Blokir Telegram Dibuka, Kata “ISIS” Langsung Akan Terdeteksi, Masih Mau Nyinyir Zon??

Blokir Telegram Dibuka, Kata “ISIS” Langsung Akan Terdeteksi, Masih Mau Nyinyir Zon??

22

Ilustrasi Telegram. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Diblokirnya sebagian layanan aplikasi chat Telegram sempat membuat heboh para lawan politik Presiden Jokowi. Mereka dengan semangat dan gencarnya menyebut bahwa tindakan Presiden Jokowi tersebut membuat kebebasan kita dikekang. Ada yang bahkan menyamakan Indonesia dengan Cina yang suka main blokir-blokiran.

Yang paling gencar siapa lagi kalau pakar congor, Fadli Zon. Fadli yang sepertinya punya tupoksi sebagai pengkritik pemerintahan Jokowi selalu punya kata-kata yang nyeleneh dan bahkan tidak masuk akal untuk mengkritik kinerja pemerintah. Dalam pemblokiran telegram ini Fadli menyebut pemerintah paranoid dan bodoh.

“Pemerintah memblokir aplikasi telegram dengan alasan yang tidak masuk akal, kalau alasan dipakai teroris kita asosiasikan dengan panci, Panci kan juga dipakai teroris jadi logika pemerintah janganlah semakin lama semakin bodoh,” ujar Fadli usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7).

Fadli memang wajar saja seperti auto nyinyir karena otaknya sudah diseting seperti itu. Jadi kalau wartawan bertanya bagaimana pendapat bapak tentang diblokirnya Telegram, maka secara otomatis otaknya berpikir dan mulutnya pun langsung nyinyir. Kata-kata yang muncul pun adalah kata-kata yang memang selalu ada di otak kotornya. Paranoidlah, bodohlah, diktatorlah.

Intinya, kalau ada sesuatu yang perlu dikomentari maka yang keluar adalah hal-hal yang negatif. Lalu kapan jadi positifnya?? Ya kalau lagi bicarakan tentang Prabowo dan kroni-kroninya. Karena memang untuk itulah dia “dibayar”. Setidaknya menggunakan uang dari para hatters yang juga tidak suka dengan pemerintahan Jokowi.

Padahal, kalau mau dibuat manual itu otak, mungkin Fadli tidak perlu mengeluarkan kata-kata nyeleneh dan aneh tersebut. Karena sangat jelas bahwa tindakan blokir ini tidak berarti bahwa aplikasi chat telegram diblokir sepenuhnya. Lah grup penulis seword saja masih aktif kok. Tetapi yaitu tadi otaknya saja yang sudah disetel auto nyinyir.

Sekarang malah dia harus menanggung malu karena ternyata kini Telegram kembali dibuka oleh pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memang telah membuka atau dengan kata lain sudah menormalkan aplikasi chat Telegram sepenuhnya. Tidak ada lagi layanan yang dinlokir karena Telegram sudah melakukan apa yang sudah disepakati dengan pemerintah.

Hebatnya, kesepakatan yang sudah dikerjakan oleh Telegram ini membuataplikasi chat Telegram akan membersihkan semua konten negatif yang mengandung unsur radikalisme dan terorisme. Hal itu bisa dilakukan karena sistem Telegram menggunakan script khusus untuk bisa menghapus konten.

“Dengan progres yang sudah dikerjakan antara Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) dan Telegram, hari ini web Telegram kembali dibuka. Masyarakat bisa kembali mengaksesnya. Paling lambat bisa diakses semuanya besok (hari ini),” kata Menteri Kominfo Rudiantara di Jakarta seperti dilansir Media Indonesia, Jumat 11 Agustus 2017.

“Script khusus, semacam keywords ada sistem dimana by keywords. Contoh di telegram ada konten mengenai ISIS, bisa by sistem lakukan takedown,” ujarnya.

Kita patut bangga dengan keberhasilan pemerintah yang menunjukkan diri bahwa siapa saja harus tunduk kepada peraturan yang ada di Indonesia. Hal ini berlaku kepada Google, kepada Facebook, dan saat ini juga kepada Telegram. Pemerintah ingin menyatakan diri sebagai sebuah negara yang punya kedaulatan dalam hal telekomunikasi.

Ketegasan seperti ini memang sangat dirindukan oleh publik meski suka sekali dinyinyirin oleh lawan politik Jokowi yang malah menyebut sikapnya seperti seorang diktator. Padahall ini berbicara tentang penegakkan undang-undang dan demi mengamankan nasib rakyat yang beberapa kali terancam dengan aksi radikalisme dan terorisme.

Keberhasilan pemerintah menegakkan peraturan ini tentu saja menjadi tamparan keras bagi Fadli Zon yang suka nyinyir. Tamparan yang tentu saja tidak akan membuat kapok Fadli Zon yang memang tupoksi utamanya adalah menyinyirin pemerintah.

Padahal, kalau mau lebih berguna dan bermanfaat Fadli seharusnya segera saja mengebut penyelesaian RUU Anti Terorisme. Karena hal itu akan membuat rakyat seanng dengan kinerja DPR. Ini malah yang dilakukan lebih banyak nyinyirnya daripada membuat undang-undangnya.

Lamanya pembuatan RUU Anti Terorisme ini memang menjadi pertanyaan besar saat ini. Apakah tudinggan bahwa RUU ini sengaja dihambat adalah benar?? Apakah ada pesanan dari para terorisme kepada beberapa partai di DPR?? Ataukah memang ada simpatisan ISIS dan terorisme di DPR??

Semua memang masih jadi tanda tanya. Tetapi syukurnya kita punya Presiden Jokowi yang tegas dan tidak neko-neko. Sehingga kini setelah terbit Perppu Ormas, Telegram pun dipaksa tunduk. Bravo Jokowi.

Salam Pemerintah Tegas.

Share.

About Author

Tidak Bisa Diam Kalau NKRI dan PANCASILA serta Keadilan dipermainkan.. Yang mau WA2an boleh ke 0895327271099

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage