Fitnahan Baru; GNPF MUI sedang Sholat, Kubu Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

Fitnahan Baru; GNPF MUI sedang Sholat, Kubu Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

28

Berita hari ini dan kemarin “Full Ahok”. Dimana-mana tag line berita “menyajikan” Ahok. Seperti kita ketahui kemarin adalah jadwal sidang ke 4 Pak Ahok yang meng-agenda-kan keterangan saksi-saksi dari pihak pelapor.

Kemarin JPU hanya menghadirkan 4 orang saksi dari 6 saksi yang dijadwalkan sebelumnya (1 orang saksi sakit dan 1 orang lagi sudah meninggal di Desember 2016 lalu). Profile dari ke 4 saksi yang dihadirkan dalam sidang kemarin bisa dibaca disini

Semalam seusai menjalani sidang, Ahok memberikan keterangan singkat mengenai jalannya persidangan yang berlangsung lebih dari 10 jam itu. Dalam sidang yang terbuka tetapi tidak disiarkan secara live tersebut, sudah tidak terlihat lagi emosi kesedihan di raut mukanya akibat tuduhan keji yang dituduhkan oleh kaum titik-titik kepadanya.

Menjalani sidang kali ini beliau sudah lebih rileks. “nothing to lose” kalau kata Pak Andi Analta, abang angkat Ahok. “Dia cair kok, senyum-senyum saja” kata Prasetyo Edi selaku Ketua Pemenangan pasangan Ahok-Djarot yang juga hadir dalam sidang tersebut.

Mengenai emosi, tentu saja seharusnya emosi Pak Ahok kini sudah mencair dan beliau lebih santai, walaupun semua yang dituduhkan kepadanya itu hanyalah fitnah dari kaum titik-titik, tetapi beliau sudah “melepaskan” semua sesak di dada akibat tuduhan yang jauh dari konteks itu pada sidang pertama beberapa waktu yang lalu.

Hal ini memang biasa terjadi, pemimpin juga manusia, lelaki juga manusia, punya rasa punya hati, Pak Ahok yang biasanya garang juga punya perasaan dan hati. Bagaimana bisa seorang anak yang dibesarkan oleh salah satunya keluarga Islam yang taat mampu menista agama keluarga angkat yang ikut membesarkannya? Sangat tidak masuk akal. Kurang ajar dan tidak tau balas budi, tidak tau terimakasih.

Menurut saya pribadi, apapun konteksnya bila kita tidak menghormati orang yang telah berjasa dalam hidup kita, kita gak tau diri banget jadi orang. Air susu dibalas air tuba. Itulah yang dituduhkan kaum titik-titik itu kepada Ahok. Jadi wajar saja jika pada akhirnya beliau “meledak” dan menumpahkan segala emosi yang menghimpit dadanya selama ini. Manusiawi.

Walaupun kenyataannya si kaum titik-titik tetap ngotot bahwa menangisnya Ahok saat sidang pertama dulu itu pencitraan, akting. Oii.. akting pala lu peyot?? Dia itu sedih sendiri, lagi cerita tentang keluarganya, teringat juga sama orangtuanya yang sudah almarhum, pada hari dia menangis itu bertepatan juga dengan meninggalnya ayah kandungnya, tepat ditanggal itu.

Tapi ya terserah situ lah ya mau bilang apa, kita males lah kalau akhirnya malah debat kusir, sebagai yang waras saya mah ngalah saja..

Semalem, Ahok semangat lagi, waktu konpers dadakan seusai sidang, saya kembali melihat Ahok yang dulu, Ahok yang semangat dan tegas, Ahok yang berapi-api. Ruh nya yang dulu itu sudah kembali lagi setelah sekian lama, selama dirundung kasus fitnahan ini beliau terlihat sedikit seperti bukan dirinya, bahkan sang istri Veronika nyeletuk “Kok, gue gak liat lu yang kayak biasanya ya? Orang ngomong apa lu cuma ngangguk-ngangguk doang?” (ini kejadiannya pasti waktu yang terhormat Pak Anies sedang menasehati Pak Ahok)

Jujur saja, kita rakyat pun merasakan perubahan itu, Pak Ahok yang biasanya steady, percaya diri, jadi lebih silent, diam. Jadilah kita merindukan sosok Pak Ahok yang seperti dulu, “garang” pada semua yang bathil. Dan sosok Pak Ahok yang kita idolakan itu semalem sudah mulai muncul lagi walaupun belum terlihat sempurna.

“Suk Ahok, kita gak tau beban dan kesedihan mu sebesar apa menghadapi kasus ftinahan ini, tetapi percayalah rakyat dan Tuhan tidak akan meninggalkanmu sendirian, you’ll never walk alone, kami menyayangimu” Baper kan saya jadinya, hikhik..

Propaganda mulai bergentayangan

GNPF MUI sedang sholat, Kubu Ahok setel musik dan joget keras-keras

Kemarin itu teman sesama penulis saya yang juga merupakan relawan AhokDjarot, Birgaldo Sinaga seharian stand by di luar gedung Kementan yang dijadikan tempat jalannya persidangan ke 4 Ahok ini, Beliau dan banyak relawan Ahok-Djarot yang biasanya menyemut di Rumah Lembang kemarin pindah “markas” kesana, tujuannya cuma satu ingin memberi support kepada Ahok, bahwa beliau tidak sendirian. (once again Suk Ahok, percayalah, you’ll never walk alone. Terimakasih banyak saya sampaikan kepada teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mensupport Pak Ahok secara langsung disana)

Lalu tadi pagi Bang Birgaldo berbaik hati menceritakan keadaan yang sebenarnya di luar gedung persidangan Ahok. Bila kita menonton berita kemarin itu, dengan jelas stasiun televisi memberitakan bahwa terdapat 2 massa yang pro dan kontra dengan Ahok disana yang dibatasi oleh mobil Barracuda, dan sempat terjadi kericuhan kecil, yang semua itu benar adanya.

Menurut Bang Birgaldo memang terjadi kericuhan kecil disana, pihak sebelah berusaha memancing keributan tetapi terimakasih kepada pihak Kepolisian yang dengan cepat dapat mengatasi itu.

Lalu kemarin saya sempat membaca berita bahwa saat tengah hari pihak sebelah melakukan sholat berjamaah dijalan raya, saya fikir biasa saja deh orang mau sholat biarin saja tak ada yang melarang.

Tidak lama kemudian seorang teman memberitau bahwa ada sebuah penggalan cuitan yang berasal dari akun FPI yang memberitakan saat pihak sebelah melakukan sholat, pihak pendukung Ahok malah menyetel musik dan berjoget rame-rame, yang mana bila kita menyetel musik dan berjoget itu kan itungannya suara musiknya kenceng, padahal orang sebelah lagi pada sholat.Gak beres nih pendukung Ahok!

Tentu saja seperti itu fikiran kita yang membaca beritanya kan? Apalagi bila berita tersebut sampainya kepada kaum titik-titik, yang sumbu pendek, yang punya deffault bad habbit yaitu: Baca judul, ketik amin, share, masuk surga.

Apa gak jadi masalah lagi berita itu? “Pendukung Ahok menista orang yang sedang sholat” begitu misalnya.. Ya sallam… banyak kali penistaan jaman sekarang ini, pening saya makk…

Padahal menurut Bang Birgaldo, saat pihak sebelah melakukan sholat, pendukung Ahok yang muslim pun juga melakukan sholat, jadi mana mungkin bisa joget-joget sementara ada orang yang sedang beribadah

Lalu muncullah gambar kontradiktif, gambar yang satu lagi pada sholat, gambar yang satu lagi pada joget. Padahal gambar pendukung Ahok yang sedang berjoget tersebut diambil bukan di waktunya orang-orang lagi pada sholat, tetapi dibuat sedemikian rupa sehingga terkesan pihak sebelah sholat, pihak sebelah lagi joget-joget.

Emang gila apa itu pendukung Pak Ahok? Emang pendukung Pak Ahok kafir semua gak ada yang muslim? Haiiyyaa… ngerti ora Son? (*getok pala sendiri)

Bukan itu saja, FPI pun melempar fitanahan lain

Isinya: “Kubu Ahok main kotor, Sebar spanduk foto Habib Rizieq & FPI ajak dukung Agus-Sylvi. Tujuannya, buat opini kasus Ahok krn rivalitas politik”.

Aduh lengkap banget itu serangannya. Padahal kubu Ahok yang selama ini selalu jadi bulan-bulanan mereka, kok kenapa sekarang mereka yang balik ngerasa di fitnah? Fitnah atau propaganda nih?

Kalau beginian nyampe lagi ke kaum titik-titik dan sumbu pendek dengan deffault bad habbit nya itu, bisa berabe lagi, Ahok dan kubunya yang gak tau apa-apa malah kena getah lagi. Kok demen amat ya bikin onar gak abis-abis? capedeee..

 

 

 

Jelas Sudah! Ahok Memang Korban Fitnah yang Keji!

Panggung Istimewa FPI di Kasus Sidang Ahok

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot dengan Postingan Pataresia Tetty?

Ucapan Terimakasih Warga Kepada pak Ahok Atas Pembangunan di Kalijodo

Gerilya Agus-Sylvi. Analisa Indikasi Kecurangan Paslon No Urut 1

Premannya FPI Menghadang Ahok Lagi

Penistaan Politik Oleh Sandiaga Uno!

Jadi Gubernur, Ambisi Agus atau Peponya?

Rizieq Shihab di Polisikan, Polisi Bernyali Menindak?

Semua Gara-Gara Ahok!

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage