Ketika Penulis Seword Diserang Hoax

Ketika Penulis Seword Diserang Hoax

34

Halo Pembaca Seword yang budiman, belum lama ini ada rekan seorang penulis Seword yang juga terkena serangan Hoax di media sosial. Habib Acin Muhdor salah satu penulis Seword yang sering mengirimkan artikel-artikel yang mengupas Islam itu, agama yang up to date.

Penulis sengaja memakai kata up to date (mengikuti jaman), dikarenakan tidak menginginkan artikel ini terjebak dalam pemahaman arus-arus isme yang saling beradu dalam tubuh Islam. Penulis hanya ingin meluruskan pemahaman Islam yang bisa hidup nyaman berdampingan dengan dasar negara Pancasila.

Acin Muhdor ini di fitnah dengan sebutan antek zionis Yahudi hanya karena dikenal sebagai salah satu sosok muslim yang mendukung ke egaliteran Islam dengan mengucapkan Selamat Hari Natal pada salah satu status media sosialnya.

Memang isu ini latent adanya di masyarakat Indonesia, pertentangan pendapat ini meruncing kembali dengan anjuran-anjuran dari mereka yang berpaham konservatisme atau fundamentalis radikal.

Orang-orang yang menganut pemahaman konservatisme dan fundamentalisme Islam ini dapat di cirikan seperti berikut ini.

Yang pertama, bahwa manusia bisa memahami secara persis kehendak Tuhan, yang melalui Kitab Suci. Jadi apapun yang tertera dalam Kitab Suci nya ini mencerminkan kehendak Tuhan, dan jika kita melaksanakan seluruh pesan Kitab Suci dengan benar dan persis, maka kita sama saja melaksanakan kehendak dan keinginan Tuhan.

Menurut mereka Tuhan itu adalah semacam hal yang dapat diketahui, dirumuskan dan digambarkan secara pasti. Dan bagi siapa saja yang berlawanan dengan pandangan mereka ini akan digolongkan sebagai orang kafir.

Yang kedua, Kitab Suci ini sepenuhnya bersifat “Ilahiah” (Ketuhanan) dan tidak ada satupun isinya yang mengandung unsur-unsur sejarah di dalamnya. Sebagai contoh kasus adalah penerapan hukuman potong badan bersilang pada seorang pembunuh (Al Maidah, ayat yang salah dikutip oleh Tengku Zulkarnain-MUI di acara ILC), atau potong tangan bagi pencuri. Ini adalah ketentuan yang dimuat pada Al Quran, dan siapa saja yang tidak menerapkan hukuman ini, sama saja melawan ketentuan Tuhan.

Padahal mereka tidak mengetahui atau tidak mau mengetahui/mempercayai bahwa hukuman seperti itu terpengaruh oleh budaya pada jaman Kitab Suci itu turun.

Yang ketiga, bahwa Kitab Suci bisa mengatur semua hal dalam kehidupan seluruh manusia karena Kitab Suci itu dianggap sebagai aturan Tuhan yang sudah semestinya mengatur secara rinci kehidupan seluruh manusia.

Negara kita Indonesia ini, dikenal sebagai negara berbasis mayoritas Islam terbesar di dunia yang mampu menerapkan prinsip demokrasi yang berdasar pada pluralisme, keterbukaan, kemerdekaan berpikir dan otonomi warga negara dalam menentukan pilihan keyakinan agama, pilihan intelektual dan politiknya.

Namun belakangan ini mulai ada kecenderungan kuat dalam masyarakat Indonesia dan pada Islam khususnya yang terjerembab ke dalam pemikiran, pandangan dan sikap yang konservatif yang mulai membahayakan bagi kelangsungan hidup demokrasi dan pluralisme.

Kekuatan aksi 411 dan 212 kemaren (mengesampingkan adanya mobilisasi) adalah bukti kuat, besarnya dukungan dan simpati kaum Muslim di indonesia kepada gagasan sekaligus tindakan Islam radikal di negeri ini.

Meskipun artian mendukung belum pasti mau melakukan perbuatan atau bertindak seperti apa yang dilakukan oleh Islam Radikal, karena sikap dukungan dengan tindakan/perbuatan belum pasti berjalan seiring. Namun demikian, hal ini sudah cukup membuktikan adanya arus konservatisme umat Islam di negeri ini yang cukup kuat.

Arus konservatisme ini mempunyai kecenderungan pemahaman keIslaman yang fragmented, parsial, sepotong, secara instant dan tidak komprehensif. Sehingga sering dengan mudah dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.

Seperti kita ketahui bahwa sebagian besar umat Islam di Indonesia bukanlah ahli agama, maksudnya kebanyakan dari kita termasuk penulis, mendapatkan pengajaran agama Islam secara “kaki lima”.

Yang dimaksud disini adalah pengajaran Islam dari tempat-tempat seperti khotbah-khotbah di masjid, kultum pada saat subuh, acara siraman rohani di tv.

Dan kita ketahui jenis wacana keIslam yang diajarkan disitu semuanya yang bersifat dasar (elementary), sederhana dan singkat atau instant. Sehingga akan tersampaikan dalam sepotong demi sepotong.

Dengan pemahaman sepotong ini maka wajah Islam seakan-akan konservatif dan fanatik juga intoleran.

Maka wajarlah apabila hal ini akan sangat mudah dimanfaatkan oleh arus kepentingan politik praktis untuk sebuah kekuasaan.

Rekan sesama penulis yang bernama Acin muhdor ini berkeinginan untuk memahami Islam secara komprehensif sehingga dapat up to date mengikuti arus modernisasi kehidupan sosial di Indonesia ini.

Namun dengan panasnya suhu politik saat ini, dia langsung terhadang oleh kerasnya arus konservatisme yang secara nyata ditunggangi oleh kepentingan politik sekelompok orang.

Walaupun bergelar Habib, seorang Acin Muhdor ini diragukan keIslamannya oleh sekelompok orang yang mempunyai pemahaman konservatif. Predikat Habib ini di renggut dan diganti dengan gelar Zionist Yahudi.

Inilah hal latent yang terjadi di bangsa ini setiap kali ada gelaran Pemilu akan dilaksanakan. Begitu mudah masyarakat indonesia diombang-ambingkan, dihasut dan diiming-imingi sehingga menjadi masyarakat amuk yang sudah kehilangan sifat-sifat manusiawinya.

Akhir kata, kondisi bobrok semacam ini apakah karena kesalahan para pendidik atau kesalahan pendidikannya, atau kesalahan para pemuka agama.

Atau apakah kesalahan pemerintah yang telah salah kaprah mengelola negara ini ?

Penulis serahkan jawabannya kepada nurani pembaca masing-masing. Yang penulis ketahui, hanyalah revolusi mental yang bisa menyelamatkan dan meningkatkan harkat, martabat serta harga diri bangsa ini.

Demikianlah Kura Kura pemahaman saya yang masih terus ber Pura Pura memahami permasalahan bangsa ini…Wassalam.

 

Share.

About Author

Just Aji...cuma itu tanpa tambahan apapun

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage