Kesedihan Mendalam dari Warga DKI di Balai Kota, Sebentar Lagi Melepas Kepergian Ahok

Kesedihan Mendalam dari Warga DKI di Balai Kota, Sebentar Lagi Melepas Kepergian Ahok

107

Pagi ini, suasana haru biru menyelimuti Balai Kota ketika para warga menanti keberadaan dan kedatangan Pak Basuki Tjahaja Purnama di tempat. Rasanya ini merupakan satu-satunya gubernur yang paling berkesan. Seperti datang ke pada acara kedukaan, Pak Ahok disambut warga dengan suasana yang tidak bergemuruh dan justru riuh rendah.

Bunga-bunga ucapan terpampang di depan pelataran Balai Kota. Hal ini menandakan bagaimana kecintaan warga kepada Pak Ahok. Meskipun Pak Ahok kalah di dalam pemilihan, ia menang di hati rakyat. Bahkan bukan hanya menang di hati rakyat, Pak Ahok memenangkan hati rakyat. Inilah yang menjadi ciri khas dari seorang pelaksana tugas warga yang begitu dicintai.

Betul seperti yang dikatakan, yakni “Pasangan selalu lebih anggun ketika ia sudah menjadi mantan”. Selamat menempuh pelayanan lain Pak Ahok. Kami warga Jakarta percaya bahwa di dalam pengabdian Pak Ahok, tentu Bapak Ahok tidak memilih-milih tepat mana yang baik, tempat mana yang tidak menguntungkan. Karena dengan tiga tahun pelayanan Bapak, bukan menjadi karakter Pak Ahok untuk memilih untung atau rugi.

Pak Ahok murni melayani rakyat, tidak memikirkan untung rugi. Bisnis yang dikembangkan Pak Ahok di dalam menjalankan gubernur DKI Jakart, tentu berbeda dengan para pebisnis sebelumnya. Kami merasakan hal tersebut, berbeda kepemimpinan gubernur Pak Ahok dengan kepemimpinan dari gubernur sebelumnya. Ini menjadi sebuah kesan yang sangat mendalam bagi kami, khususnya warga Jakarta.

Kami mengasihi Pak Ahok. Ibu yang ada di foto juga mengasihi Pak Ahok. Ibu tersebut tidak rela kehilangan sosok yang mengasihi warga Jakarta. Pak Ahok sekarang sudah menjadi sosok yang lebih besar dari apa yang Bapak bayangkan. Sosok tersebut menjadi sebuah sosok yang sangat membekas. Luka-luka yang indah, kalimat-kalimat tegas yang menyerupai pisau-pisau yang menusuk dari Bapak, ternyata merupakan wujud kasih sayang Anda kepada warga Jakarta.

Namun banyak orang yang menyalah artikan hal ini. Banyak orang, khususnya para pengusaha, penguasa, dan politisi yang sedang mandeg uangnya, menginginkan Bapak turun. Para politisi, pengusaha, dan penguasa, menggunakan isu yang sangat panas, yang berbahaya, untuk dilemparkan kepada kaum ekonomi menengah ke bawah.

Isu apakah itu? Isu agama, isu ras, dan isu karakter yang menghancurkan kepribadian Pak Ahok. Mereka sebenarnya tidak merasakan bahwa Bapak adalah orang yang pro rakyat, bukan pro pengembang. Namun herannya, mereka masih menggunakan istilah “Gubernur Pro Pengembang” dan disematkan kepada Pak Basuki.

Isu tersebut bertahan selama hampir enam bulan, sejak kejadian di Kepulauan Seribu. Pak Ahok memikirkan rakyat, maka Pak Ahok juga memberikan nasehat kepada rakyat, untuk mengatakan bahwa “jangan mau dibodoh-bodohi pakai ….”. Ah sudah lah, saya sulit mengatakan yang selanjutnya. Pak Ahok yang dipukul, tetap kembali bangun, dan melayani rakyat. Inilah yang menjadi ciri khas dari pekerjaan Pak Ahok.

Kalimat yang paling berkesan dari Pak Ahok dari pidato kekalahan pemilihan pada putaran kedua adalah….

“Kekuasaan adalah pemberian Tuhan. Kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan juga yang ambil. Jadi jangan sedih dan kecewa. Tetap bekerja yang terbaik,” – Basuki Tjahaja Purnama, didampingi pasangannya Djarot Saiful Hidayat

Selamat bekerja dan selesaikan sampai Oktober 2017. Semoga sisa waktu yang masih ada, boleh Pak Ahok persiapkan untuk melayani rakyat sebaik-baiknya. Semoga sisa waktu yang masih ada, Pak Ahok mempersiapkan sistem kerja dan program yang anti korupsi, bagi Anies Sandi, karena mereka berpeluang untuk melakukan korupsi.

Kami berharap selesainya Pak Ahok menjadi gubernur DKI, Pak Ahok tetap ada di Indonesia, khususnya di Jakarta. Bapak harus menikmati hari-hari Bapak, menikmati buah dari hasil kerja keras Pak Ahok dan Pak Djarot, yang sudah ditanamkan dan disiram baik-baik selama 3 tahun terakhir ini.

Akhir kata, tentu Bapak Ahok yang sudah babak belur, namun tetap tersenyum, memberikan kesan tersendiri bagi warga Jakarta. Tidak heran banyak warga yang merasa sangat kehilangan. Kehilangan seperti mengalami putus relasi oleh pacar. Kami sadar Pak Ahok sudah memiliki istri, namun entah mengapa, Pak Ahok seperti kekasih tersendiri bagi warga Jakarta.

Sedih kan yang saya katakan?

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut: https://seword.com/author/hans-sebastian/

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage