Memonumentalkan Aksi 212

Memonumentalkan Aksi 212

9

Halo Pembaca Seword yang budiman, penulis melihat akhir-akhir ini ada sebagian orang yang akan mencatatkan aksi damai anti penistaan agama 212 atau aksi tolak pemimpin nonMuslim 212 atau aksi Bela Islam 212 atau beberapa sebutan lainnya, akan mencatatkannya dalam sejarah.

Atau lebih tepatnya me-monumental-kan aksi mobilisasi massa terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Pada kesempatan terdahulu sempat ada upaya untuk mencatatkan pada Musium rekor Indonesia (MURI), namun terkendala pada kurangnya penelitian atau riset yang dapat menghasilkan jumlah yang presisi.

Ustadz terkenal pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, AA Gymnastiar pun sempat melemparkan gagasannya untuk me-monumental-kan aksi ini lewat pendirian-pendirian lembaga basis perekonomian seperti TV 212, Bank Islam 212, Koperasi Syariah 212 sampai Minimarket 212.

Dan lontaran gagasan ini sepertinya mendapat respon positif dari para followernya di Media Sosial. Malah mengalahkan respon follower pada postingan AA Gymnastiar tentang promosi paket menginap di hotel ketika liburan Tahun Baru, akh..ga penting juga ngebahas penginapan tahun baru.

Hingga akhirnya lewat suatu musyawarah pada Masjid At Ittihad Tebet Jakarta, di hasilkan rumusan pendirian Koperasi Syariah Dua Satu Dua (212).

Juga disepakati permodalannya sebesar Rp. 21,2 Milyard dengan simpanan pokok (seumur hidup) Rp. 212.000,- dan simpanan wajib perbulan sebesar Rp. 21.200,- . Penulis merasa para perumus ini sangat konsisten dalam mengeramatkan angka 212 sehingga angka tersebut menjadi simbol dari segala aktifitas Koperasi Syariah ini.

Adapun pengurusnya terdiri dari Dewan Pengawas Koperasi antara lain, Habib riziek, Bachtiar Nasir, Syafii Antonio dan lain-lain. Untuk Ketua Koperasi sementara di percayakan oleh Ketua Barisan Putra-Putri Eka Gumilar.

Eka Gumilar ini terkenal dengan usulnya yang meminta Presiden Jokowi untuk bersedia menjadi Khotib Sholat Jumuah pada aksi 212, dan kita ketahui bersama usulan ini sama sekali tidak ditanggapi oleh pihak Kepresidenan.

Namun sampai detik ini walaupun sudah diputuskan bersama sampai pada kesepakatan besaran simpanan Koperasi, ternyata hal ini masih belum terbentuk secara fisik. Penulis belum mengetahui apakah sudah dalam proses pengajuan badan hukum atau belum dimulai.

Penulis menyambut baik akan gagasan ide pendirian Koperasi Syariah, karena sistim Ekonomi syariah ini adalah suatu sistem ekonomi yang unik dan dilandasi oleh nilai-nilai Islam di dalam nya.

Berbeda denga sistem perekonomian yang kapitalistik yang lebih menonjolkan sisi individualistik, juga sistem Sosialis yang memberikan semua tanggung jawab ke warganya atau bahkan Komunis yang lebih ekstrem lagi dalam pengaturannya.

Ekonomi Syariah adalah jawaban bagi lesunya kondisi perekonomian global yang cenderung Kapital atau ditentukan oleh pemilik modal. Sistem bagi hasil pada Ekonomi Syariah ini melawan kekuatan riba/bunga pada perbankan kapitalism.

Apalagi saat ini Indonesia sedang membutuhkan tumbuhnya sektor riil yang mampu menopang berjalannya perekonomian pada masyarakat di bawah.

Namun ada satu hal yang yang mengganjal dalam benak penulis, apakah etis kalau kita mengambil suatu keuntungan dari pendirian suatu usaha profit oriented semacam Minimarket, Stasiun Televisi dan lembaga keuangan seperti Bank dengan memanfaatkan momentum suci bersatunya Umat Islam terbesar di dunia. Meminjam istilah Nagabonar “Apa kata dunia ?”.

Karena kita ketahui kalau saat ini seluruh dunia mengetahui hubungan antara simbol 212 dan kebangkitan umat Islam di Indonesia.

Apalagi pada moment Pilgub ini yang berhasil memproduksi sikap-sikap saling curiga antar masyarakat dan munculnya sikap intoleran yang sedang menjadi trend masa ini.

Belum lagi dengan adanya nama-nama salah satu pengurus yang menjadi sorotan akan dugaan aliran dana ke kelompok teroris ISIS.

Hal ini ditakutkan akan menjadi fitnah bahkan isu bola liar yang dapat menodai niatan mulia membantu perbaikan perekonomian bangsa.

Mungkin bagi pembaca, pemikiran penulis ini sedikit naif dan berhalusinasi.

Namun demikianlah adanya kondisi bangsa ini sekarang, moment Pemilu dengan aksi dukung mendukung ini benar-benar telah mengkotak-kotak kan masyarakat pada umumnya. Yang tadinya berhubungan baik dalam jalinan silaturahmi di Media Sosial, karena berbeda pilihan calon yang diusung akhirnya menjadi unfriend, saling block antar friend atau bahkan terjadi perselisihan dalam rumah tangga.

Belum lagi nanti kecurigaan yang muncul dari para lawan politik yang kemaren merasa dirugikan dengan aksi 212 ini.

Akankah timbul kekuatan baru dari gerakan aksi kemaren yang akan segera di legitimasi dalam balutan Koperasi Syariah ?

Akankah lembaga keuangan yang akan dibentuk akan dijadikan tempat penggalangan dana untuk ISIS ?

Akankah pendirian lembaga Koperasi ini akan menjadi tempat pencucian uang ?

Bola liar dari pemikiran-pemikiran kontra produktif ini tentunya akan dengan sendirinya menistai gagasan awal yang mulia ini.

Penulis tidak berasumsi apapun, tidak melontarkan pemikiran yang tendensius. Penulis hanya mengaitkan wacana untuk me-monumental-kan aksi 212 kemaren dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini.

Penulis juga tidak mempunyai saran apapun bahkan solusi, karena hal ini hanyalah lontaran opini dan pemikiran subyektif. Sedangkan untuk selanjutnya penulis serahkan pada para pembaca.

Akhir kata, dalam kondisi yang serba kubu-kubuan seperti saat ini, akan menjadi bijak apabila kita tidak perlu menonjol-nonjolkan apa yang kita yakini yang bersebrangan dengan keyakinan dari pihak lain. Karena hal ini akan berakibat kembali memanaskan situasi yang ada. Dan sebelum memutuskan sesuatu jangan dilupakan untuk menimbang ke-mudharat-annya dan ke-maslahatan-nya.

Demikianlah Kura Kura, pemikiran saya yang sudah mulai bosan ber Pura Pura memahami ketakutan kita bersama…Wassalam.

Share.

About Author

Just Aji...cuma itu tanpa tambahan apapun

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage