Melirik Kubuntu: Sistem Operasi Untuk Laptop Anda

Melirik Kubuntu: Sistem Operasi Untuk Laptop Anda

16

 

Sejak dahulu kala saya kepingin bisa membeli lisensi software asli. Software asli ternyata lebih aman dan tahan lama ketimbang memakai software bajakan. Lagipula, saya juga sadar bahwa hak cipta adalah hal yang tidak kalah penting. Saya sempat ngobrol dengan temen lama beberapa waktu lalu, dan dia mengeluhkan harga software Windows asli yang menurutnya mahal. Dia membeli sistem operasi Windows sekitar 1 jutaan. Waduh, lumayan juga ya. Dan menurut saya, hal inilah yang membuat masyarakat Indonesia lebih suka memakai software bajakan dan mengalokasikan uangnya untuk hal-hal lain yang dianggap lebih penting misalnya untuk kebutuhan primer.

Beberapa tahun lalu saya menemukan sistem operasi untuk komputer saya yang tidak kalah bagus dan cocok dengan keperluan saya. Untungnya, software ini berlisensi gratis. Waktu itu saya sering menggunakan komputer untuk grafis, membuat rendering 3D dan Computer Aided Design (CAD). Mulailah saya mulai memakai software Linux seperti Ubuntu dan Kubuntu sampai sekarang. Ternyata ya tidak jelek-jelek amat seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Sekarang aplikasi ini sekarang sudah jauh berubah lebih baik.

Ada dua sistem operasi komputer yang mungkin paling diminati di Indonesia, yaitu Windows dan Mac OS yang dipasang di laptop bikinan Apple. Meskipun kurang populer di tengah-tengah masyarakat, Kubuntu adalah salah satu pilihan yang cocok dengan kebutuhan standar dan harga yang murah, dengan lisensi gratis. Kubuntu cukup diunduh dari internet, kita tinggal menyiapkan modal kuota internet, download dari kantor atau menumpang wifi di kafe.

Kubuntu memiliki banyak aplikasi untuk aktivitas sehari-hari. Ada paket aplikasi yang lumayan komplit. Banyak software pendukung perkantoran, internet, audio video, dan aplikasi grafis. Tentu saja bisa dipakai buat ngeprint surat, bikin artikel dan tugas akhir atau skripsi, membuat spreadsheet sederhana seperti halnya MS Excel dan segala macam.

Kita bisa menginstal aplikasi-aplikasi lain seperti olah gambar dan vektor seperti GIMP, Inkscape dan Krita. Ada juga aplikasi animasi profesional Blender, dan beberapa aplikasi utilitas seperti pembakar keping DVD/CD, kalkulator, internet browser seperti Firefox dan Chrome. Dan Kubuntu punya Software Center dimana kita bisa mencari aplikasi-aplikasi lain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Tidak semua software berbasis Windows yang bisa dipasang. Kalaupun ada software untuk Windows yang harus kita pakai, kita bisa memasangnya di Kubuntu dengan bantuan aplikasi.

Selama menggunakan Kubuntu, saya tidak menemukan kesulitan yang berarti. Tampilan mukanya ada kesamaan dengan Windows. Android saya bisa terdeteksi dengan baik. Printer dan scanner Canon juga, hasil cetakan juga bagus. Terlebih lagi, Kubuntu yang berbasis Linux lebih aman dari serangan virus.

Jika kita ingin mencoba Kubuntu, kita tidak perlu buru-buru meng-install di laptop atau komputer. Setelah diunduh dari internet, Kubuntu bisa dibakar di keping DVD atau bisa juga dengan memakai flashdrive lalu dijalankan di laptop tanpa harus meng-install.

Kekurangan dari Kubuntu dan software berbasis Linux lainnya, mungkin kurangnya dukungan teknis di tempat-tempat servis komputer. Tempat servis komputer di sekitar kita lebih banyak memasangkan Windows untuk pengguna rumahan. Saat kita membeli komputer atau laptop, biasanya sistem operasinya sudah disediakan oleh penyedia jasa atau penjual. Solusinya? Kita bisa mencari toko-toko penjual yang bersedia memasangkan Kubuntu karena ada beberapa yang memang memaketkan aplikasi sejenis ini pada produk-produknya. Mungkin juga dengan minta tolong sama tetangga, keluarga terdekat yang melek IT, dan komunitas-komunitas yang sudah tersebar luas.

Beradaptasi dan menguasai software baru memang tidak mudah, tetapi bisa dilakukan dengan sedikit usaha dan waktu, lama-lama juga terbiasa. Saya pernah iseng-iseng memberi kursus mengetik untuk adik sepupu saya. Untuk ukuran siswa SMP, dia tidak kesulitan sewaktu saya suruh mengetik dan mengerjakan tugas sekolahnya dengan Kubuntu.

Untuk penggunaan komputer rumahan dan pemakaian standar sehari-hari, sebenarnya Kubuntu ini sudah sangat cukup memadai. Aplikasinya juga lengkap dan menunjang. Tidak ada salahnya untuk mencobanya. Apalagi di era informasi yang terbuka dan maju seperti sekarang. Tutorial, tips dan trik di internet sudah sedemikian menggunung. Di saat penggunaan software bajakan di Indonesia sangat tinggi, Kubuntu mungkin bisa dijadikan pilihan.

 

Ilustrasi:Dok. pribadi

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage