Golkar Oh Golkar. SetNov Ketua Umum Bermasalah, Sekarang Indra Piliang Ditangkap Karena Narkoba

Golkar Oh Golkar. SetNov Ketua Umum Bermasalah, Sekarang Indra Piliang Ditangkap Karena Narkoba

28

Kemarin, Rabu malam 14 September 2017 sekitar pukul 19.30 WIB, Politikus Golkar Indra Jaya Piliang ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya di Room Opal Diamond karaoke, sebuah tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat. Indra J Piliang (45) diringkus bersama dua orang lainnya yakni Romi Fernando (32) dan M. Ismail Jamani (35). Ketiganya ditangkap karena mengkonsumi narkoba jenis sabu.

Bersamaan dengan penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 set bong dan cangkong bekas pakai, 1 plastik bekas pakai, dan 1 korek gas. Saat dites urin, ketiganya positif menggunakan narkoba.

Dengan usia yang tergolong masih muda, kejadian penangkapan Indra J Piliang karena kasus narkoba ini jelas sangat disayangkan. Indra J Piliang yang lahir di Pariaman, Sumatera Barat, 19 April 1972 selama ini dikenal sebagai pengamat dan peneliti bidang politik, pemerintahan daerah, konflik, pertahanan, keamanan, hingga otonomi daerah.

Indra juga terlibat dalam pelbagai organisasi masyarakat sipil, seperti Koalisi Konstitusi Baru, Koalisi Media, sampai Pokja Papua. Sekalipun Indra sudah terjun total di dunia politik, Indra tetap aktif meneliti dan menulis.

Dalam kesehariannya, Indra aktif sebagai Dewan Penasehat The Indonesian Institute. Indra juga menjabat Ketua Departemen Kajian Kebijakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar.

Dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan MKGR, Indra dipercaya sebagai Deputi Sekjen. Dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Indra menjabat sebagai Wakil Sekjen. Selain itu, Indra juga menjadi Komisaris Utama PT Gerilya Tuah Malaka yang bergerak di bidang konsultan komunikasi, penelitian dan politik.

Ckckckckck…….. Sayang beribu sayang. Indra yang sangat aktif dan memiliki banyak potensi seperti ini justru harus ditangkap karena mengkonsumsi narkoba. Barang haram yang bisa merusak bangsa ini justru dikonsumi oleh orang yang menjadi panutan masyarakat.

Kabar penangkapan Indra ini jelas mengejutkan, terutama di internal Golkar. Rekan-rekan Indra di partai berlambang pohon beringin itu kaget saat mendengar kabar ditangkapnya Indra. Tanggapan semacam itu  memang tak berlebihan, karena selama ini Indra dikenal sebagai sosok yang cemerlang.

Sepak terjang Indra selama ini juga jauh dari gosip dan hal-hal negatif. Indra malah dikenal sebagai politikus yang kritis dengan gagasan-gagasannya yang berani. Tanpa ragu, Indra sering mengkritik kebijakan elit Golkar. Indrapun bahkan sempat berseberangan dengan partai dalam Pilpres 2014. Indra justru bergabung dengan tim pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Bagian terserunya adalah:

Baru-baru ini, bersama Ahmad Doli Kurnia dan kader muda Golkar lainnya, Indra menunjukkan sikap sengit mendorong Setya Novanto meletakkan jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar karena dianggap tak pantas menjadi ketua sehubungan dengan statusnya sebagai  tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Sikap kritis Indra dan teman-temannya yang tak menginginkan SetNov ini ditengarai sudah memecah intern Golkar menjadi 2 kubu. Dan sekarang kedua kubu ini sama-sama bermasalah. Sang Ketua bermasalah dalam kasus e-KTP, anak buahnya bermasalah dalam kasus narkoba. Mantap jiwa dalam tanda kutip tentunya.

Jujur aku kasihan pada Ibu Pertiwi. Terjawab sudah kenapa bangsa ini susah diajak maju sekalipun sudah lama merdeka. Anak-anak bangsa sibuk mencari kesenangan pribadi dan golongan diatas kepentingan negara bagaikan lingkaran setan yang tak berujung pangkal. Pusaran korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, saling hujat dan menjatuhkan yang sekarang ini sedang ngetrend dengan membawa-bawa nama Tuhan dan agama dengan tidak pada tempatnya sudah menjadi fenomena mengerikan di negaraku tercinta Indonesia.

Entah sampai kapan keadaan seperti ini akan terus berlangsung di negara ini. Anak-anak bangsa yang jujur, bersih dan berpotensi justru disingkirkan gara-gara perbedaan SARA, kader-kader bangsa yang cemerlang justru tak kuat iman merusak diri sendiri dengan barang haram bernama narkoba yang sudah jelas-jelas dilarang. Disisi lain keserakahan akan tahta, harta dan wanita juga diumbar dengan tidak tahu malunya oleh orang-orang yang seharusnya bertugas membangun negeri.

Kasihan…kasihan…kasihan…… Ibu Pertiwi memang pantas bersusah hati. Entah sampai kapan akupun tak tahu.

Golkar oh Golkar. Akupun kasihan padamu. Ketuamu tersangka kasus e-KTP. Kader partainyapun terjerat kasus narkoba. Entahlah………….. Ah sudahlah…………… Aku mau melanjutkan acara makan semangkaku dulu.

 

Sumber referensi:

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/09/14/inilah-sosok-indra-j-piliang-politisi-muda-golkar-yang-ditangkap-karena-dugaan-konsumsi-narkoba

https://kumparan.com/rini-friastuti/indra-j-piliang-ditangkap-karena-konsumsi-sabu

Silakan klik link berikut untuk bisa mendapatkan artikel-artikel saya yang lainnya

https://seword.com/author/jemi/

Thank you so much guys. Peace on earth as in Heaven. Amen.

Share.

About Author

I believe, if you work really hard and you are kind, amazing things will happen.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage