Gatot Meminta Prajurit Tidak Mengikuti ‘Ulama’ Bersorban Yang Memecah Belah Bangsa, Siapa Yang Dimaksud?

Gatot Meminta Prajurit Tidak Mengikuti ‘Ulama’ Bersorban Yang Memecah Belah Bangsa, Siapa Yang Dimaksud?

22

Fenomena yang berkembang di Indonesia sekarang memang sangat memprihatinkan. Mulai bermunculan banyak sekali orang-orang yang memakai pakaian ulama namun kerap melontarkan perkataan-perkataan yang membuat merinding. Banyak sekali orang-orang yang ilmu agamanya belum seberapa, bahkan ngajinya hanya dengan google atau buku terjemahan sudah berani membuat fatwa, sudah berani mengkafir-kafirkan, membid’ah-bid’ahkan, serta merasa dirinya paling pantas masuk surga. Tidak hanya itu, mereka juga melontarkan pernyataan yang memicu perpecahan bangsa Indonesia.

Melihat fenomena tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI dan komponen bangsa agar tidak mengikuti ulama yang menginginkan agar bangsa Indonesia mengalami perpecahan.

“Kalau ada yang mencoba pecah belah bangsa dan mencaci maki dengan berpakaian ulama, pasti bukan ulama. Oleh karenanya, jangan diikuti,” kata Panglima TNI saat berbuka puasa bersama dengan Muspida Kota Tarakan dan 1.000 anak yatim serta 4000 prajurit di Islamic Center Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (18/6). Demikian dikutip Antara.

Meskipun, orang itu berembel-embel kiai atau ulama, namun bila menginginkan adanya perpecahan di Indonesia berarti orang itu bukan orang Islam asal Indonesia atau orang Indonesia yang belajar Islam di luar negeri.

“Jadi, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai, tetapi berbicara soal memecah belah bangsa, bukan kiai dari Indonesia atau orang tersebut belajar Islam dari luar negeri,” katanya.

Umat Islam atau kiai asal Indonesia tidak menginginkan adanya perpecahan dalam bangsa ini, bahkan para ulama dan kiai bersama rakyat bersama-sama merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.

“Sejarah kemerdekaan, bahwa yang memerdekan Indonesia bukan TNI. Yang berjuang untuk kemerdekaan adalah rakyat Indonesia, yang mayoritas muslim. Kalau ada yang ingin pecah belah bangsa, apalagi ingin merusak Pancasila berarti ulama palsu. Dalam hadits disebutkan, seorang mukmin tidak boleh mencaci maki dan mengadu domba,” ucap Panglima TNI.
Gatot tidak menyebutkan secara jelas siapa orang-orang bersorban yang memecah belah bangsa Indonesia. namun saya rasa tak terlalu sulit untuk menebak orang-orang yang dimaksud oleh Gatot.

Untuk mengidentifikasi siapa yang dimaksud oleh Gatot, kita coba telusuri orang-orang Indonesia yang hampir selalu memakai sorban. Menurut saya, kemungkinan yang dimaksud Gatot tidak hanya bersorban, tapi memakai jubah.

Diantara orang-orang Indonesia yang kerap memakai sorban dan kerap mucul di media ada Rizieq Syihab, Aa Gym, Tengku Zulkarnain, HTI dan FPI, dan yang lainnya. Mungkinkah orang-orang ini yang dimaksud oleh Gatot?

Kita beranjak ke indokator yang kedua, yaitu memecah belah bangsa. Apakah orang-orang yang saya maksudkan di atas terindikasi memecah belah bangsa?

Kita mulai dari Rizieq Syihab. Saya kira salah satu orang yang dimaksud oleh Gatot adalah Rizieq. Saya rasa hampir semua penduduk Indonesia sudah paham rekam jejak Rizieq. Dia kerap melontarkan pernyataan-pernyataan provokatif dan tendensius terutama terhadap pemerintah. Rizieq berhasil membuat orang-orang ikut membenci pemerintah yang sah. Rizieq adalah aktor dibalik munculnya aksi berjilid-jilid. Orang yang sedang terjerat kasus pornografi serta sedang kabur di Arab ini juga mengancam akan melakukan revolusi jika kasusnya tidak ditutup. Melihat kriteria-kriteria ini, sangat mungkin Rizieq adalah tokoh yang dimaksud oleh Gatot.

Kita lanjut ke Aa Gym. Aa Gym memang lebih santun dibanding Rizieq. Beliau tidak terjerat kasus seperti Rizieq. Namun sejak pilkada DKI ini, beliau memang kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang memicu perpecahan serta melawan pemerintah. Namun, saya kira peluang Aa Gym untuk masuk kategori orang yang dimaksud oleh Gatot lebih kecil dibanding Rizieq.

Sekarang kita beralih ke Tengku Zulkarnaen. Dirinya memang sering terlihat memakai jubah dan sorban. Namanya meroket setelah kasus Ahok mencuat. Dalam acara ILC, beliau tidak segan-segan mengatakan bahwa Ahok harus dibunuh atau diusir karena dinilai telah menodai agama. Ciutan-ciutan beliau di twitter juga sangat provokatif. Saya kira beliau termasuk salah satu orang yang dimaksud oleh Gatot.

Terkahir, HTI dan FPI. HTI jelas sudah menolak pancasila sebagai ideologi negara. HTI bahkan ingin mengganti ideologi pancasila dengan hukum Islam. Meskipun tidak menolak pancasila, namun tindakan FPI kerap memicu kerusuhan dan perpecahan. Rasa sentimen FPI kepada umat non-muslim juga memicu keretakan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. saya kira kedua ormas tersebut termasuk yang dimaksud oleh Gatot.

Kesimpulannya, jika mereka memang benar yang dimaksud oleh Gatot, maka seharusnya parjurit TNI tidak ada yang mengikuti mereka. sebenarnya tidak hanya TNI, tapi seluruh masyarakat Indonesia sebaiknya tidak mengikuti mereka.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

Sumber:

 

https://www.merdeka.com/peristiwa/panglima-tni-jangan-ikuti-ulama-bersorban-tapi-pecah-belah-nkri.html

 

Share.

About Author

Bukan Siapa-Siapa email : saefudinachmad1991@gmail.com BBM : D22E6398

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage