Bangga! Jokowi Bangun 32 Jembatan Gantung dalam 2 Tahun, Begini Penampakannya

Bangga! Jokowi Bangun 32 Jembatan Gantung dalam 2 Tahun, Begini Penampakannya

6

“Jembatan besar saya resmikan, tapi yang kecil juga penting untuk infrastruktur. Dengan jembatan gantung ini ada percepatan untuk logistik, mobilitas orang, dan barang menjadi cepat,” – Joko Widodo

Presiden RI ke-7 Joko Widodo menyatakan dalam pernyataan di akun Facebook resminya bahwa ada 32 jembatan gantung yang sudah dan sedang dibangun dalam waktu 2 tahun terakhir oleh pemerintah. Pembangunan jembatan-jembatan gantung ini dilakukan karena ingin mengakomodasi keperluan masyarakat yang hidup di negara yang banyak pulaunya.

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan, lebih dari setengah daerah kedaulatannya, dipenuhi oleh air, baik selat maupun laut lepas. Maka keberadaan jembatan gantung ini sebenarnya sangat absolut dan penting bagi masyarakat di Indonesia.

Bukan hanya tol laut yang diefektifkan, ternyata jembatan-jembatan pun dibangun di daerah Indonesia. Jembatan yang ada tidak banyak yang menghubungkan antar pulau, melainkan sebagai jalur penghubung antara dua dataran yang berbeda ketinggiannya.

“Indonesia ini begitu luas, bergunung-gunung, desa-desanya dipisah lembah dan sungai. Karena itulah dibutuhkan banyak jembatan gantung untuk perjalanan antardesa atau dari tempat tinggal penduduk ke sekolah, pasar dan tempat kerja.

Boleh jadi, tanggung jawab pembangunan jembatan gantung berada pada pemerintah daerah, tapi tak semua mereka punya dana yang cukup. Tak ada jalan lain, sejak tahun 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turun tangan membangun jembatan gantung di berbagai provinsi.

Alhamdulillah, dalam dua tahun terakhir, Kementerian PUPR telah dan sedang membangun 32 jembatan gantung di Indonesia.” – Akun Facebook Resmi Presiden Joko Widodo

Jembatan yang dibangun tidak sembarangan, jembatan gantung yang dibangun, menggunakan struktur baja, bukan sekadar jadi saja. Banyak sekali jembatan yang dibangun pada masa pemerintahan sebelumnya, hanya terbuat dari kayu dan tidak terlalu durable di dalam menghadapi cuaca daerah tropis yang lembab.

Kayu yang digunakan pun mudah rusak, karena kelembaban udara yang begitu tinggi. Maka dengan baja yang tentunya anti karat, kekuatan jembatan akan lebih tinggi, dan umur jembatan gantung akan lebih panjang.

Jembatan dengan struktur besi dan serabut besi, membuat jembatan sangat kokoh. Dilapisi semen dan aspal sebagai lapisan untuk dilalui oleh alat transportasi, mulai dari sepeda, andong, sampai kendaraan bermotor, akan dengan aman melalui daerah tersebut. Pemerataan pembangunan sungguh terasa di dalam era Joko Widodo.

Dengan bantuan kementerian PUPR yang dikepalai oleh Basuki Hadimuljono, pembangunan pun dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat. Semangat kerja yang ditunjukkan oleh Jokowi dan Kabinet Kerja ternyata membuahkan hasil. Tidak dapat dibayangkan bagaimana jika ia tidak lanjut pada periode kedua. Rakyat Indonesia sudah terlanjur dimanja oleh setiap hasil kerja Joko Widodo dan para menteri kabinet kerja.

Indonesia butuh sosok seperti ini. Pembangunan merata begitu terasa di penjuru Indonesia. Lihat saja pembangunan di tempat yang tidak pernah terpikirkan (mungkin lebih tepatnya tidak ingin dipikirkan) oleh penguasa terdahulu. Sebut saja Papua, Miangas, dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Tempat-tempat yang tak terjamah tersebut, sudah dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo. Pembangunan yang dilakukan secara merata pun terjadi. Indonesia masih butuh Jokowi dalam beberapa tahun ke depan, bahkan jika perlu, ia bisa beberapa periode lagi untuk memastikan pembangunan di Indonesia tetap terjadi.

Di dalam periode-periode keemasan Indonesia, Jokowi dan jajaran menteri dapat membereskan pendidikan di Indonesia, yang sampai sekarang harus diakui, masih belum maksimal dikerjakan. Pembangunan 32 jembatan gantung dalam waktu 2 tahun ini, merupakan pencapaian yang sangat luar biasa, dilakukan oleh pemerintahan negara Indonesia, yang masih masuk dalam kategori ‘negara berkembang’.

Mitos ‘negara berkembang’ saat ini rasanya sudah mulai luntur, dengan pemerataan pembangunan. Jika kita ingin membagi rata dengan perhitungan matematis, 32 jembatan dalam waktu 24 bulan, artinya 1 bulan dikerjakan sebanyak 4/3 jembatan. Lebih dari satu jembatan per bulan dapat diselesaikan. Memang ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi Indonesia.

Indonesia yang memiliki kontur tanah dan letak geografis yang unik, membuat pembangunan jembatan dibutuhkan. Entah bagaimana cara kementerian PUPR dapat menyelesaikan dengan cepat tanpa menurunkan kualitas, harus diakui sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa.

Maju terus Indonesia. Kita rebut Indonesia dari tangan-tangan koruptor yang sangat kotor dan najis! Jangan biarkan Ibu Pertiwi diperkosa oleh para begundal yang mengatasnamakan agama untuk mengisi nafsu birahi mereka dan kecintaan mereka akan uang.

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut:

https://seword.com/author/hans-sebastian/

www.facebook.com/Jokowi/videos/744382475750604

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3596866/jokowi-bangun-32-jembatan-gantung-dalam-2-tahun-terakhir

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage