Bersama SBY Kita Bisa

Bersama SBY Kita Bisa

25

Halo Pembaca Seword yang budiman, sebelumnya penulis membuat artikel tentang krisis yang terjadi pada bangsa ini. Krisis itu meliputi krisis multidimensi, mulai dari moral, adab kesantunan hingga krisis kehidupan berketuhanan sampai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berujung pada perpecahan.

Krisis ini terjadi dikarenakan berbeda pemahaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada satu kelompok yang menginginkan mencantumkan kewajiban menjalankan syariat agama bagi pemeluknya di jadikan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara dan memaksa pemerintahan beserta alat kekuasaannya untuk melegitimasi kewajiban itu.

Di lain sisi banyak pula masyarakat yang secara mayoritas menolak penjalanan kewajiban itu dilegitimasi menjadi landasan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam lingkup NKRI.

Dengan alasan bertentangan dengan sendi-sendi kehidupan yang tertuang pada Pancasila dan UUD 1945. Penulis merasa kedua-duanya mempunyai alasan yang kuat untuk tetap berpegang pada keyakinannya.

Kelompok-kelompok yang berjuang dengan gigihnya melakukan aksi-aksi mendukung pencantuman kewajiban menjalankan syariat agama bagi pemeluknya meyakini bahwa hal ini perlu dilaksanakan dikarenakan menyangkut hajat hidup kepercayaan masyarakat mayoritas.

Sedangkan di lain sisi masyarakat mayoritas yang diyakini terwakilkan oleh kelompok pertama ini sebagian besar tidak merasa mempunyai tuntutan kehidupan yang seperti diperjuangkan kelompok ini.Kelompok masyarakat yang menolak untuk diwakili ini pun melakukan gerakan perlawanan bersama dengan kelompok minoritas. Begitu carut marutnya kondisi bangsa ini,sedih penulis melihatnya.

Sekarang dimana posisi negara dalam kondisi ini. Pemerintahan Jokowi menitikberatkan kiblat program kerja adalah pembangunan. Pembangunan ini dalam artian harfiah,bukan pembangunan menyeluruh yang absurd. Pembangunan yang dikerjakan pemerintah adalah pembangunan fisik negara antara lain infrastruktur,fasilitas pelayanan olahraga,fasilitas masyarakat hingga taman-taman yang diperuntukan untuk lansia hingga jomblo. Padahal kita ketahui Taman Jomblo di Bandung selain anak muda yang memfungsikan ada kaum Waria yang menikmati fasilitas itu,ahh ga penting juga dibahas.

Ternyata negara tidak menjawab permasalahan krisis ini secara akurat dan serius, Presiden Jokowi sendiri malah sibuk mempersatukan kekuatan pertahanan dan keamanan negara. Juga sibuk sowan ke pemuka-pemuka ulama Islam yang diakui ke-Ulamaan nya. Ahh…apaan sih si Pakdhe satu ini,ga ngaruh tau.

Namun sepertinya pakdhe jokowi ini salah sasaran dan tidak menguasai permasalahan. Sekali ini penulis akan mengajari pemerintah bagaimana caranya mengatasi permasalahan ini.

Sebelumnya kita secara taktis perlu memahami dulu akar permasalahannya,siapa saja pihak-pihak yang bersitegang ,siapa orang yang tepat dan mampu kita beri mandat untuk menengahinya dan bagaimana solusi pemecahannya.

Dan dalam mencari alternatif-alternatif solusi pemecahan ini pun harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya akibat pengambilan keputusan pemecahan itu sendiri.

Pertama-tama adalah akar permasalahannya, akar permasalahan ini berawal dari pemilihan kepemimpinan daerah yang diharapkan dapat mengemban amanat masyarakat mayoritas dan berasal dari kaum mayoritas.

Kedua perbedaan pemahaman kepemimpinan ini menimbulkan dua kubu yang saling berhadapan yaitu kubu yang dimotori oleh Habib Riziek dengan pemahaman pemilihan kepemimpinan yang berasal dari kaum mayoritas. Dan kubu yang bersebrangan adalah para pendukung kepemimpinan yang lebih menitikberatkan pada pemimpin yang mempunyai kualitas pemahaman permasalahan daerah, bersih korupsi-kolusi-nepotisme dan berpihak kepada kepentingan konstituen. Tanpa mementingkan pemimpin itu berasal dari kaum mayoritas atau minoritas.

Langkah berikutnya adalah memilih orang yang tepat diberi mandat sebagai penengah konflik untuk mengatasi krisis ini. Penulis akan mengajukan orang yang tepat dan setara dengan Habib Riziek.

Apakah Jokowi, penulis merasa seorang Jokowi kurang tepat untuk kita beri mandat selain menjadi Presiden, kalau untuk permasalahan ini Jokowi mah apa.

Orang dengan kualitas kebapakan,arif bijaksana dan mempunyai jejak rekam bagus adalah Susilo Bambang Yudhono (SBY).

Beliau adalah orang yang pertama kali terpilih sebagai Presiden selama dua periode secara berturut-turut dengan pemilihan yang demokratis ,hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SBY sangat tinggi. Selain itu beliau dikenal sebagai mantan Jendral TNI dengan kemampuan intelejen dan peramu strategi yang jempolan sehingga penulis anggap mampu menyelesaikan permasalahan ini dengan akurat, akuntabel dan transparan.

Kedekatan beliau dengan orang-orang yang mendukung aksi-aksi demo damai kemaren seperti tokoh-tokoh MUI dan tokoh Muslim Betawi adalah point bagus untuk melakukan pendekatan secara personal bak seorang intelejen.

Pengaruhnya yang besar lewat yayasan-yayasan Majelis Dzikir nya diharapkan mampu mendanai pertemuan-pertemuan konsolidasi kedua belah pihak beserta kharisma serta wibawa nya akan membuat wakil kedua belah pihak merasa segan.

Dan terakhir adalah merumuskan solusi pemecahannya. Penyeragaman pemahaman keduabelah pihak yang bertentangan ini haruslah mengandung maksud untuk tujuan kedepan tentang masa depan ibukota yang lebih baik.

Bagaimana standar lebih baik yang dimaksud.Kalau diharapkan lebih baik berarti sebelumnya kurang baik.

Kurang baik dalam hal apa. Hal ini perlu diadakan riset yang seksama dalam melihat kekurangan apa saja yang dihadapi ibukota.

Seperti halnya apa yang selama ini dikampanyekan ketiga Cagub yaitu, pemukiman, banjir, kemacetan dan pelayanan publik beserta fasilitasnya maka ini adalah daftar kekurangan yang harus diatasi oleh pemimpin ibukota selanjutnya.

Jadi penyeragaman akan seorang pemimpin ibukota haruslah orang pilihan dengan kualitas yang mampu mempunyai program kerja yang diamanahkan warga tentang kekurangan dihadapi ibukota. Penulis kira kedua belah pihak dapat menerima solusi ini. Satu permasalahan selesai.

Berpijak dengan syarat kepemimpinan yang di tuntut oleh pihak Habib Riziek yang berasal dari mayoritas. Dalam masalah berbangsa dan bernegara kita haruslah mengacu pada tatanan dan aturan serta sikap pandang yang dirumuskan sebagai dasar negara. Karena hal ini sangatlah penting bahkan dikuatkan dalam hukum positif serta Undang-Undang negara.

Walaupun dalam aturan tatanan tidak menyebutkan adanya konsep kepemimpinan harus mengandung unsur berasal dari kaum mayoritas, namun SBY wajib untuk menampung aspirasi dari kedua belah pihak.

Berdasarkan konsep kepemimpinan Kepala Daerah di Indonesia yang menganut unsur dwitunggal, yaitu adanya jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah maka untuk memenuhi aspirasi dari kedua belah pihak yang mensyaratkan mempunyai kemampuan mengatasi permasalahan ibukota, bersih dari indikasi KKN, berpihak kepada rakyat dan mewakili kaum mayoritas maka konsep dwitunggal kepemimpinan daerah ini haruslah mengandung unsur-unsur tersebut sesuai dengan porsi yang tersedia.

Dalam artian bahwa apabila Kepala Daerah tidak bisa memenuhi syarat mayoritas maka unsur tersebut harus dipenuhi pada jabatan Wakil Kepala Daerah, begitu juga sebaliknya.

Konsep kepemimpinan ini malah akan menjadi tim yang bagus dan bisa diterima segala pihak.

Disinilah skill kemampuan yang lengkap dari seorang anak bangsa yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono yang kita butuhkan untuk memenuhi panggilan ibu pertiwi untuk membantu menuntaskan permasalahan bangsa.

Kenapa bukan seorang Prabowo, kita bisa melihat seorang Prabowo adalah seorang tokoh penting harapan bangsa yang mempunyai kemampuan menganalisa suatu kebijakan pemerintah. Selama ini pemerintahan Jokowi bisa berjalan dengan nilai kepuasan tinggi oleh masyarakat dikarenakan jasa baik seorang Prabowo.

Dengan ketajaman kritikannya yang rekonstruktif mampu memberikan peringatan kepada pemerintah apabila mulai berjalan pada jalur yang salah. Maka dari itu sikap kenegarawanan seorang Prabowo sangat dibutuhkan sebagai pengawas kinerja pemerintahan.

Lalu bagaimana dengan Jokowi. Penulis kira Jokowi tidak mempunyai skill dan kemampuan sebagai kritikus dengan kepelitan dan kurang nyinyirnya beliau. Jokowi adalah pribadi pelayan, pembantu dan pengemban amanat yang amanah. Sikap jujurnya yang terkesan polos tidak punya kemampuan berpolitik praktis maka beliau cuma berkemampuan sebagai kepala pemerintahan, entah itu Walikota, Gubernur atau Presiden. Kemampuannya yang bisa dibilang minimalis ini tentunya kalah jauh dengan kepiawaian seorang SBY.

SBY yang kita ketahui berhati lembut,peka dengan lingkungan disertai dengan kemampuan menyelesaikan atau menimbulkan masalah, sekali lagi adalah figur tepat dalam penuntasan permasalahan ini dibandingkan dengan Prabowo dan Jokowi, Jokowi mah apa.

Akhir kata SBY adalah sosok yang mempunyai kepekaan politik yang amat tinggi,mampu mengurai permasalahan bangsa dengan pandangan serta sikaep politiknya yang netral selama ini. Bahkan perumpamaan beliau tentang Lebaran Kuda mampu menginspirasi Kepolisian untuk segera membuktikan bersalah atau tidak bersalahnya penistaan agama Ahok dalam proses peradilan.

Komitmen moral beliau untuk saling mengamankan sesama warga negara indonesia dengan sebuah ajakan rekonsiliasi duduk bersama dengan Presiden terpilih Jokowi,ternyata tidak akan berarti apa-apa dengan duduk,ngobrol hanya dengan seorang Jokowi. Bagi penulis itu bukanlah hal yang bersifat urgent dan penting.

Namun dengan peran serta aktif beliau sebagai pengurai permasalahan ini akan menunjukkan kepada bangsa Indonesia bahwa kapasitas,kualitas seorang SBY tidak berada dibawah seorang Jokowi,bahkan malah penulis nilai melebihinya.

Tudingan miring terhadap SBY sebagai perencana aksi-aksi intoleran yang berkembang, fitnah-fitnah pembisik Jokowi tentang adanya aktor politik yang menunggangi aksi-aksi tersebut akan gugur satu persatu dengan peran aktif beliau.

Marilah kita dukung SBY dengan tulus bahkan sampai pada bagian-bagian akhir pengukiran sumbangan beliau pada sejarah kemampuan bangsa Indonesia. Marilah kita pekik kan “Bersama SBY…Kita Bisa !”.

Demikianlah Kura Kura pendapat saya yang mulai bosan ber Pura Pura mencari solusi permasalahan bangsa ini…Wassalam.

Share.

About Author

Just Aji...cuma itu tanpa tambahan apapun

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage