feby Eka menit ke-68 dan 87, Muhammad Rafli pada menit ke-89, Resky menit ke-(90+2).

Maju Terus Sepakbola Indonesia

Indonesia: Muhammad Riyandi; Samuel Christianson, Nurhidayat Haji Haris, Rachmat Irianto, M. Rifad Marasabessy; Muhammad Iqbal, Feby Eka Putra, Asnawi Mangkualam, Syahrin Abimanyu, Egy Maulana Vikri, Hanis Saghara.

Share.

About Author

Pengertian tapi sulit dimengerti

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage