Jiper?? Habib dan Rachmawati Kelihatan Takutnya

Jiper?? Habib dan Rachmawati Kelihatan Takutnya

19

Habib Rizieq sakit pada penggilan pertama

Sempat mangkir dalam panggilan pertama Polda Jabar pada tanggal 5 Januari 2017. Rizieq beralasan kalau sedang sakit. Pertanyaannya kenapa sakitnya bersamaan dengan waktu panggilan pertama? Semua orang juga sudah tahu. Rumput yang bergoyang saja sudah tahu penyebabnya, apalagi rumput tetangga yang masih hijau. Ini sama seperti murid yang tidak mengerjakan tugas wajib, namun beralasan sakit dan harus ke ruang istirahat. Kalau murid itu biasanya SD, SMP dan SMA, berarti kalau ada orang yang kalau dipanggil lalu mengaku sakit berarti? Anda sendiri tahu jawabannya.

Sukmawati menuduh Rizieq melakukan tindak pidana penodaan terhadap lambang dan dasar negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 a KUHP dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 57a jo Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan (tertuang dalam  laporan nomor LP/1077/X/2016/Bareskrim). Bagaimana tidak gerah? Bapak kandung sendiri yang menjadi salah satu pencetus pancasila, harus dinodai oleh orang yang baru lahir kemarin sore dibanding dengan bapak tercintanya.

Karena mulai resah, Rizieq menyangkutpautkan kepada Kang Dedy Mulyadi yang katanya mangkir dari panggilan polisi. Sori ni bib, dalam kasus apa ya? siapa yang ngelapor ya? apa yang jadi kerugian pelopor ya? Setahu saya bibib yang malah dilaporin karena menista Purwakarta dengan mengucap campur racun. Baca di http://www.tribunnews.com/tag/habib-rizieq-shihab?url=regional/2017/01/11/habib-rizieq-diduga-pelesetkan-kata-sampurasun-masyarakat-sunda-minta-polisi-mengusutnya

Hari ini Rizieq juga datang ke DPR. Kita hanya perlu tahu siapa yang ditemuinya. Lalu kenapa harus hari ini datangnya? Mengingat besok adalah jadwal panggilan kedua Polda Jabar. Penulis menduga bibib mulai gerah kepanasan bercampur sedikit trauma. Bagaimana tidak? Trauma kedua ditandai beberapa teman dekatnya sudah diciduk karena makar. Trauma pertama dialami saat kapolda DKI yang menjemput paksa Novel di markas pusat FPI setelah melakukan penyerangan digedung DPRD DKI, akankah trauma ketiga terjadi?? Kita tunggu langkah cerdas kepolisian yang sudah mengintai mangsa empuknya.

Rachmawati nangis curhat di komisi III DPR

Kalau yang satu ini sangat berbeda dengan saudarinya yaitu Sukmawati. Yang satu sibuk mempertahankan apa yang bapaknya perjuangkan, sedang yang satu sibuk meruntuhkan apa yang bapaknya perjuangkan. Setelah dikasih surprise pada subuh 212 walau harus dengan kursi roda proses hukum makarnya terus berlanjut seperti masuk jalan tol brexit, tanpa hambatan.

Rachmawati yang sangat vokal dengan kritiknya dengan pemerintah dan diduga makar, hari ini kenapa ibu harus nangis untuk menghentikan proses hukum makar itu? Kenapa harus sekarang menyesalnya? Itupun kalau bukan air mata buaya. Kalau memang ibu pejuang, maju dong bu dengan berani sambil sedikit menaikan leher sebagai tanda patriotisme.

Memangnya dengan datang ke DPR dan menitikkan air mata, maka DPR langsung membantu ibu? Justru semua media tahu semua aslinya ibu. DPR pastinya ada pro dan kontra dengan kedatangan ibu. DPR juga tidak serta merta menelpon polisi dan kejaksaan untuk menghentikan proses hukum. Harusnya ibu datang ke pakde. Ibu kan tahu perihal makar ini bukan hal yang main-main. Penyesalan selalu datang belakangan. Ya iyalah, kalau penyesalan datang didepan, itu namanya mendaftar.

“Kapolda menyatakan dengan cara apa menghentikannya?” Bukti permulaan sudah ditangan, polisi juga tidak akan mau menurunkan standar hanya karena tekanan DPR. Menurut penulis, cara menghentikan dugaan makar ini adalah dengan menyelesaikan semua proses pengadilan yang ada. Jangan takut bu, kalau ibu tidak salah harusnya ibu berani. Jangan dengarkan semua sentilan negatif dari sekitar, majulah dengan keyakinan kuatmu selama ini. Jangan mau disamain dengan ustad ucup mancur yang sengaja posting drama nangis-nangisan.

Begitulah kira-kira. Salam pura-pura kuat.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/01/11/singgung-nama-bupati-purwakarta-habib-rizieq-keadilannya-di-mana

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/01/11/kapolda-tak-akan-hentikan-kasus-makar

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/01/11/rachmawati-menagis-curhat-dihadapan-komisi-iii

Share.

About Author

Anak kampung yang sedang belajar tentang hayat/hidup dan kehidupan, belum lulus lulus.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage