Implisit, Gubernur Djarot Mulai Percaya pada Anies-Sandi

Implisit, Gubernur Djarot Mulai Percaya pada Anies-Sandi

13

Mungkin masih susah dipercaya. Apa benar Gubernur Djarot mulai percaya pada penggantinya? Mengingat janji-janji manis pasangan Anies-Sandi memang terlalu manis untuk dilupakan. Terutama tambahan label plus-plus untuk setiap program contekannya.

Aneh memanglah aneh, tetapi seperti itulah kenyataan. Ibarat siswa yang suka nyontek yang menjadi juara kelas dan dapat piala dari sekolah. Padahal Pak Anies itu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Rasanya susah percaya kalau bikin program kok ya hanya hasil mencontek tingkat akut. Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Jakarta Sehat Plus… Benar-benar subhanalloh dilanjutkan masya Alloh… Begitu kok disebut berakhlak oleh Dai berpoligami, Abdullah Gymnastiar.

Mau pinter dari mana masyarakat Jakarta kalau hanya bermodal nyontek kayak Gubernur yang telah dipilihnya. Ah, sudahlah. Itu sudah berlalu, sesungguhnya yang baru tahu yang harus segera insaf.

Syukurlah, secara pasti dan berhati-hati, Gubernur Djarot Saiful Hidayat telah mengirim sinyal mulai mempercayai penerusnya. Tetapi tetap, kalau soal contek-mencontek tidak ada kompromi. Bagaimanapun sebagai mantan dosen dan pendidik, Pak Djarot paham kalau namanya menyontek itu menunjukkan kualitas akhlak yang super rendah alias tidak bermutu.

Maka akan sangat jelas juga bahwa bukan program contekan calon penggantinya yang berkenan di hati suami Ibu Happy ini. Lalu, program Anies-Sandi yang manakah, yang sedang diapresiasi secara implisit oleh Gubernur Djarot?

Inilah kisahnya:
Pada Sabtu (15/7/2017) lalu, Pak Djarot berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Ada acara halal bihalal Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Menurut pantauan Kompas.com, Gubernur Djarot dijamu makan siang oleh petugas UPT Ragunan sambil melihat gorila yang ada di sana. Ada tiga gorila yang ada di Taman Margasatwa Ragunan, semuanya jantan.

Entah menu jamuan makan siangnya apa, kok Pak Djarot malah mengomentari keberadaan gorila tersebut:

Catat, gorila-gorila itu jomblo. Padahal masa bhakti Pak Djarot hampir berakhir. Sebuah pesan penting rupanya hendak disampaikan Gubernur Djarot kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

Sangat mungkin, dalam hati Pak Djarot pun bersyukur kepada calon penggantinya yang punya program unggulan Kartu Jakarta Jomblo (KJJ). Semoga tiga gorila jomblo itu bisa masuk program KJJ. Namun, bagaimana hal ini mungkin terjadi?

Sebuah saran saja. Pak Djarot perlu pendekatan khusus kepada Pak Sandi yang sangat syar’i dalam pikiran. Para gorila jantan perlu wadah supaya bisa ta’aruf. Maka Taman Margasatwa Ragunan harus menyiapkan kandang untuk tempat tinggal gorila betina. Dalam hal ini UPT Ragunan membutuhkan dana untuk menyiapkan itu semua bila ingin mendatangkan gorila betina di Taman Margasatwa Ragunan.

Hal ini sangat mendesak, mengingat, sebagaimana dikatakan Pak Djarot,”Bayangkan sudah usia 20 tahun masih belum dapat betina.” Kenyataan ini bisa menjadi materi pendekatan kepada Pak Sandi supaya program KJJ bagi para gorila dapat direalisasi.

Bagaimana kalau Pak Sandi hingga menolak? Gampang. Tinggal diingatkan saja dengan dalil agama. Pak Sandi pasti tidak berkutik. Sebab, kalau sampai para gorila tidak diikutkan program KJJ, kalau para gorila itu berzina bagaimana? Padahal berzina itu dosa, kan? Ingat, para gorila itu sudah 20 tahun menjomblo. Rentan dengan bahaya perzinahan.

Kalau sampai tidak setuju, apa Pak Sandi mau bila terjadi perzinahan di kandang gorila? Perzinahan di kandang kambing dekat pohon pisang saja kasusnya belum kelar alias tidak jelas, ini perzinahan di kandang gorila gara-gara tidak diikutkan KJJ. Pasti lebih berbahaya.

Maka dari itu, para gorila jomblo perlu dapat prioritas menjadi peserta KJJ. Kiranya tidak perlu diskriminatif dengan mewajibkan peserta KJJ pria harus berjenggot dan pakai jubah. Ini akan memberatkan para gorila jantan. Masak gorila diharuskan pelihara jenggot dan pakai jubah kayak Habib Rizieq dan kaum sekambingan? Kalau gorilanya lebih suka pakai batik, gimana?

Maklum, walaupun gorila tapi bisa jadi mereka telah sadar. Bahwa mereka hidup, makan dan minum dari bumi Indonesia. Jadi jangan heran bila gorila-gorila ini pun lebih cinta budaya Indonesia ketimbang budaya padang pasir.

Itulah sekelumit catatan perkembangan Gubernur DKI Jakarta, yang secara implisit mulai percaya pada calon penggantinya. Kita semua pantas berharap, semoga para gorila jomblo bisa segera ikut program KJJ, bisa ta’aruf dan mendapatkan betina sesuai syariah.

Referensi:
  • http://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/15/17451531/jalan-jalan-ke-ragunan-djarot-kasihan-lihat-gorila-jomblo
  • http://megapolitan.kompas.com/read/2017/04/30/16531201/sandiaga.akan.luncurkan.kartu.jakarta.jomblo.apa.itu.
Share.

About Author

sang pecinta motor berhijab yang berasap

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage