Panggung Istimewa FPI di Sidang Kasus Ahok

Panggung Istimewa FPI di Sidang Kasus Ahok

46

Kasus penistaan agama oleh Ahok ini sudah jelas kasus yang di ada-ada kan, kasus cocokologi istilahnya, di cocok-cocok kan. Gak nyambung ya disambung-sambungkan, “yang penting Ahok nyungsep gimana saja caranya” begitu mungkin pendapat kaum sebelah itu.

Saya melihatnya kasus Ahok ini adalah panggung besar bagi FPI, bagaimana tidak? Hampir dari 14 laporan penistaan agama oleh Ahok ke polisi sebagian besar berasal dari kubu FPI. FPI juga jadi sering nongol lagi di televisi gara-gara kasus ini. Lumayankan… panggung gratis, promosi gratis!

Pertanyaannya adalah kenapa FPI ngebet banget pengen menjarain Ahok?

Selain FPI yang selalu berkoar tidak mau memiliki pemimpin non muslim dan dibuktikan dengan demo tolak Ahok saat akan menggantikan Jokowi beberapa waktu lalu, menurut saya kasus penistaan agama ini sesuai dengan domain mereka sebagai Front Pembela Islam.

Kalau sebagai Pembela Islam, kok ya saya rasanya kurang tepatlah, wong kelakuan FPI dan pengikutnya saja seringkali bertolak belakang dengan Islam kok! Mereka teriak-teriak mengenai agama, tapi mereka sendiri tidak mencerminkan orang yang beragama, piye toh?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah FPI benar-benar tulus membela Islam atau membela yang bayar?

Emang siapa yang bayar?

Tau deh..! Disinyalir ada pihak yang mengarahkan tembakan utamanya bukan kepada Ahok, tapi membuat chaos Indonesia melalui kasus Ahok yang digoreng ini. Ahok dan FPI hanya pion yang dipermainkan. Untung saja mereka tidak berhasil, karna Indonesia terlalu tangguh untuk di permainkan. Catet itu!

Hubungannya dengan FPI? Mereka menggunakan asas Simbiosis Mutualisme, saling menguntungkan.

Melihat profile FPI selama ini ya cocoklah buat dijadiin bidak buat meramaikan kasus Ahok. Jadi FPI cuma dimanfaatkan ya?

Ya nggak jugalah.. kan mereka dapet penyaluran nafsunya tuh, demo gak abis-abis, sidang Ahok juga dijaga, di kawal katanya, sampe dibikinin jadwal piket segala.. Alamakkk.. udah macem siskamling aja pake piket-piketan segala.

Jadi, biaya operasional FPI dari mana? Kan banyak tuh pengikutnya, pada rela banget lagi demo panas-panasan, gak pada kerja ato sekolah kali tuh ya bocah? Yang emak-emak emangnya pada gak masak? Apalagi pentolannya itu yang suka pake sorban ijo, bawaannya mobil mewah, Pajero Sport men! Mantep kan itu?

Tadi pagi lihat muka jumawa kaum titik-titik (males banget saya kalau harus menuliskan namanya, iyuhhh) saat mendatangi tempat pengadilan Ahok untuk menjadi saksi, jijik banget. Kesenengan di shoot kamera, sok candid tapi muka senyum-senyum, mungkin merasa keren, apalagi yang pada pake daster dan sorban yang sok ke timur tengah-timur tengahan, padahal mahhh.. hahahaha  ahh sudahlah..

Kenapa sih kalian tidak menjadi seorang Islam yang seperti Habib Quraish Shihab saja misalnya? Ilmunya mumpuni dan jelas diakui didunia baik diakui tentang ketinggian ilmunya diakui juga sebagai seorang alim ulama. Level dunia! Tapi beliau woles saja tuh! Mana pernah banci tampil dengan demo turun kejalan, orasi, jauh banget kelasnya dengan kalian yang macem preman.

Oh iya saya lupa, kalau Habib Quraish Shihab mah ilmunya mumpuni ya.. jadi banyak stasiun televisi yang rela membayar mahal untuk beliau memberi kultum di televisi, beda dengan kalian golongan titik-titik, mana ada televisi yang mau bayar? Ngomong saja belepotan..

Habib Quraish Shihab juga seorang keturunan Arab, lihat saja tuh hidungnya tinggi mancung, tidak diragukan lagi bahwa beliau memang seorang Habib tulen, tapi beliau Indonesia banget! Mana pernah beliau ngomong ngelantur, nyablak, apalagi teriak-teriak orasi gak keruan kayak si Rizieq dan gerombolannya yang kehabibannya sangat diragukan itu. Hidungnya saja hidung jambu, darimana Arabnya? Cuma ngaku-ngaku ya?? haha ketauan..

Habib Quraish Shihab juga selalu berpakaian sebagai seorang Indonesia, beliau juga tidak pernah ngotot dipanggil sebagai Habib, padahal yang paling tepat dipanggil Habib ya Habib Quraish Shihab ini, bukan si habib-habib sebelah yang ngga jelas itu.

Karna seperti kata pepatah, “Langit tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi”

Habib Quraish Shihab tidak perlu berkoar menjelaskan dirinya Habib berilmu tinggi, beda dengan yang mengaku-ngaku sebagai habib yang kudu berkoar kemana-mana dulu biar dipanggil Habib.. duilehhh sampe segitunya ente Bib!

Disetiap demo yang berbau kafir kaum titik-titik itu selalu ada paling depan, disetiap demo Ahok pun selalu ada, siap sedia kapan saja selalu meramaikan, menyemut sambil tak lupa orasi dan meneriakkan takbir.

Pertanyaannya adalah, kalian pada gak punya kerjaan ya Bray? Mau hari apapun sidang Ahok digelar kalian selalu ada, meramaikan dan bikin macet.

Memang apa gunanya dengan kehadiran kalian disana? Saya kasih tau ya.. tanpa kalian caper disetiap sidang ahok saja sudah banyak orang yang mau muntah dengan kelakuan kalian, ditambah lagi dengan ke caperan kalian selama ini disidang ahok, membuat kami yang terpaksa melihat kalian di televisi rasanya mual sekali, saking jijay nya.

Kok ngotot banget sih pengen menjarain Ahok? Sampe ngoyo banget pengen menekan Persidangan? Padahal sudah sering dikasih tau, Ahok itu TIDAK MENISTA AGAMA.

Kalau kalian masih ngeyel meyakini Ahok menista Islam, jelas sudah kalian itu memang kaum titik-titik, kaum sumbu pendek, otak cetek, dan bodoh banyak.

Kok bodoh banyak?

Yaa.. kalo gak mau disebut bodoh banget! Kalo orang pinter, dianalisa dulu, digali dulu, dicari dulu kebenarannya, bukannya langsung melakukan default habbit kalian; baca, ketik amin, share, masuk surga. Kan bodoh banyak namanya kalo gitu.

Saya kasih tau ya, seharusnya yang kalian demo itu Buni Yani, yang kalian tekan biar dipenjarakan itu Buni Yani, orang yang menyebar video editan Ahok dengan menambahkan kata-kata provokasi.

Kok kalian malah melepas Buni Yani? Kalau mau menunjuk hidung pecundang dan perusuh yang sebenarnya ya si Buni Yani itu!

Sayangnya si Buni Yani kaum mayoritas ya? “Orang kita” kata kalian, padahal siapalah Buni Yani itu? Gak ada sumbangsihnya buat kebaikan Jakarta, beda jauh dengan Ahok yang sudah buanyakkkk melakukan perbaikan buat Jakarta. Ya itu.. cuma satu salahnya, Ahok double minority menurut kalian.

Memangnya Ahok bisa minta milih mau dilahirkan sebagai orang apa gitu sama Tuhan? Kan sudah suratan takdir dia seorang Kristen dan Tionghoa, salahnya dimana? Toh Islam juga bukan agama asli Indonesia? Tuh si Rizieq yang sok ke arab-araban juga bukan ras asli Indonesia, ngga juga di akuin sebagai bangsa Arab sama orang Arab sana tuh dia (kasian deh lu!), sama saja kan?

Hentikan diskriminasi dan provokasi kalian itu, orang sudah sibuk bolak-balik ke Bulan, kalian masih doyan ngeributin kafir kafur kafer, apa gak bodoh banyak itu namanya? Ckckckkk

Bodoh jangan dipiara kali ah! Tenggak Equil dulu gih biar pinteran dikit, take a beer..

 

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot dengan Postingan Pataresia Tetty?

Ucapan Terimakasih Warga kepada Pak Ahok Atas Pembangunan di Kalijodo

Gerilya Agus-Sylvi. Analisa Indikasi kecurangnan Paslon No Urut 1

Premannya FPI Menghadang Ahok Lagi!

Sandiaga Uno Melakukan Penistaan Politik!

Jadi Gubernur Ambisi Agus atau Peponya?

Rizieq Shihab di Polisikan, Polisi Tidak Bernyali?

Teroris, Kalian Manusia Tidak Berguna!

Semua Gara-Gara Ahok!

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage