Ketahuan Mau Makar, Merengek-Rengek

Ketahuan Mau Makar, Merengek-Rengek

12

Kemaren para terduga makar berwisata ke gedung DPR, dan disambut oleh wakil ketua DPR Fadli Zon. Entah dalam rangka apa mereka berkunjung ke DPR, akan tetapi aneh saja melihat tersangka-tersangka makar itu berkunjung ke DPR. Bukannya fokus menghadapi tuduhan makar, eh lha kok malah main-main ke DPR.

Menurut saya pribadi ada beberapa kemungkinan para teruga makar itu berkunjung ke DPR, bisa karena silaturahmi, bisa karena berwisata, bisa karena ingin curhat atau bisa juga karena mau minta tolong.

Akan tetapi menurut saya sebab yang paling dominan para terduga makar tersebut berkunjung ke DPR adalah ingin meminta bantuan.

Mereka berkunjung ke DPR guna mengadukan permasalahan mereka yang sekarang ini sedang terbelit kasus dugaan makar kepada para anggota dewan yang ada di DPR, mungkin mereka meminta bantuan untuk mengintervensi Polri agar kasus mereka di hentikan atau agar Polri mengeluarkan SP3 atas penyidikan kasus makar yang mereka lakukan.

Sungguh aneh tapi nyata, mereka yang dulu sangat lantang nyinyir ke pemerintah, mereka berkoar-koar menjelek-jelekkan pemerintah, sekarang merengek-rengek minta bantuan kesana kemari kepada siapapun agar kasus mereka dihentikan penyidikannya.

Harusnya mereka bersyukur tidak ditahan oleh Polri karena dugaan kasus makar mereka itu, Polri masih memiliki sisi humanis dengan tidak menahan mereka mengingat mereka itu mayoritas usianya sudah tua. Tapi ya mungkin mereka itu tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi, hasut sana sini tiada arti guna kepentingan pribadi.

Dengan umur yang sudah bisa dibilang tua, dan dengan pengalaman mereka selama ini dalam bidang sosial, harusnya mereka bisa memberikan kontribusi untuk negara agar bisa lebih maju dan lebih sejahtera masyarakatnya, bukan malah jadi terduga makar.

Makar itu bukan hal yang sepele, makar itu menggulingkan peemerintah yang sah, makar itu tindakan sangat biadab, coba lihat di negara-negara timur tengah yang sampai sekarang masih bergejolak dengan perang saudara dan perang melawan teroris, semua itu diawali dengan tindakan menggulingkan pemerintahan yang sah di negara tersebut.

Makar itu sama seperti teroris yang selama ini membuat keresahan dan ketakutan ditengah masyarakat dengan tujuan menggulingkan pemerintahan yang sah untuk mendirikan kekhilafahan.

Setelah kunjungan para terduga makar ke DPR, langsung muncul wacana untuk membentuk pansus kasus makar oleh beberapa anggota DPR. Menurut saya hanya orang bodoh, gila dan sinting yang mau membentuk pansus seperti itu, gak ada gunakanya juga dibuat pansus seperti itu, gak ada manfaatnya, lebih baik para anggota DPR itu buat pansus kasus pembangkit listrik mangkrak di era SBY, buat pansus kasus kriminalisasi antazari, atau buat pansus kasus korupsi sarana olahraga Hambalang, itu malah akan sangat berguna.

Menurut saya jika nanti akan dibentuk pansus kasus makar, itu tak ubahnya hanya akal-akalan mereka saja untuk melakukan intervensi kepada Polri. Kalau anggota DPR yang mewacanakan pansus tersebut mengerti hukum, harusnya dibuktikan saja nanti di pengadilan apakah para terduga makar itu salah atau tidak.

Jadi tidak usah buat pansus-pansus yang lucu seperti itu, buang-buang tenaga dan waktu saja, tapi kalau mereka nanti tetap ngotot mau buat pansus itu, mungkin mereka juga patut dicurigai ada keterkaitan dengan makar.

Saran saya untuk para terduga makar, terduga kasus penghasutan, terduga kasus penghinaan kepala negara, terduga penghina pancasila dan terduga kasus ujaran kebencian, hadapi saja proses hukum yang sekarang melingkar di leher kalian itu, tidak usah kesana kemari minta bantuan, apalagi sampai minta SP3.

Buktikan saja nanti di pengadilan apakah kalian bersalah atau tidak, silahkan gunakan jasa kuasa hukum sebanyak-banyaknya, kuasa hukum dari luar negeripun juga boleh, dan jangan hanya sedikit kuasa hukumnya, minimal 1000 orang sekalian biar hati kalian tenang bisa menjalani pengadilan, supaya mereka nanti juga bisa mengantarkan kalian masuk ke penjara.

Saya kira Polri tidak akan sembarangan menetapkan seseorang menjadi tersangka, Polri pastilah sudah mempunyai alat bukti yang cukup dalam menetapkan status hukum seseorang. Kalau misalkan para terduga makar itu meminta agar Polri mengeluarkan SP3 dalam kasus makar mereka, berarti para terduga makar itu sebenarnya hanyalah pribadi-pribadi pengecut yang hanya bisa berkoar-koar tidak jelas, nyinyir kesana kemari tidak karuan, tetapi setelah diungkap kelakuan mereka, mereka merengek-rengek seperti anak kecil.

Mari kita bersama-sama berjuang dalam rangka memajukan Indonesia, jika pemerintah tidak melakukan tugasnya sesuai dengan hakikat empat pilar kebangsaan, sudah sepantasnya kita ingatkan, tetapi dengan cara-cara yang baik dan konstitusional, bukan dengan cara-cara inkonstitusional seperti makar.

Makar tidak akan pernah memberiakan manfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, makar hanya akan menimbulkan masalh yang baru dan lebih besar.kepada negara ini.

Upaya-upaya makar yang dilakukan oleh segelintir orang tersebut sangat tercium bau politiknya, ada kekuatan besar dengan dana yang besar pula yang tidak suka dengan pemerintahan yang sekarang, mungkin kebobrokannya sudah mulai di ungkap oleh pemerintah yang sekarang dibawah komando Presiden Joko Widodo.

Mereka takut jika nanti kasus-kasus korupsi mereka di masa pemerintahan yang dulu akan segera terungkap di era pemerintahan Jokowi ini, maka mereka melakukan segala cara guna menggulingkan pemerintahan Jokowi-Jk yang sah, yang nantinya akan digantikan dengan orang-orang yang pro dengan KKN.

Saya (penulis) sangat optimis jika kasus-kasus korupsi besar di era pemerintahan yang dulu dan segala kelicikan para aktor-aktor politik busuk itu akan segera terbongkar, tidak akan lama lagi.

Jika dulu kita pernah mendengar seseorang mengungkapkan istilah “Lebaran Kuda” dalam pidatonya, maka yakinlah jika rumah orang tersebut tidak lama lagi akan menjadi kandang kuda.

Salam damai Indonesiaku,

Share.

About Author

Matamu Adalah Pedang Bagiku.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage