Rancangan Kompleks Hambalang Edisi 2 (di Jakarta)

Rancangan Kompleks Hambalang Edisi 2 (di Jakarta)

1

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan gerilya lapangan yang digelar di Cilandak hari Minggu kemarin (8 Januari 2017). Penggunaan istilah gerilya adalah sesuai preferensi Mas Agus, supaya agak berbau militer dan tidak terkesan ikut-ikutan Jokowi dan Ahok yang pakai istilah blusukan. Agus bertemu dengan calon pemilihnya di gang sempit, di tengah padatnya rumah.

Lalu Mas Agus ditanya suporter Persija (Jakmania) soal komitmennya terkait olahraga khususnya sepakbola di Jakarta. “Mas, bagaimana soal stadion sepakbola di Jakarta. Saya ini Jak Mania,” kata Bonjes.

Menjawab pertanyaan Bonjes, Agus mengatakan komitmennya soal olahraga. Dalam orasinya, Agus berjanji akan membangun stadion sepakbola di Jakarta.

“Bagi saya olahraga sangat penting. Dari dulu saya pencinta olahraga. 16 tahun di TNI jika ingin sehat pasti harus berolahraga. Insya Allah kalau saya diamanahkan dan terpilih saya akan bangun stadion baru di Jakarta,” kata Agus saat orasi.

Kita (terutama pembaca setia seword.com) sudah bisa mengira alasan apa yang diberikan ketika Rizieq Shihab tidak datang ketika dipanggil untuk diperiksa di kantor polisi terkait beberapa kasus yang menjeratnya: tidak bisa hadir dengan alasan sakit. Bisa saja orang berpikir, “Untuk menggerakkan demo badan seger waras, tidak sakit. Giliran dipanggil untuk diperiksa polisi mendadak sakit.” Jika kita ingin mendadak sakit, kita bisa mengikuti tips dari Mas Agus tadi, yaitu jangan berolahraga. Karena jika ingin sehat pasti harus berolahraga. Saking rajinnya olahraga energi Mas Agus kadang perlu disalurkan supaya tidak oleng. Jadi jangan heran kalau pas kampanye yang pakai musik seru, Mas Agus bisa dengan yakin loncat ke penonton, dengan pusar menghadap bawah tentunya. Penontonnya pasti rajin olahraga juga, karena sanggup memastikan Mas Agus tidak terjerembab. Semoga tidak ada yang salah pegang daerah sekitar pusar ketika Mas Agus melakukan aksi lompatnya itu.

Calon gubernur nomor urut 1 itu mengatakan bakal membangun stadion yang membanggakan untuk warga Jakarta jika terpilih. “Ini Ibu Kota bos masa enggak punya stadion sepakbola, mau ditaro di mana muka kita,” kata Agus disambut teriakan warga. Untung tidak ada bis besar yang lewat di gang sempit itu, bisa-bisa orasi Agus Yudhoyono akan disahuti dengan telolet.

Tapi mungkin Mas Agus lupa akan keadaan Jakarta karena kelamaan tinggal di luar negeri. Mas Agus mungkin lupa bahwa di Jakarta sudah ada yang namanya Gelora Bung Karno. Nama lengkapnya Stadion Utama Gelanggang Olah Raga Bung Karno. Kapasitasnya menurut Wikipedia adalah untuk 88.083 penonton. Jadi Mas Agus harusnya sudah tahu mau menaruh mukanya di mana setelah mengetahui hal ini: Jakarta sudah punya stadion sepakbola.

Menurut Agus, untuk memiliki tim dan atlet yang bagus, maka harus didukung sarana dan prasarana yang memadai. “Kita harus punya stadion yang bertaraf internasional, gimana atletnya mau bagus kalau tidak didukung fasilitas,” ujar dia. Saya betul-betul setuju akan hal ini. Tapi saya malah teringat Hambalang. Kompleks sarana dan prasarana olahraga terkeren yang seharusnya sudah dimiliki oleh Indonesia, yang mangkrak gara-gara sang mantan yang titik-titik. Setidaknya Mas Agus masih sadar bahwa Jakarta bahkan Indonesia belum punya fasilitas bagus untuk menunjang atlet kita. Mas Agus pasti tahu tentang Hambalang, kalau lupa bisa tanya sama Bapak di rumah.

Agus sendiri belum bisa menjelaskan lebih rinci bagaimana rencana tersebut akan direalisasikan dan berapa kapasitas yang akan dibangun nanti. Rahasia adalah kata kunci yang menjadi jurus rahasia Mas Agus dalam menjawab setiap pertanyaan yang di luar skenario. Pembaca seword.com pasti sudah paham betul bahwa rahasia Mas Agus adalah jurus jitu yang pasangannya pun mungkin tak tahu. Toh kalau disampaikan pun kita mungkin yang tidak bakal paham juga. Jadi jangan banyak berharap mengetahui begitu banyak rahasia Agus Harimurti Yudhoyono.

“Kita akan hitung betul kapasitas yang akan mewadahi para penonton dan penggemar sepakbola Jakarta. Ya tentu, dari segi kapasitas jangan terlalu kecil sehingga kurang mengakomodasi suporter bola kita,” jelasnya. Frase “jangan terlalu kecil” menunjukkan bahwa Mas Agus sebenarnya ingin membuat stadion berukuran kecil.

Ide selanjutnya yang keren. Meski hanya membangun stadion, menurut Agus, itu semua harus terintegrasi dengan transportasi dan harus menghidupkan ekonomi kreatif di sekitarnya. “Sehingga benar-benar menjadi tujuan menonton, tetapi wisata, rekreasi dan interaksi warga yang semakin baik,” tandasnya. Ide ini menarik untuk dibayangkan, tapi rinciannya sudah bisa ditebak: rahasia.

Sebagai tambahan, Agus menyatakan meskipun warga Ibu Kota kerap berbeda pandangan politik dan berbeda dalam beberapa hal, namun bersatu dalam mendukung klub sepak bola yakni Persija. “Sepak bola yang mempersatukan kita, itu identitas kita,” kata Agus.

Semoga Persija tidak dipolitisasi oleh siapapun. Semoga kita bisa berolahraga dengan nyaman di taman-taman baru yang dibangun di era Jokowi dan Ahok. Semoga olahraga selain sepakbola semakin maju. Salah satunya skateboarding yang kini bisa makin eksis berkat revitalisasi Kalijodo oleh Pak Ahok. Terima kasih Mas Ahok. Salam sehat dari saya.

 

Catatan kaki: Semua sarana olahraga yang dibahas dalam artikel ini menggunakan asumsi bahwa DKI Jakarta masih menyentuh tanah, tidak terapung. Untuk referensi lapangan bola terapung, silahkan cek iklan Thailand tentang klub sepak bola yang punya stadion terapung di atas air.

 

Sumber:

m.tribunnews.com/metropolitan/news “Agus: Ini Ibu Kota Bos, Masa Enggak Punya Stadion Sepak Bola”

merdeka.com/politik/ “Agus: Kalau terpilih saya akan bangun stadion baru di Jakarta”

id.wikipedia.org/wiki/Persija_Jakarta

Baca juga:

Tips Presentasi untuk Agus Harimurti Yudhoyono dan Kita Semua

Beda Dokter Perempuan dan Laki-laki

Isi Pidato Jokowi Kurang Tepat untuk HUT PDIP

Share.

About Author

I am a ketone-fueled blogger.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage