Wayne Rooney, Legenda Old Trafford Sudah Pulang Kampung

Wayne Rooney, Legenda Old Trafford Sudah Pulang Kampung

1

Rooney dengan seragam Everton (MIRROR.CO.UK)

Setelah 13 tahun membela Setan Merah, para fans setia Manchester United harus mengalami kenyataan bahwa musim depan Wayne Rooney tidak lagi berseragam merah. Ia juga tidak akan lagi terlihat di Carrington dan hanya sekali terlihat bermain di Old Trafford ketika Manchester United menjamu Everton—kecuali nanti kedua tim bertemu pada kompetisi lainnya, misalnya FA Cupdan EFL Cup.

Ya, menjelang tur pramusim Manchester United ke Amerika Serikat, Rooney dipastikan mengakhiri pengabdiannya di klub yang membesarkan namanya. Setelah dua musim tak lagi bermain reguler dengan menit bermain dan jumlah gol yang minim pula, Rooney akhirnya “pulang kampung” ke Goodison Park, markas Everton.
Sebelum menjadi besar dan dianggap sebagai legenda di MU, sebenarnya Everton-lah klub sepak bola profesional yang mengajari Rooney menendang bola dan bermain sebagai pesepak bola profesional. Buku sejarah kariernya mencatat, Rooney muda menimba ilmu di kelompok junior Everton sebelum membela tim utama pada 2002 hingga 2004. Selama kurun waktu tersebut, Rooney bermain sebanyak 67 pertandingan dengan donasi 15 gol.
Bakatnya sebagai pemain muda tercium oleh pemandu bakat Manchester United yang memboyongnya ke Old Trafford. Ia pun sempat tercatat sebagai pemain muda termahal sejagat ketika diboyong senilai 30 juta Euro dari Goodison Park. Rooney pun menandai debutnya dengan mencetak hattrick ke gawang Fenerbahce pada 28 September 2004 pada fase grup Liga Champions. Selama pengabdian bersama Manchester United, Rooney total mencetak 253 gol dan menjadi top scorer sepanjang masa.
Ia juga mengoleksi 16 trofi bergengsi dari berbagai kompetisi, tepatnya: Premier League (5 trofi), Community Shield (4 trofi), Piala Liga (3 trofi), serta Piala FA, Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Dunia Antarklub (masing-masing 1 trofi).
Bagi Anda yang mungkin belum paham mengenai siapa Rooney dan bagaimana “ganas”-nya pemain ini pada masa jayanya, cobalah menonton beberapa cuplikan pertandingannya. Niscaya Anda akan mengerti bahwa Rooney memang layak disebut sebagai legenda di Old Trafford, sekalipun kini ia tak lagi berseragam merah. Ia memang tak masuk sebagai One-Man Club (sebutan untuk pesepak bola profesional yang hanya bermain di satu klub hingga pensiun), tetapi sumbangsihnya bagi Manchester United tak dapat diingkari.
 Pulangnya Rooney berpotensi membuat Everton semakin kuat
Kepulangan Rooney ke Everton membuatnya “tergabung” dalam daftar pemain sepak bola di Eropa yang pulang kampung ke klub yang asalnya. Selain Rooney, ada nama-nama seperti Fernando Torres (Atletico Madrid), Andriy Shevchenko (Dynamo Kiev), Diego Milito (Racing Club), dan Juan Sebastian Veron (Estudiantes). Mereka semua rupanya terlalu cinta kepada klub asalnya, sehingga kembali ke sana setelah melanglang buana sebagai pemain top.
Kepulangan Rooney diyakini akan membuat Everton semakin kuat. Mereka berpotensi untuk membuat kejutan dengan menjadi “pengganggu” bagi tim-tim besar dan langganan juara di Premier League. Sebelum memulangkan Rooney, Everton sudah terlebih dahulu mengikat kontrak dengan beberapa nama seperti Jordan Pickford (Sunderland), Sandro Ramirez (Malaga), Davy Klaasen (Ajax Amsterdam), dan Henry Onyekuru (KAS Eupen). Nama pertama bahkan tercatat sebagai kiper termahal di Inggris, yang diharapkan dapat menjaga agar gawang Everton tetap steril dari gempuran para pemain lawan.
Terkhusus buat Rooney, motivasi Wazza bisa sangat berlipat ketika nantinya ia kembali ke Old Trafford sebagai “musuh”, karena ia akan membuktikan kepada Jose Mourinho dan semua fans MU bahwa dirinya belum “habis”. Everton pun diyakini memiliki amunisi cukup untuk menatap kompetisi musim 2017/2018 dengan lebih percaya diri. Selain Premier League dan dua kompetisi lokal lainnya, musim depan Everton juga akan bertarung di kancah Eropa setelah lolos mendampingi Arsenal di ajang Liga Eropa musim 2017/2018.
Bagi Manchester United, sekalipun merasa kehilangan, tetapi kepergian Rooney mungkin tak terlalu berpengaruh bagi kestabilan tim. Karena sejak dua musim terakhir, mereka mulai “berlatih” untuk bermain tanpa Rooney pada banyak pertandingan. Mungkin setahun awal akan terasa beda bagi para pemain MU, baik di ruang ganti, bus, pesawat, dan terutama di lapangan ketika mereka bertanding. Namun, keputusan “sang kapten” untuk pulang kampung tetaplah harus dihormati dan diterima oleh semua pihak.
Selamat kembali ke “kampung halaman”, Wayne Rooney, sang kapten dan legenda sepanjang masa! You are always be in our heart. Go .. Go … Manchester United! 
Share.

About Author

Arek Suroboyo | Peternak HURUF | Fans MU era Class'92 - sekarang |

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage