Sejuta Rumah dan Beasiswa bagi Umar Bakri di 3T

Sejuta Rumah dan Beasiswa bagi Umar Bakri di 3T

1

Hal yang tergambar dalam benak saya ketika mendengar nama Indonesia adalah suatu negara gemah ripah loh jinawi, negara yang sangat kaya. Kaya dalam sumber daya alamnya, ada berbagai mineral, batu bara dan minyak bumi yang bisa kita peroleh dari dalam perut bumi Indonesia. Mineral-mineral itu antara lain emas, tembaga, perak, nikel, besi dll. Dari segi sumber daya manusianya Indonesia menduduki urutan keempat setelah China, India, Amerika Serikat dengan jumlah penduduk sekitar 258 juta jiwa atau sekitar 3,5% dari keseluruhan jumlah penduduk dunia menurut data dari CIA World Factbook 2016.

Selain  itu juga pada tahun 2020 sampai 2030 akan mendapat bonus demografi di mana jumlah penduduk umur produktif (15 s.d 64 tahun) akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan yakni sebesar 70%. Hal ini bisa menjadi potensi yang besar bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya dengan cara melibatkan penduduk usia produktif itu untuk bersama-sama membangun Indonesia dari berbagai aspek seperti Pendidikan, Kesehatan, Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, Pertanian, Perkebunan, Riset dan Teknologi serta berbagai bidang yang lainnya. Namun Indonesia juga perlu waspada jika tidak dapat memanfaatkan bonus demografi tersebut dengan baik justru akan menjadi beban bagi negara.

Jika kita perhatikan situasi sekarang, Presiden Jokowi sedang mempersiapkan hal tersebut. Presiden kita adalah pemimpin yang visioner, mampu melihat jauh ke depan dan mengambil langkah yang tegas sejak dini tanpa berpikir bahwa belum tentu Beliau akan menjadi presiden pada masa-masa itu. Ini adalah tindakan negarawan sejati, sikap Nasionalisme yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan membangun berbagai infrastuktur dari Sabang sampai Merauke dan memanfaatkan Sumber Daya Alam bagi kemakmuran Indonesia.

Perkenalkan saya adalah salah satu guru PNS di tapal batas Indonesia, garda terdepan dari negara kita ini. Saya mengajar di salah satu SMA di Malinau Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Saya sudah 3 tahun di mengajar di sini dan tentunya dengan berbagai suka duka yang saya rasakan. Awalnya saya adalah perantau dari Tana Toraja Sulawesi Selatan. Saya adalah alumni guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM-3T) penempatan Kabupaten Waropen, Provinsi Papua pada tahun 2011.Saya datang ke Malinau untuk terus mengejar cita-cita saya sebagai guru pada daerah 3T, sebab prinsip saya bahwa pendidikan Indonesaia harus merata, sehingga tidak ada perbedaan standar pendidikan di setiap sudut Indonesia.

Tentunya bagi seorang perantau salah satu pergumulan adalah tempat tinggal yang layak. Pada tahun 2014 saya menetap di Malinau dan tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama dengan teman saya yang kebetulan pada saat itu kami belum berkeluarga. Pada tahun 2016 saya mendaftar menjadi penerima rumah subsidi yang dikelolah oleh CV Surya Dhifa Kaltara. Ada beberapa lokasi pembangunan Rumah bersubsidi yang dibangun oleh Surya Dhifa Kaltara, antara lain di Balikpapan-Kalimantan Timur, Malinau-Kalimantan Utara, Nunukan-Kalimantan Utara dan beberapa daerah lainnya.

Perumahan Murah bersubsidi adalah salah satu program Nawacita Presiden Jokowi pada saat diberikan amanah menjadi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ketujuh dari tahun 2014 – 2019. Nawacita adalah sembilan agenda prioritas untuk Indonesia. Pembangunan daerah perbatasan tidak lepas dari agenda Nawacita tersebut. Ada prioritas untuk wilayah terdepan dalam Nawacita. Tentunya pembangunan perbatasan bukan hanya sekadar pembangunan tugu perbatasan, batas-batas perbatasan atau sekadar teriakan slogan belaka, tetapi lebih daripada itu, negara harus hadir memberikan sentuhan yang nyata bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar dan tertinggal.

Pembangunan daerah 3T terdapat dalam poin ketiga dari Nawacita. Di sana Jokowi dan Jusuf Kalla memberikan stress pada frasa “membangun Indonesia dari pinggiran”. (https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/05/299872620/presiden-resmikan-program-sejuta-rumah)

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya bahwa salah satu program dari Jokowi-JK adalah Program Sejuta Rumah. Melalui program ini presiden ingin memberikan keringanan bagi masyarakat yang berpenghasilan minim dan belum memiliki rumah agar segera memiliki rumah. Dalam program ini Jokowi-JK memberikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga masyarakat lebih mudah memiliki rumah karena hanya mengeluarkan uang muka atau down payment (DP) 1 persen. Sebagai contoh rumah yang saya miliki bertipe 27/72 (luas bangunan 27 m2 dan luas tanah 72 m2) dibandrol dengan harga Rp121.000.000,00, untuk harga DP itu tergantung dengan Developer atau pengembangnya karena biasanya akan dikenai biaya administrasi, tetapi tidak akan terlalu mahal, dengan cicilan per bulannya Rp975.000,00 selama 15 tahun.

Perumahan Bumi Raja Pandita adalah salah satu bukti program sejuta rumah yang dibangun di Malinau salah satu daerah 3T. dalam pembangunan perumahan Bumi Raja Pandita ini adalah yang bekerjasama dengan Kodim 0910/Malinau. Meskipun sebenarnya dikhususkan untuk para TNI tetapi jika ada masyarakat umum, Polri dan PNS yang berminat maka mereka bisa saja memperolehnya tentunya siap memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Bank BTN.

Pada bulan Desember 2016 saya resmi memiliki salah satu dari Sejuta Rumah Murah Perumahan Bumi Raja Pandita Blok D No. 24. Akad dilaksanakan setelah berkas –berkas dilengkapi dan disetujui oleh pihak Bank BTN. Akad dilaksanakan bersama pihak Developer, pihak Bank, dan notaris, sehingga lebih meyakinkan kita atas kepemilikan rumah tersebut. Saya memperoleh rumah yang beralamat di RT 20 Malinau Kota berdekatan dengan pasar induk sehingga lebih memudahkan dalam memperoleh setiap kebutuhan yang diperlukan.

Saya sangat bersyukur bisa memperoleh rumah tersebut hanya dengan DP yang sangat murah dan dengan cicilan yang tidak memberatkan per bulannya. Sebagai PNS baru itu sangat membantu. Dulunya saya tinggal di sebuah kontrakan dengan membayar kurang lebih Rp800.000,00 per bulan ditambah air dan listrik dan itu bukan milik pribadi. Sekarang saya membayar Rp975.000,00 dengan air dan listrik sendiri bisa diatur pemakaiannya dan itu sudah menjadi milik pribadi. Jadi hanya dengan selisih kurang lebih Rp200.000,00 per bulan kita sudah memiliki rumah pribadi.

Dengan adanya Program Sejuta Rumah ini saya bisa lebih tenang dalam mengajar anak-anak di perbatasan tanpa harus berpikir menabung lagi untuk membeli rumah atau membangun rumah, dengan begitu saya akan lebih berfokus pada tugas dan tanggung jawab saya secara pribadi. Saya sangat merasa nyaman tinggal di perumahan ini.

 

Pada tulisan saya ini juga saya ingin menuliskan prestasi Presiden Jokowi – JK yang lainnya, saya berterima kasih pada presiden Jokowi bahwa terus mendorong Kementerian Keuangan untuk terus mengeksiskan Program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). LPDP merupakan salah satu program pemerintahan pada masa era Susilo Bambang Yudhoyono. Ini membuktikan bahwa presiden Jokowi benar – benar bekerja bagi rakyat tanpa harus mengikuti semboyan lama bahwa ganti presiden ganti kebijakan, namun di sini dapat kita simpulkan bahwa jika program sebelumnya setelah ditelaah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat khususnya yang ingin melanjutkan kuliah S2 dan S3, negara siap membiayainya secara full akhirnya program ini terus ada sampai sekarang ini.

Saya bersyukur bahwa saya adalah salah satu penerima (award) dari beasiswa yang diidam-idamkan pengejar beasiswa di Indonesia tersebut. Saya berencana akan mengikuti perkuliahan di Magister Pengajaran Kimia Insitut Teknologi Bandung (ITB) Agustus 2018. Saya sangat bersyukur bahwa pemerintahan presiden Jokowi melalui Kemenkeu terus memperhatikan peningkatan sumber daya manusia khususnya para pengabdi di daerah 3T melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Afirmasi Pengabdian 3T LPDP.

 

Kita tahu sekarang bahwa di negara kita masih terdapat orang-orang yang kontra terhadap pemerintah sehingga selalu menaburkan kebencian, fitnah, hoax yang ingin menjatuhkan harkat dan derajat pemerintah saat ini, namun melalui tulisan ini saya berharap bisa membungkam para haters tersebut. Saya berharap bahwa ke depan Indonesia yang kaya raya ini akan terus dipimpin oleh orang-orang yang tepat seperti sekarang ini, sehingga kekayaan negara kita benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama. Berhenti mengutuki kegelapan, nyalakanlah lilin. (sumber http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/).

baca juga

http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/05/299872620/presiden-resmikan-program-sejuta-rumah

http://sejutarumah.id/

http://www.liputan6.com/tag/program-sejuta-rumah

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage