Pendukung Anies-Sandi Mulai Bermain, Kali Ini Menjatuhkan Citra Ahok Lewat Olahraga

Pendukung Anies-Sandi Mulai Bermain, Kali Ini Menjatuhkan Citra Ahok Lewat Olahraga

35

Dugaan saya benar, cepat atau lambat, akan bermunculan orang-orang yang selama ini merasa dikecewakan oleh Ahok untuk membeberkan kekurangan di dalam kebijakan Ahok. Orang-orang ini yang menjadi senjata Anies-Sandi untuk memperburuk citra Ahok agar keduanya bisa lepas dari bayang-bayang Ahok. Saya menduga fokus yang akan disasar Anies-Sandi adalah kebijakan-kebijakan Ahok yang dinilai mengecewakan masyarat sehingga keduanya akan menjadi bak seorang pahlawan karena telah menjadi solusi untuk mengobati kekecewaan masyarakat.

Setelah sebelumnya, Anies menyasar RT/RW yang sebelumnya kecewa dengan kebijakan Ahok untuk melaporkan kinerja dengan aplikasi “Qlue”, kali ini Sandi menyasar bidang olahraga.

Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima usulan tentang pengelolaan olahraga DKI Jakarta dalam konsep OK Sport.

Mantan Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata mengeluhkan Pemprov DKI yang tak mendukung atlet berprestasi selama ini.

“Kita sudah kalah sama mereka karena semuanya dibantu setelah jadi. Kalau nggak jadi ya nggak dianggap. Kan salah kaprah ini,” kata Alex di Jalan Cikajang Nomor 60, Jakarta Selatan, Minggu (18/6/2017).

Alex mengatakan, pemerintah pusat dan daerah harusnya membiayai dan mengapresiasi para atlet sejak sebelum bertanding.

Saat ini, tempat latihan olahraga seperti kolam renang bahkan mewajibkan atlet membayar agar bisa menggunakan fasilitas untuk berlatih.

Alex berharap sarana olahraga di DKI digratiskan untuk atlet.

“Harusnya dibiayai dari awal, itu ada di Undang-undang. Zaman Pak Harto nggak pakai undang-undang jalan aja tuh,” kata pendukung Anies-Sandi itu.

Sementara itu, Widodo dari tim presentasi OK Sport mengungkapkan hal yang sama. Minimnya dukungan finansial dari pemerintah diperparah keterbatasan ruang terbuka dan fasilitas olahraga, serta aturan yang dianggap menghambat.

“Targetnya bagaimana DKI jadi kota olahraga atau sport city? Tujuannya memasarakan olahraga, membangun sarana olahraga terpadu yang sesuai standar, mencetak atlet berprestasi internasional,” kata Widodo.

“Sebagai barometer kita harus internasional supaya bisa mensejahterakan warga DKI terutama yang menyediakan sarana bagi atlet yang berprestasi,” tambahnya.

Mendengar berbagai keluhan ini, Sandiaga berjanji akan menyiapkan rencana untuk menggandeng perusahaan agar bisa membiayai atlet.

“Memang mengurus olahraga perlu pakai hati, ini adalah salah satu kegiatan yang orang bilang tidak diberikan terima kasih sama sekali,” ujar Sandi.

Menurut saya,  Ahok memang sedikit  melakukan blunder. Ahok menjanjikan bonus satu milyar adalah dalam rangka memberikan semangat kepada para atlet agar lebih termotivasi dalam meraih prestasi.

Ahok sebenarnya sudah menyiapkan 300 milyar untuk membayar para atlet, namun ternyata terbentur aturan. Kebijakan Kemenpora menyatakan ahwa uang bonus daerah tidak boleh melebihi bonus yang diberikan negara yaitu minimal Rp 200 juta. Jika Ahok benar-benar memberikan bonus satu milyar, artinya Ahok mengangkangi kebijakan Kemenpora. Alhasil, Ahok hanya menyediakan 116 milyar.

Sebelumnya, Pemrov DKI diprotes oleh para atlet karena tidak membayarkan bonus sesuai janji di awal. Hanya saja saat itu Ahok sedang menjadi gubernur non-aktif dan digantikan oleh Sumarsono sehingga tidak bisa menyelesaikan persoalan itu secara langsung.

Ahok juga telah membuat kebijakan terkait pembayaran bonus melalui trasnfer. Ahok mengatakan, pemberian bonus tersebut pun dilakukan dengan mekanisme transfer. Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai bagian transparansi anggaran.

Pemprov DKI sebenarnya sudah siap untuk membayarkan kekurangan bonus atlet. Syaratnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus merevisi terkait peraturan pemberian bonus untuk atlet daerah.

Sandi sebelumnya memang telah mengetahui celah ini. Demi meraup dukungan, Sandi berjanji melunasi bonus atlet Pekan Olahraga Nasional DKI Jakarta, yang sisa bonusnya belum dibayar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.  Entah langkah apa yang handak Sandi tempuh untuk melunasi janjinya ketika itu akan melanggar aturan Kemenpora. Jika Sandi mau melunasi dengan kocek pribadi tidak masalah, namun jika menggunakan APBD, maka Sandi telah menabrak aturan Kemenpora.

Ahok memang sedang berupaya membenahi setiap bidang. Ahok ingin semua hal yang terkait bisa berjalan dengan transparan. Ahok juga tidak segan-segan untuk memberikan bonus besar bagi siapa saja yang berkontribusi untuk Jakarta, termasuk para atlet. Hanya saja, keinginan Ahok untuk memberikan bonus besar terhalang aturan.

Seharusnya para atlet menyadari hal ini. Bonus yang dibayarkan oleh pemprov DKI terhitung tinggi jika dibandingkan di provinsi lain. Sialnya hal ini yang dijadikan Alex Asmasoebrata sebagai alasan untuk mendukung Anies. Dan sekarang tiba saatnya Alex Asmasoebrata akan menagih janji-janji kampanye Sandi yang katanya akan melunasi kekurangan bonus untuk para atlet. Kita bisa buktikan bersama, apakah  Sandi akan membuktikan janjinya atau tidak. Jika memang akan dipenuhi janjinya, Maka Sandi akan menabrak aturan. Bisa tidak menabrak aturan jika uang untuk membayar kekurangan bonus atlet dari kocek pribadinya.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

Sumber:

 

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/06/18/21433731/sandiaga.terima.keluhan.minimnya.dukungan.pemprov.dki.untuk.olahraga

https://news.detik.com/berita/d-3373961/plt-gubernur-dki-diprotes-atlet-soal-bonus-ini-kata-ahok

Share.

About Author

Bukan Siapa-Siapa email : saefudinachmad1991@gmail.com BBM : D22E6398

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage