Facebook Ketakutan, Sistemnya Komunikasi Sendiri

Facebook Ketakutan, Sistemnya Komunikasi Sendiri

11


Rasanya hampir semua orang pernah nonton atau paling tidak mendengar film Terminator yang diperankan oleh Arnold Schwarzenegger, aktor tegap yang pernah menjuarai lomba binaraga internasional.

Film ini berkisah tentang manusia yang akhirnya bertempur melawan komputer yang dijuluki Skynet. Skynet yang awalnya diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia malah memberontak dan melakukan programnya sendiri yang bertujuan akhir memusnahkan umat manusia dari muka bumi.

Ada lagi film iRobot yang diperankan oleh Will Smith, aktor kulit hitam dari Amerika. Film ini juga berkisah tentang bagaimana robot atau android yang diciptakan manusia bisa membantah perintah manusia dan mulai memberontak dengan mengajak geng robotnya. Tujuan akhir, membunuh umat manusia juga.

Sampai hari ini kita menyebutkan film-film tadi bergenre sci-fi atau fiksi ilmiah. Dikatakan fiksi karena khayalan. Benarkah khayalan saja? Bagaimana dengan dengan film Star Trek jaman dulu yang menampilkan manusia berbicara satu sama lain melalui alat yang bisa menayangkan wajah dan suara? Sekarang kita mengenalnya dengan video call. Saat adegan itu dibuat telpon genggam bahkan belum diciptakan. Hanya butuh beberapa tahun saja telpon genggam monochrome alias tak berwarna berubah menjadi telepon pintar (smart phone). Dan banyak lagi tekhnologi yang kini sudah menjadi kenyataan.

Manusia mulai menciptakan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan beberapa tahun yang lalu. Sekarang AI sudah semakin berkembang dengan cepat.

Contoh paling sederhana dari AI adalah ketika anda browsing melaui Google misalnya anda mengetik “hari kemerdekaan indo…..”, dalam tampilannya Google akan menawarkan pilihan “hari kemerdekaan indonesia” dan anda tinggal mengkliknya tanpa harus mengetik sampai selesai. Jika anda keluar dari browsernya dan mengetik ulang hanya “har….”, maka Google akan langsung menawarkan “hari kemerdekaan indonesia”. Sistem AI Google mengingat dan mempelajari kebiasaan anda.

Facebook mempunyai satu departemen yang bertugas melakukan pengembangan AI. Departemen ini bernama Facebook AI Research (FAIR). Bulan Juni lalu, saat mereka mengembangkan fitur ‘chat bots’ atau ‘agen dialog’ mereka mendapati chat bots tidak lagi menggunakan bahasa Inggris melainkan menciptakan bahasa sendiri tanpa campur tangan siapapun dan mulai berkomunikasi satu dengan yang lain. AI yang mereka ciptakan mulai menyimpang dari program yang ada.

Takut tak terkendali, tak ada pilihan saat ini Facebook pun ‘mencabut plug’ sistem AI-nya. Tapi bukan tidak mungkin di belakang hari AI yang mereka ciptakan mencari cara mengaktifkan diri sendiri atau menolak untuk dinonaktifkan. AI sanggup mengingat dan mempelajari setiap langkah yang dilakukan.

Baru-baru ini Facebook juga mengakuisisi sebuah start up kecerdasan buatan percakapan yang bernama Ozlo. Saat ini ada 1,2 miliar orang di seluruh dunia yang menggunakan Facebook Messenger dan Ozlo dapat melengkapi dan menjadi tulang punggung Facebook Messengger dengan grafik pengetahuannnya.

Elon Musk, bos perusahaan pesawat antariksa swasta SpaceX, tidak sepaham dengan Mark Zuckerberg dalam hal pengembangan AI. Menurut Elon Musk AI berpotensi mengambil alih kehidupan umat manusia jika salah dipergunakan, sedangkan Mark berpendapat bahwa AI harus terus dikembangkan untuk kepentingan manusia. Elon Musk sebenarnya bukan anti terhadap AI karena ia sendiri memiliki perusahaan OpenAI yang bertujuan mengembangkan keamanan sistem operasional.

Neuralink adalah perusahaan yang sedang didirikan oleh Elon Musk bertujuan menghubungkan otak manusia dengan software computer. Fungsinya mereplikasi fungsi otak menjadi sebuah program. Kalau dipikir-pikir sama saja dengan Mark Zuckerberg, walaupun Elon Musk meminta Pemerintah Amerika Serikat untuk segera membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan pembatasan AI agar tidak disalah gunakan.

Apakah Elon mengetahui apa yang sedang dikerjakan Facebook ujungnya bisa berbahaya bagi umat manusia ataukah hanya karena persaingan bisnis? Hanya mereka yang tahu.

Ngomong-ngomong, ada 2 hal yang saya masih heran melihat Facebook.
Pertama, bagaimana bisa Facebook menawarkan pertemanan kepada saya seseorang yang memang saya kenal tapi tak seorangpun teman saya yang kenal dengan dia, dengan kata lain tidak ada mutual friend antara saya dengan dia.

Kedua, ketika saya iseng-iseng meng-klik suatu program permainan di Facebook yang berjudul “Kata apakah yang sering anda sebutkan kepada teman anda?”. Hasilnya, ” Jesus”!. Saya rasanya tidak pernah ‘mengucapkan’ itu di Facebook. Tapi karena saya sering me-LIKE postingan rohani nasrani program tersebut bisa membacanya dan mengambil kesimpulan sendiri.

Seseorang pernah mengatakan, jika internet sudah menggunakan frekwensi 5G secara merata, maka kedepannya tekhnologi akan berlari kencang jauh dari sebelumnya.

Apakah suatu saat AI ini bisa berbahaya? Kalaupun tidak, bagaimana jika orang yang mengendalikannya menyalah gunakannya? Karena jejak digital sulit atau mungkin tidak bisa dihilangkan. Tetaplah jeli dalam hal ini.

Hasta la vista, baby!

Sumber:
https://m.tempo.co/read/news/2017/07/31/072895803/facebook-matikan-sistem-ai-setelah-bot-bikin-bahasa-sendiri

https://m.tempo.co/read/news/2017/08/01/072896200/facebook-beli-startup-kecerdasan-buatan-percakapan-ozlo

https://m.tempo.co/read/news/2017/07/26/095894654/elon-musk-dan-mark-zuckerberg-berselisih-soal-kecerdasan-buatan

Share.

About Author

Born in Medan, live in Jakarta & Bandung.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage