Pesawat Tempur Juga Ada Generasi-nya Loh (4)

Pesawat Tempur Juga Ada Generasi-nya Loh (4)

2

Dari kiri sampai kanan : F15 ( Gen4 ) , F4 ( Gen3 ) , F86 ( Gen2 ) , P51 ( Gen1 ) , F22 ( Gen5 )

Mulai menjamurnya teknologi buatan Rusia di berbagai negara dan terbukanya informasi tentang kekuatan Rusia ketika Jerman Timur jatuh dan MiG-29 serta R-73 milik mereka di beda oleh NATO. AS terbelak ketika menyadari bahwa bukan cuma pesawat tempur Su-27 Flanker Family yang membuat F – 15 pesawat tempur keunggulan udara AS menjadi tersaingi, tetapi ternyata dilengkapi dengan rudal berteknologi terbaru.

R-73 sejak kelahiranya memang dilengkapi terobosan dalam ilmu tentang rudal udara ke udara, yaitu dengan semburan mesin rudal yang bisa di putar, sehingga membuat sudut putar rudal semakin kecil. Teknologi yang masih dalam penelitian di AS.

Sementara di AS masih dalam tahap penelitian, di Russia konsep semburan mesin yang bisa diputar sudah di aplikasikan. Pertama lewat rudal R-73 / AA-11. Dan beberapa tahun kemudian, AS semakin kalang kabut di buat oleh Russia dengan Su – 37 Demonstrator dan pilot gila-nya yang menunjukan manuver paling aneh di dunia, yaitu Pugachev Cobra dan sejumlah manuver serupa dengan sudut serang sangat tinggi.

AS yang merasakan betapa sakitnya serangan rudal darat ke udara Russia, dengan korban ratusan pesawat tempur berbagai jenis milik mereka, yang hancur digasak oleh persenjataan dari Russia. Akhirnya mengeluarkan konsep untuk melindungi pesawat tempur mereka dengan teknologi yang bisa menutup posisi mereka dari radar darat.

Dan ketika Perang Teluk I, AS yang tidak mau malu bertindak curang dengan mengerahkan armada pesawat remote kontrol untuk jadi sasaran SAM Irak, yang kemudian di bidik dan di hajar dengan rudal canggih milik AS. Namun korban pesawat remote kontrol masih terlalu tinggi, sehingga kebutuhan pesawat “siluman” masih sangat tinggi dan kemudian lahirlah F117 yang katanya “siluman”.

Perkembangan taktik dan pengerahan rudal darat ke udara juga semakin berkembang dan semakin menyulitkan bagi pesawat pelacak untuk mengetahui posisi mereka dengan cepat dan menghancurkannya. Membuat AS berpikir keras untuk menyempurnakan pesawat “siluman”-nya.

Hasil jerih payah berpuluh tahun akhirnya tumbang ketika F – 117 di tembak jatuh di Bosnia, sementara B – 1 B yang digandang – gandang sanggup menerobos pertahannan Russia dikeroyok di Bosnia dan terpaksa mengandalkan decoy untuk melindungi diri dari serangan rudal darat ke udara milik Bosnia.

Hasil yang sangat tidak diharapkan dan membuat B – 2 tidak jadi diturunkan dalam konflik Bosnia. Jika pesawat pembom senilai 1 miliar dolar itu sampai jatuh juga, AS bakal dikatakan “kalah” dalam persaingan merebut hegemoni di kawasan, yang selama ini ditangan AS.

Kemudian muncullah konsep untuk sebuah pesawat tempur yang melampaui semua pesawat tempur yang ada. AS berusaha mengulang kejadian di tahun 70-an yang dimana AS melampaui Russia dengan F – 15-nya. Dimana saat itu Russia masih berkutat dengan MiG-23 dan MiG-25 nya, sementara AS melesat dengan F – 15 pesawat tempur keunggulan udara.

Dari sekian banyak kekalahan AS terhadap Russia, ada sejumlah aspek yang masih menjadi keunggulan AS, dan AS memanfaatkan hal tersebut sebagai nilai tambah dalam menciptakan pesawat tempur generasi terbaru. Salah satu aspek tersebut adalah soal radar, AS dan sekutunya sudah asam garam dalam hal pertempuran udara dan serangan udara. Sehingga memiliki pencerahan tentang teknologi baru yang harus di implikasikan ke radar pesawat tempur.

Dan muncullah konsep AESA ( Active Electronically Scanned Array ) sebuah rada dengan kemampuan mengindera secara independen, karena terdiri dari puluhan sel radar yang terpisah namun tersambung satu sama lain. Sebagai catatan, AS adalah negara pertama yang berhasil menciptakan radar AESA ini, sebelum negara manapun di dunia.

Keserakahan AS membuat pabrikan sana harus membuat pesawat tempur yang melebihi pesawat apapun yang sedang ada dan sedang di kembangkan. Salah satunya karena beban yang harus di bawah oleh pesawat tempur, membuatnya membutuhkan mesin yang lebih besar lagi tenaganya, bahkan lebih besar dari kepunyaan F – 16 Block 60 dan F – 15 E serta F – 18E/F, yang notabene masih di angka 32.000 pon.

Alhasil pesawat tempur terbaru ini, malahan membuat hampir semua negara kelabakan mengimbangi lompatan teknologinya. Seperti contoh untuk F – 22 selain tubuhnya yang menyerap radar secara aktif , sistem senjata internal , mesin FW119-nya dan juga teknologi nozzle ( pipa pembuangan gas ) yang bisa bergerak keatas dan kebawah , selain kemampuan untuk membawa F – 22 terbang melebihi kecepatan suara tanpa afterburner ( dorongan tambahan ).

Sebenarnya teknologi yang tertanam di FW119 bisa dikatakan dipaksakan karena kemunculan Su – 37 Demonstrator ( nama Terminator digunakan oleh Su – 35 S / BM ( Ekspor ) ). Meskipun cuma bisa bergerak secara vertikal , dibandingkan dengan mesin AL-31FP ( Su – 30 MKI , Su – 30 MKM ) , AL-37FU ( Su – 37 ) dan AL-41F1S ( Su – 35 S / BM ).

Akhirnya AS harus puas dengan kemampuan pesawat generasi lima-nya yang kebanyakan menyontek teknologi yang sudah di terapkan di generasi ke empat terbaru. Dan F – 22 pun tidak bisa dikatakan sebagai generasi ke lima sepenuhnya karena banyak hal seperti radar AESA ( banyak yang sudah mengaplikasikannya ) , supercruise ( kemampuan jelajah melebihi kecepatan suara tanpa dorongan tambahan , juga sudah di aplikasikan oleh sejumlah pesawat generasi ke empat ) , thrust vectoring ( nozzle mesin yang bisa berputar , selain kalah dari kemampuan , teknologi ini juga sudah menjamur di gunakan oleh pesawat generasi ke empat dari Rusia ) , hanya tinggal teknologi super stealth-nya saja yang mewakili generasinya.

Yang akhirnya malah menjadi bumerang bagi F – 35 sehingga banyak yang meragukan F – 35 sebagai pesawat generasi ke lima seutuhnya , karena banyak sekali kemampuan F – 35 yang sudah bisa digunakan oleh pesawat generasi ke empat. Satu – satunya yang mungkin tidak bisa ditiru adalah kemampuan pengoperasian pesawat yang full digital….

Jadi apakah F – 22 dan F – 35 sudah masuk generasi ke lima atau malah generasi empat tingkat akhir ??? Silakan pembaca menjawab sendiri atau bisa di kolom komentar dibawah ya …. ????

Share.

About Author

Hanya seorang yang gak punya cukup kertas dan pensil untuk menuliskan semua isi otak

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage