Bitcoin, Tambang Emas Yang Menggiurkan di Internet

Bitcoin, Tambang Emas Yang Menggiurkan di Internet

32

Setuju atau tidak setuju, demam bitcoin, sedang melanda dunia. Uang virtual atau Cryptocurrency yang satu ini, bersifat ter-desentralisasi, dan tidak diatur atau dijamin oleh otoritas pusat keuangan di negeri mana-pun juga, yang banyak digunakan untuk transaksi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dengan harga 1 bitcoin (btc) di tahun 2009, yang diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto (Jepang, nama samaran) senilai 1 btc = 1.000.000 satoshi = US $ 0.0001.

Sekarang telah mencapai harga 1 btc = US $ 5.000 (setara dengan Rp 60.000.000,-) maka kenaikan harga bitcon luar biasa, dan diprediksi 5 tahun mendatang akan menembus harga US $ 100.000,- .

Sejarah bitcoin
Lonjakan harga bitcoin terjadi, pertama di bulan Nopember 2013, yaitu 1 btc = US $ 1.200,- dimana seorang anak bernama Erik Finmen, di Amerika, kini menjadi milyarder. Sedangkan naik-turunnya, dan kejatuhan harga bitcoin (rupiah), dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2017 bisa dilihat disini.

Bitcoin kerap mengalami fluktuasi nilai tajam, karena tidak di regulasi oleh otoritas keuangan seperti bank sentral. Tak lama setelah kenaikan harga yang tajam, maka nilai bitcoin terjun bebas menuju US $ 400,- per keping (28/2/2014), karena kebangkrutan bursa Mt Gox di Jepang, selanjutnya bisnis bitcoin bertumbuh kembal, bisa dibaca disini.

Kejatuhan harga bitcoin lagi-lagi terjadi pada tanggal 15 Juli 2017, menyentuh US $ 2.000,- per bitcoin (setara dengan Rp 27.500.000,-) karena hacker Ransomware WannaCry yang melanda dunia internet.

Apa yang dimaksud dengan bitcoin?
Bitcoin adalah penukar mata uang virtual dalam bentuk data (bit), dengan rumus christocurrency yang rumit. Untuk penyimpanan bitcoin diperlukan dompet bitcoin yang disebut wallet (software wallet, web wallet dan mobile wallet)

Sedangkan lokasi dan tempat dimana bitcoin disimpan disebut addresse (alamat), dengan kunci pasword tertentu. Baik addresse maupun password bitcoin cukup unik, contoh addresse atau password :  (1F1tAaz5x1HUXrCNLbtMDqcw6o5GNn4xqX), yang terdiri dari 34 huruf dan angka secara acak.

Kepincut alat penambang bitcoin (hardware bitcoin miner).
Awal tahun 2014, sejak meningkatnya  harga bitcoin di bulan Nopember 2013 (US $ 1.200,-) penulis ditawari penjual alat penambang bitcoin (hardware bitcoin mining), yang mampu menambang bitcoin di internet, dan dapat ditukarkan (conversion), kedalam US dollar, atau rupiah, namun penulis tidak percaya.

Dengan gigih dan ulet-nya, si penjual mesin bitcoin menawarkan ‘barang dagangannya’ serta mengundang para penggemar bitcoin, untuk mengikuti seminar-seminar bitcoin di Jakarta, akhirnya penulis membelinya dengan harga murah meriah ‘katanya’ (harga promosi).

Alat ini disebut Aplication Specific Intergrated Circuit chips  (ASICs) bitcoin mining harware device (BMHD-Red Fury), kapasitas (giga bit) penambangan 2.5 Gh/s, cukup dipasang di USB komputer (notebook atau laptop) yang tersambung ke internet (unlimited), dipasang 24 jam tanpa terputus (nonstop) akan mampu menambang dan menghasilkan bitcoin, dengan jumlah btc tertentu.

Dengan modal ‘investasi’ hanya Rp 2.500.000,- untuk satu USB-Red Fury ini, mampu menambang bitcoin setara dengan Rp 100.000,- s/d Rp 250.000,- bahkan lebih untuk setiap bulannya, maka dalam waktu  kurang dari satu tahun akan kembali modal plus untungnya, tergantung penempatan di situs penambangan, (bitcoin mining website).

REDFURRY MINER USB
AntMiner S7 / Avalon 6 Bicoin Miner 

Untuk mendapatkan hasil tambang bitcoin dengan jumlah lebih banyak dalam satu bulan, maka diperlukan alat penambang bitcoin yang lebih besar (AntMiner S7 atau Avalon 6), dengan kapasitas tera bit (Th/s) yang lebih tinggi lagi (harga > Rp 10 jt-an), dimana 1 Th/s = 1.000 Gh/s. Perlu perhitungan biaya, untuk alat ini, karena pemakaian listrik untuk 24 jam tanpa terputus (nonstop) dengan 400 watt s/d 1.000 watt, biaya bulanan konsumsi  listriknya cukup besar.

Banyak situs di internet yang menawarkan untuk menempatkan penambangan bitcoin (hardware bitcoin mining), misalnya disini, disini dan disini.  Dimana perangkat keras (hardware), untuk penambangan bitcoin, sudah siap dioperasikan, telah terpasang dirumah atau tempat kita, lengkap dengan perangkat lunak (software) yang sudah ada..

Besarnya biaya atau jasa penambangan bitcoin, tergantung situs penambangan dilokasi masing-masing pengelola penambangan (bitcoin mining owner).

Biasanya penyedia penambangan bitcoin, menyediakan juga tempat penyimpanan bitcoin (wallet) disitusnya, tersedia juga pertukaran nilai bitcoin kedalam US dollar, atau mata uang lainnya, dengan biaya penukaran tertentu, sehingga kita akan ‘terima bersih’ dalam bentuk US dollar atau mata uang lainnya.

Yang terakhir adalah melakukan konversi dan transfer US dollar kedalam bentuk mata uang rupiah, sayang sekali ‘paypal’ saat ini belum mau melakukan pertukaran dari US dollar ke rupiah atau sebaliknya dari uang virtual bitcoin.

Cloud mining lebih menyenangkan?
Kelemahan dari penambang bitcoin yang mempergunakan perangkat keras diatas, adalah sering terjadi kerusakan pada perangkat keras, lamanya perbaikan, atau terjadinya gangguan pada internet, bahkan sering terjadi error, atau catu daya listrik yang terganggu dan masih banyak lagi.

Maka penyedia dan pengelola bitcoin mining menawarkan alternatif lainnya untuk melakukan sewa (rental) peralatan bitcoin mining ditempat pengelola, tanpa  kita kunjungi, lihat atau mendatangi  lokasi penambangan (Amerika, Eropa entah-lah), yang disebut cloud mining. Dengan sistem hitungan yang sama dalam satuan Th/s (terra bit) atau Gh/s (giga bit), 1 Th/s = 1.000 Gh/s. Hati-hati dengan pengelola cloud mining abal-abal.

Penambangan di situs internet (Cloud Mining System).

Harga sewa ini bisa tetap atau bervariasi, tergantung pengelolanya, bahkan dapat dibuat kontrak dengan sistem sharing (saham), karena dengan kenaikan konversi harga bitcoin, kita juga menikmati kenaikan harga ini, begitu pun sebaliknya.

Jual-beli bitcoin merupakan target keuntungan yang dicari.
Karena hasil yang didapat dari penambangan bitcoin masih kurang, dan merupakan suatu investasi jangka panjang (tahunan), serta bertumbuh kembangnya pertukaran dari nialai bitcoin , ke US dollar dan mata uang lainnya, maka muncullah, transaksi-transaksi  bitcoin di beberapa situs di internet.

Banyak pedagang dan penggemar jual-beli mata uang asing (forex trader), akan kebingungan ketika pertama kali terjun ke dunia jual-beli bitcoin (bitcoin trader), apalagi yang biasa melakukan jual-beli saham (stock exchange, trading), jelas berbeda sekali. Karena kejatuhan harga bitcoin, tidak ada yang mengendalikannya. Sedangkan pada jual-beli saham, bila terjadi kejatuhan harga saham, biasanya bisa dikendalikan atau dibatasi oleh pengelola bursa saham (suspend, halt), sebagai otoritas yang resmi.

Ada perbedaan proses dan istilah, dalam jual-beli saham, yaitu long taking dan short taking, long taking artinya menargetkan harga naik untuk mendapatkan untung, dan short taking menargetkan harga turun untuk mengambil untung (profit taking).

Sedangkan jual-beli bitcoin, lebih mirip dengan jual-beli barang online, yaitu adanya transaksi  murni jual-beli, dimana harga bitcoin memenuhi hukum permintaan dan penawaran seperti dalam dunia usaha, artinya harga akan naik, jika jumlah bitcoin berkurang, begitu-pun sebaliknya.

High risk high profit, low risk low profit.
Sama dengan bidang usaha lainnya,  pada transaksi jual-beli bitcoin, maka kalau mau untung besar, akan menghadapi risiko rugi besar atau sebaliknya kalau mau untung kecil-kecilan saja maka risiko ruginya akan sedikit.

Keuntungan yang diperoleh dengan jual-beli bitcoin dalam satu bulan, dengan cara ‘ekstra hati-hati dan teliti’, bisa mengeruk keuntungan dari 10 % sampai 50 % bahkan lebih, dari dana investasi yang ditanam, lebih besar dari bunga deposito (low risk, low profit > deposito).

Dalam jual-beli bitcoin, harus ada target dan tujuan agar tidak bingung, apakah tujuannya mengumpulkan bitcoin dengan alat penambangan (mining), sebagai pengumpil bitcoin idealis? Atau mau jual-beli bitcoin (bitcoin trader), untuk mendapatkan untung dari selisih jual-beli? Silahkan pilih.

Tip 1 menyimpan bitcoin, Anda sedang memegang barang (goods) yang harus dijual, dengan harga tertinggi. Tip 2 dengan rupiah Anda sedang mencari ‘posisi harga terbaik’ yang dipasang untuk membeli.

Bitcoin cash (BCH), Etherium (ETH) sebagai saingan baru bitcoin.
Kini bitcoin mempunyai saingan baru dalam mata uang virtual, yaitu  Bicoin Cash (BCH) dan Etherium (ETH), yang melonjak drastis sampai 1.000 persen (10 x ) dalam waktu tiga bulan saja, yang sekarang sudah dipatok dengan harga 1 BCH = Rp 7.000.000 s/d Rp 8.000.000, sedangkan 1 ETH = Rp 4.000.000,-.

Etherium (ETH) beruntung, karena Perusahaan besar di bidang keuangan dan teknologi seperti JPMorgan Chase, Microsoft dan IBM turut memantau Etherium (ETH), mereka menyebutnya ETH sebagai bitcoin versi 2.0.

Sama dengan bitcoin, maka ETH dibangun dengan sistim blockchain yang merekam semua transaksi, dengan menjanjikan sistem tukar uang lebih cepat dan murah ketimbang  sistem konvensional.

Kelebihan ETH dibanding Bitcoin adalah tidak hanya berfungsi sebagai mata uang virtual, juga menciptakan cara untuk membuat pasar online dan transaksi auto program yang dikenal dengan nama smart contracts.

Sistem ini cukup rumit namun, dengan satu aplikasi saja, seorang pedagang langsung dapat menjual barang mereka kepada konsumen dan menerima pembayaran secara langsung pula (peer to peer).

Beragam sistem semacam ini sudah dibangun di Ethereum, yang memungkinkan cara baru untuk mengatur dan membayar tagihan listrik, air dan peralatan rumah tangga, perangkat olahraga, hingga investasi yang berbasis virtual.

Kantor pusat Ethereum berlokasi di Brooklyn, New York, Amerika Serikat dan memiliki setidaknya 50 orang pengembang. Versi pertama Ethereum baru saja dirilis ke masyarakat di Amerika. Akan tetapi, banyak pihak memandang sistem Ethereum ini akan menimbulkan berbagai masalah teknis dan hukum seperti Bitcoin.
Demikianlah kira-kira.
Untuk melihat tulisan saya yang lain disini

 

 

 

 

Share.

About Author

Penulis Buku : Cuci Otak dan pengendalian pikiran (Elek Media) Roh Inspirasi Agar Sukses (Elek Media) Bahaya Ramalan (Andi Offset)

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage