Arab Mau Toleransi, Ke Manakah Tuh FPI ?

Arab Mau Toleransi, Ke Manakah Tuh FPI ?

6

Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok sejenisnya dimana-mana selalu bersemangat pamer berkoar-koar ‘Allahu Akbar’ di depan banyak orang.    Main tabrak-tabrakan dengan hukum negara ,berani memperalat hukum Islam untuk obrak-abrik tempat/kegiatan yang tidak disukai FPI.    Padahal hukum Islam mana ada yang ajarkan kekerasan atau main kasar , justru sangat amat mencintai kedamaian.

Masih ada lagi , agar tampak religus, FPI dan kelompok sejenis pasti berpakaian baju putih bersih cenderung mirip daster yang biasanya dipakai wanita hamil, dengan dalihnya mengadopsi budaya Arab Saudi di mana Arab Saudi adalah pusat agama Islam di dunia.    FPI jadikan Arab Saudi sebagai kiblatnya untuk ditiru habis-habisan.    Ideologi Arab Saudi mau diterapkan di Indonesia bilamana FPI menjadi penguasa.

FPI dan kelompok sejenisnya berperilaku jauh dari apa yang selama ini dicitrakan sebagai Pembela Islam.    Memalukan , ada anggota FPI punya tato di lengannya bergambar cewek telanjang. ( bisa dibaca di : https://seword.com/umum/heboh-pelucutan-atribut-fpi-di-rembang-ada-anggota-fpi-bertato-pornografi/ ).    FPI suka mengkafir-kafirkan siapapun.    Tidak hanya kepada orang beragama lain seperti Katolik, Kristen , Budha.    Juga kafirkan organisasi keislaman seperti NU / banser NU , karena NU menolak penyematan ‘Penista agama’ kepada Ahok oleh FPI dan kelompok sejenisnya.

Di bulan Ramadhan penuh berkah dan ampunan, FPI bukannya introspeksi atau mawas diri.    Makin nyaring teriakannya, FPI menuduh pemerintah dan khususnya Presiden Jokowi melakukan rekayasa kasus Rizieq Shibab.    Padahal Rizieq Shihab jelas-jelas terbukti berbuat tidak baik , seperti melecehkan Pancasila , mencemooh budaya Sunda ( plesetkan sampurasun jadi campur racun ).    Sebenarnya banyak lagi kasus yang menjerat Rizieq Shihab.    Cuma yang paling menohok sampai harga diri / moralnya rusak adalah kasus chat mesum yang melibatkan Rizieq Shihab dan Fiza Husein.    Harga diri / moral Rizieq Shihab rusak , sehingga sudah tidak layak jadi panutan kaum Islam.    Gelar yang selama ini selalu Rizieq Shihab bawa-bawa , sudah tidak pantas alias gelar ‘HABIB’ harus dicopot.    Habib merupakan gelar kehormatan di mana gelar khusus disematkan kepada keturunan Nabi Muhammad SAW, tidak boleh tercemar noda hitam.

Sekarang masih dalam masa puasa di bulan Ramadhan, kita dikagetkan oleh pemikiran tetangga Arab Saudi.     Perubahan nama masjid yang awalnya ‘Shaikh Mohammad Bin Zayed’ menjadi ‘ Mariam,Umm Eisa ( terjemahan : Maria , Bunda Isa ) di Uni Emirat Arab.    Padahal Negara Uni Emirat Arab adalah Negara berideologi Islam.    Perubahan nama masjid ditujukan untuk mempererat hubungan manusia dari berbagai agama , tidak hanya Islam saja.    Mencerminkan toleransi , di mana umat beragama berbeda-beda dapat berdampingan dengan baik.    Jadi, kemana tuh FPI ?    Mau meniru siapa lagi , selain Arab ?

Ironis, negara Arab saja bisa bertoleransi dengan agama lain, sedangkan FPI berkeinginan besar menjadikan Indonesia sebagai negara dengan satu agama yaitu Islam.    Apalagi Rizieq Shihab tidak malu-malu main meseum dengan Firza Husein , padahal Rizieq Shihab jelas tidak bodoh amat tentang Islam melarang keras perilaku meseum.

Tidak ada salahnya kita curiga kalau FPI sekedar alat politik untuk kepentingan segilintir orang untuk menjungkalkan pemerintah , khususnya Presiden Jokowi.   Karena setahu kami , belum pernah ada gerakan FPI untuk merongrong pemerintah sebelum-sebelumnya.

Apa Nabi Muhammad SAW benci orang yang beragama lain ?
Malah ada kisahnya , dapat dilihat bagaimana pikiran Nabi Muhammad SAW yang sesungguhnya.     Nabi Muhammad SAW sering bawakan makanan, bahkan menyuapkan makanan ke mulut pengemis Yahudi yang buta.    Padahal pengemis Yahudi sering mengumpat Nabi Muhammad SAW.     Sampai Nabi Muhammad SAW meninggal

Penggantinya , Abu Bakar membawa makanan dan menyuapkan makanan.     Pengemis Yahudi marah dan berteriak ,’ siapa kamu !!!’ kepada Abu Bakar karena cara menyuapkan makanan berbeda.     Ternyata sebelum menyuapkan makanan , Nabi Muhammad SAW mengunyah makanan terlebih dahulu sampai betul-betul halus.    Pengemis Yahudi baru tahu dari cerita Abu Bakar kalau Nabi Muhammad SAW sudah meninggal.     Pengemis Yahudi menangis terisak ,dan bertobat ,lalu masuk Islam.

Oh ada satu hal lagi, walaupun sebagian paman-pamannya kafir dan memusuhi ,  Nabi Muhammad SAW tetap bersilaturahmi dengan mereka.

Nah, Nabi Muhammad SAW tidak memaksa orang masuk Islam , apalagi mengkafir-kafirkan atau membenci orang kafir seperti halnya FPI.   Toh Pengemis Yahudi masuk Islam dengan sadar.    FPI mau memaksa semua penduduk masuk Islam.    Maka FPI / Rizieq Shihab tidak bisa disamakan dengan Nabi Muhammad SAW.

Kenapa Rizieq Shihab tidak memanfaatkan momen indah di bulan ramadhan ini, untuk menjunjung tinggi keberanian dan kejujuran ?    Rizieq Shihab perlu lah membuktikan dirinya bisa sedikit mirip Nabi Muhammad SAW yang berani jujur, dengan datang langsung ke polisi tanpa harus dijemput dulu.

Tinggal Rizieq Shihab maunya bagaimana , mencoreng keberkahan Ramadan atau menghormati kesucian Ramadhan ?

#ArtiRamadhan

Duh, nama saya bukan Romadhoni atau lahir bukan di bulan Ramadhan. Bagaimanapun , otak cangkok saya bersyukur, nama saya Winarno tidak jelek-jelek kok.

Share.

About Author

Mempelajari perilaku dengan otak cangkok

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage