Aa Gym Mah Munafikun Kadang-kadang…

Aa Gym Mah Munafikun Kadang-kadang…

3

Sumber gambar: Tribunnews.com

Abdulah Gymnastiar atau yang tenar dipanggil Aa Gym ini penceramah asal Geger Kalong, Bandung. Dalam ingatan saya si Aa ini orangnya kecil dan suaranya khas, meni Sunda pisan.. orangnya juga sayang anak istri, istrinya waktu itu cuma satu, penceramah juga namanya Teh Ninih, kalau dulu mah anaknya 6 orang, tau deh sekarang berapa..

Awal saya “mengenal” Aa Gym itu dari teman kantor saya dulu, yang seorang double minority; Tionghoa dan Katholik. Dia bilang Mamanya (Konghucu) seneng dengerin Aa Gym ceramah karna tidak rasis.

“Memangnya kita bisa minta pada Tuhan mau dilahirkan dimana dan menjadi suku apa? Memangnya salah bila dilahirkan menjadi suku Tionghoa?” begitu kira-kira ceramah si Aa yang teman saya sampaikan.

Well, boleh juga nih orang pikir saya waktu itu, lalu karna ia semakin tenar saya pun jadi sering mendengar ceramahnya sambil lalu dari televisi, gak pake lama si Aa makin populer saja, sering nangkring di televisi entah ceramah atau wawancara untuk infotainment, kadang-kadang infotainment datang ke Pesantren yang mereka kelola, memperkenalkan sang istri Teh Ninih dan anak-anak mereka, kadang juga infotainment mengikuti kegiatan Aa di Pesantrennya. Tidak lupa sekalian mengabarkan betapa banyak santrinya.

Well, gambaran penceramah yang ideal; isi ceramahnya netral dan tidak tendensius, keluarganya juga terlihat sakinah mawadah warahmah dengan Pesantren mereka yang tumbuh pesat. Si Aa pun ada diatas ketenaran, ceramah kemana-mana bahkan sampai keluar negri.

Tidak lama setelah itu terdengar kabar si Aa mau kawin lagi, poligami! Whatt?? Gak salah tuh? Saya sempat skeptis mendengar beritanya karna pernah mendengar si Aa nanya gini sama Teh Ninih “Teteh, kalau Aa kawin lagi gimana?”

“Boleh, tapi tunggu Teteh meninggal dulu” kata si Teteh

Jadi waktu itu saya fikir ya gak mungkinlah si Aa mau nyakitin istrinya yang udah nemenin dari si Aa bukan siapa-siapa, dari nol, dari bawah. Thats not possible, karna kalau beritanya beneran Aa mau kawin lagi, gak tau terimakasih banget tuh orang jadi laki! (Huh?)

Ehh, ternyata si Aa beneran mau kawin lagi.. “Oalah Aa.. Aa.. keblinger apa gimana ni orang?” Saya pikir si Aa mau ngawinin janda tua renta yang miskin, kan dia penceramah ya, trus katanya di zaman Nabi poligami itu dibolehkan buat menolong janda-janda tua renta yang miskin dan tidak terurus..

Dulu saya sering tuh denger sambil lalu iklan ceramahnya KH Zainudin MZ yang sering diputer di televisi, sampe hapal isinya; “masih banyakk janda-janda tua diluar sana, masih banyakk janda-janda miskin diluar sana” begitulah kira-kira isinya.

Jadilah saya kira si Aa ya mau ngawinin janda tua renta dan miskin gak ada yang ngurus.. Tapi ternyata si Aa malah ngawinin janda muda nan bohai semlohai dan punya pekerjaan. Maksud Loe?

Terus terang saja saya merasa dibohongin, dikibulin mentah-mentah sama si Aa dan sama ajaran yang sering terdengar itu “Boleh poligami untuk menolong janda tua renta miskin tak ada yang mengurus dan harus adil”

Laahhh… kalo tu bini mudanya semlohai begitu mah begimana si Aa bisa adil? Jelas-jelas Teh Ninih udah “turun mesin” berjuang antara hidup dan mati 6 kali buat ngeluarin anak-anak si Aa. Sekarang si Aa udah tenar, santri banyak, duit banyak, kok malah kawin lagi? sama daun muda lagi!

Kasihan amat Teh Ninih dan anak-anaknya, dipaksa harus menerima kehadiran wanita lain dalam hidup mereka sebagai “pencuri” suami dan ayahnya.

Detik itu juga saya benci setengah mati sama si Aa, tidak respect lagi dan langsung ganti chanel televisi kalau kebetulan liat tampang atau suaranya. Padahal yang dikhianati itu Teh Ninih dan anak-anaknya, tapi saya sebagai seorang ibu dan istri rasanya merasa ikut tersakiti gitu loh.. *maaf baper 🙁

Lalu saya dengar kabar si Aa sudah gak tenar lagi, meredup dan nyungsep. “Sukurin! makan tuh bini muda” umpat saya dalam hati.

Lah dia penceramah yang pendengarnya banyak ibu-ibu, mana mau ibu-ibu dengerin penceramah tukang kawin?? Ntar lakinya diajarin buat poligami gimana? Mati deh rame-rame ibu-ibunya..

Love you pull… Mak..

Lain cerita kalau si Aa ngawinin Mak Laela Sari misalnya, beliau kan udah tua, gak ada suaminya jadi gak ada yang kasih nafkah.

Mungkin kalau itu yang terjadi, saya dan ibu-ibu lain malah mendukung Aa dan malah ngefans jadinya.. Sayangnya itu jauh panggang dari api.

Lama gak kedengeran kabarnya, si Aa muncul lagi dalam aksi demo berjilid. Sebelum namanya “naik” lagi si Aa pernah bilang “kapok jadi orang terkenal” hehe.. rasain deh Aa makanya jangan maruk jadi orang!

Tapi setelah namanya “naik” lagi karna demo berjilid itu, si Aa bilang lagi “ini berkah”.

Yah elah Aa.. mana yang bener sih?

Aa dijadwalkan ceramah di Kepulauan Seribu

Senin kemarin si Aa datang untuk mengisi ceramah di Kepulauan Seribu dalam rangka Maulid Nabi, beberapa hari sebelumnya sudah tersebar luas poster bahwa Aa akan ceramah dalam rangka bela Islam yang beritanya bisa dibaca disini.

Tidak tau pasti mengapa akhirnya ceramahnya diganti dari Bela Islam menjadi Maulid Nabi, apakah terkait dengan maraknya pemberitaan dan penolakan warga Pulau? Mari kita tanyakan pada rumput tetangga yang lebih hijau. #ehh

Tetapi dalam ceramahnya di Pulau Seribu si Aa berkata seperti ini:

“Demi Allah, saya tidak mau negeri ini pecah dan kemajemukan yang ada tersebut memang merupakan kehendak terbaik dari Tuhan”

“Cita-cita dari pendiri bangsa dan pejuang Indonesia adalah menjadikan seluruh masyarakat Indonesia kokoh dan tidak mudah dipecah belah”

Selain itu si Aa juga meminta orang Pulau agar tidak terlalu memikirkan ucapan Ahok, jangan dendam kepada Ahok, menasehati agar orang tidak fokus pada kasus Ahok hingga lupa pada dosa sendiri.

Lalu begini salah satu komentar Aa saat mengikuti demo berjilid:

“Masyarakat harus menjaga persatuan ditengah keberagaman yang ada tersebut, jika ada perbedaan pendapat harus mengutamakan penyelesaian dengan cara kebaikan dan bersama-sama membuat negara kita makin maju,”

Aa juga meminta warga agar menghargai perbedaan dan tidak terpecah belah dengan ujaran kebencian atau berita bohong.

Menurut saya, semua ucapan Aa itu kontradiksi dengan prilakunya, kalau Aa benar berfikir tidak ingin seperti yang dikatakannya diatas, lalu kenapa Aa malah ikut aksi demo berjilid? membawa serta santri-santrinya ikut demo sampai ke Jakarta? Bukannya hal itu menandakan Aa “ikut serta” memecah belah?

kenapa Aa malah mau ceramah di Pulau Seribu disaat pengadilan Ahok sedang berjalan? bukannya itu berarti Aa malah memancing di air yang keruh?

Kenapa Aa malah yang ribut dan sibuk wara-wiri di televisi dan demo? Padahal masyarakat Pulau saja adem ayem gak pernah permasalahin pidato Ahok? Tidak dendam kepada Ahok?

Sepertinya Aa salah alamat, seharusnya Aa menasehati diri sendiri dan kaum titik-titik. Karna orang Pulau mah Islamnya NKRI bukan Islam sesapian atau kearaban..

Lucunya lagi Aa menasehati ahok agar banyak istigfar, juga menasehati Pakde Jokowi agar pemimpin itu tidak perlu kerja kerja kerja tanpa ahlak ahlak ahlak..

Laahh.. Aa mah suka gitu, lupa dia.. harusnya yang diingatkan itu si Aa, supaya tidak napsu mau kawin kawin kawin lagi..

Gak salah dong kalau saya kasih judul Aa munafikun? Karna suka beda sih antara yang diucapkan dengan yang dilakukannya..

 

Ksatria Itu Ahok, Pengecut Itu Rizieq Shihab dan Si Cengeng Itu Novel Bamukmin

Menunggu Taring Polisi untuk mengusut Rizieq Shihab

Sial! Gara-Gara Melatih FPI, Dandim Lebak Dicopot!

FPI Merasa Bangga Dilatih Bela Negara Oleh TNI

Besok! Program Cuci Otak Warga Kepulauan Seribu Atas Bantahan Ahok Menista Agama

Pengeroyokan Barbar Oleh Pendukung Agus Sylvi

Pajak Kendaraan Bermotor Naik! Hoax!

Kasus Ahok dan Rizieq Shihab Si Pencemar Gelar Habib

Pelecehan Pancasila dan Komentar Para Stakeholder

Jangan Tertipu Info HOAX!

Benang Merah Antara Jokowi-Ahok dan Mantan Baperan yang Masih “Birahi” Tinggi

Tentara Australia Melecehkan Pancasila! Pancasila Diplesetkan Menjadi PancaGILA!

Fitnahan Baru; GNPF MUI Sedang Sholat, Kubu Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

Jelas Sudah! Ahok memang korban Fitnah yang Keji. Dikriminalisasi Oleh Fitsa Hats!

Panggung Istimewa FPI di Sidang Kasus Ahok

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot Atas Postingan Pataresia Tetty?

Ucapan Terimakasih Warga Kepada Pak Ahok Atas Pembangunan Kalijodo

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage