FPI vs Ahok = Luka Lama

FPI vs Ahok = Luka Lama

1

Perseteruan antara FPI dan Ahok semakin panas dan sulit untuk diredakan. Melihat FPI dan Ahok duduk bersama secara kekeluargaan dengan kepala dingin bisa jadi sebuah hal yang hampir mustahil. Ibarat sebuah pertempuran, FPI mencoba berbagai cara untuk menyerang Ahok. Jika tuntutan FPI kepada Ahok agar dipenjaran sudah terealisasi, saya tidak yakin FPI berhenti untuk melakukan serangan-serangan frontal ke Ahok.

Kebencian FPI kepada Ahok tentu bukan tanpa sebab. Tidak murni kebencian karena perbedaan Agama. Ahok memang orang yang pemberani. Beliau lah yang berani melaporkan surat rekomendasi pembubaran FPI ke Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2014. Apa yang diperbuat Ahok tentu merupakan ancaman untuk FPI. Organisasi mana si yang mau dibubarkan? Apa lagi yang berniat membubarkan adalah hanya satu orang kafir, etnis China pula.

Sakit hati yang begitu memuncak tidak bisa tiba-tiba sembuh kalau belum melihat orang yang menyakiti hatinya belum menderita. Karakter Ahok yang ceplas-ceplos serta etnis china dan non-muslim menjadi bahan propaganda yang ideal untuk menjatuhkan Ahok. Sakit hati harus terbalas dengan sakit hati.

Saat karir Ahok menanjak menjadi Gubernur DKI Jakarta, FPI semakin kebakaran jenggot. Dengan alasan Ahok non-muslim, FPI tidak ingin Ahok menjadi gubernur karena haram orang kafir memimpin di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta memang sudah semestinya seperti itu.

Ahok sangat berhak menjadi gubernur. Ketika gubernur diberhentikan dari jabatannya, maka wakil gubernur yang akan menggantikan posisi gubernur yang telah diberhentikan. Saya yakin FPI tidak buta dengan Undang-Undang. Ini murni karena ketidaksukaan FPI secara personal ke Ahok.

Di provinsi lain, ada Frans Lebu Raya (gubernur Nusa Tenggara Timur) beragama Kristen Katolik, Cornelis (gubernur Kalimantan Barat) beragama Kristen Katolik, Agustinus Teras Narang (gubernur Kalimantan Tengah) beragama Kristen Protestan, Sinyo Harry Sarundajang (gubernur Sulawesi Utara) beragama Kristen, Karel Albert Ralahalu (gubernur Maluku) beragama Kristen, serta Abraham Octavianus Atururi (gubernur Papua Barat)
beragama Kristen Katolik.

Mereka tidak mendapat penolakan seperti Ahok. Tentu ini menimbulkan kecurigaan. Jika memang FPI konsisten, harusnya gubernur non-muslim yang lain juga mendapat perlakuan yang sama seperti Ahok.

FPI membeberkan alasannya mengapa membenci Ahok. Menurut FPI, Ahok memiliki dosa sebagai berikut:

Pertama, Meresahkan. FPI mengecam pernyataan Ahok kala awal 2013 lalu yang dinilai mencampuradukkan agama dengan politik. FPI menilai komentar Ahok itu telah meresahkan masyarakat.

Kedua, Arogan. Tercatat sudah beberapa kali massa FPI mendatangi Balaikota Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka, menolak Ahok naik pangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pada 24 September 2014, massa FPI pun mendatangi kantor DPRD DKI Jakarta. Dalam aksinya, FPI memprotes gaya bicara Ahok yang keras. Hal itu dianggap tidak pantas dilakukan apalagi sebagai pemimpin Ibukota.

Habib Novel yang diduga kuat sebagai aktor yang menggerakan massa hingga berlaku anarkis diburu polisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Buntutnya, 21 Agnggota FPI menyandang status tersangka.

Ketiga, Menyalahgunakan kekuasaan. FPI tak terima dengan aksi Ahok yang merekomendasikan pembubaran ormas tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM. Mereka pun balik melaporkan pria berkacamata tersebut ke Polda Metro Jaya. Sementara Ahok. masih tak terpengaruh dengan ancaman tersebut. “Terserahlah, gue mah mau kerja saja, pusing banget, kurang kerjaan gitu dia (FPI),” ujar Ahok.

Keempat. Seenaknya. Salah satu yang melandasi FPI menolak naik pangkatnya Ahok adalah soal larangan penjualan hewan kurban di trotoar jalan. Kebijakan itu memang dikeluarkan lewat Instruksi Gubernur nomor 67 Tahun 2014 tentang Pelarangan Menjual Hewan Qurban. padahal Ahok sudah mengatakan bahwa , permintaan pelarangan menjual hewan kurban itu datang sendiri dari beberapa pihak sekolah dasar (SD) di Jakarta. Karena mereka tak ingin pemotongan atau peternakan hewan itu dilihat anak-anak dan mengganggu psikologis mereka dalam belajar di sekolah. http://news.liputan6.com/read/2133078/4-dosa-ahok-versi-fpi

Sejak lama FPI mengintai gerak-gerik Ahok. Mereka mencari celah agar tindakan Ahok bisa mereka jadikan alat propaganda untuk menjatuhkan Ahok. Di sini mungkin Ahok sedikit teledor. Beliau tidak menyadari bahwa gerak-geriknya akan terus dipantau oleh FPI. Beliau tidak menduga, kunjungannya ke Kepulauan Seribu akan menjadi peluru kendali yang akan menghantamnya.

Jangan heran, kasus penistaan agama yang menimpa Ahok yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan malah semakin diperuncing dan dilebih-lebihkan oleh FPI. Tujuannya yang terpenting Ahok harus menderita. Ahok adalah musuh FPI. Bagaimanapun juga musuh harus dijatuhkan. Perseteruan mereka bukan kisah yang baru.

Jangan heran juga ketika saksi dalam persidangan Ahok rata-rata orang FPI. Orang yang sekarang melaporkan Ahok adalah orang yang sama, yang sejak dulu melakukan propaganda agar Ahok tidak jadi gubernur. Tidak ada satu pun saksi yang berasal dari Kepulauan Seribu. Justru masyarakat Kepulauan Seribu menjadi simpatik dengan Ahok karena kunjungan Ahok ke Kepulauan Seribu berbuntut panjang.

Orang awam pun akan sangat mudah menilai bahwa kasus Ahok adalah sangat lucu dan mengada-ngada. Dari Habib Novel dengan ‘Fitsa Hats”, sampai saksi yang melihat video Ahok dari wats up.

Mungkin seperti itu……

Share.

About Author

Bukan Siapa-Siapa email : saefudinachmad1991@gmail.com BBM : D22E6398

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com, jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage