Sial! Gara-Gara Melatih FPI, Dandim Lebak Dicopot!

Sial! Gara-Gara Melatih FPI, Dandim Lebak Dicopot!

61

Pelatihan Bela Negara FPI Oleh TNI

Haiyyaaa… Mimpi apa lah Pak Dandim ini semalam? Gara-gara melatih anggota FPI latihan Bela Negara beliau terkena imbasnya. Kemarin masih menjabat sebagai Dandim Lebak, Banten, sekarang sudah bukan Dandim lagi. Dicopot. Kasihan… yang sabar yah Pak!

Fiuuuhhh.. Semua berawal dari latihan Bela Negara yang dilakukan oleh TNI khususnya Kodim Lebak, Banten tanggal 5-6 Januari lalu yang salah satu pesertanya merupakan anggota ormas, FPI. Seperti yang saya tulis disini.

Berdasarkan informasi yang saya himpun dari berbagai sumber, bahwa pelatihan Bela Negara yang dilakukan oleh TNI kepada anggota masyarakat diperbolehkan dan sudah rutin dilakukan. Tujuannya jelas yaitu untuk menumbuhkan kecintaan rakyat kepada Bangsa dan Negara, menumbuhkan wawasan kebhinekaan, memahami UUD 1945 dan Pancasila.

Kalau di Korea atau Taiwan (sepengetahuan saya) mereka mengadakan Wajib Militer bagi semua pemuda direntang usia tertentu dan sehat secara fisik dan mental, tidak terkecuali. Hal ini di Taiwan bahkan diberlakukan kepada semua warga Chinese overseas.

Selain untuk menumbuhkan kecintaan pada negaranya juga untuk mempersiapkan mereka sebagai tentara cadangan, seperti kita ketahui bahwa Korea Selatan yang memiliki hubungan “tidak akur dan rapuh” dengan Korea Utara, dan Taiwan yang juga memiliki hubungan “kurang harmonis” dengan Mainland China (China daratan) membuat kedua negara tersebut memilih untuk menggembleng pemuda-pemuda mereka secara militer agar siap kapanpun bila dibutuhkan oleh negara.

Indonesia sendiri tidak perlu kegiatan Wajib Militer, selain tidak ada ancaman nyata perang dengan negara lain, kondisi Indonesia pun terbilang stabil dan aman.

Tetapi menurut saya memang perlu sekali pemuda kita diberi pelatihan semacam Bela Negara itu, supaya mereka terdoktrin jelas siapa yang harus dibela. Supaya mereka hanya tunduk pada Negara dan Hukumnya, supaya mereka terdoktrin jelas bahwa Indonesia negara plural dan kita harus menjaga kebhinekaan itu sampai titk darah penghabisan.

Agar tidak mudah dipecah belah dan diprovokasi oleh segelintir kelompok demi keuntungan mereka apapun alasannya.

Kembali ke pelatihan Bela Negara oleh TNI, pesertanya boleh siapa saja, tetapi yang membuat sang Dandim dicopot adalah bahwa pelatihan yang pesertanya santri dan FPI itu tidak menjalankan aturan hirarkis yang harus dipatuhi dalam lingkungan TNI. Sang Dandim tidak melapor terlebih dahulu kepada Danrem nya.

FPI beberapa waktu yang lalu dengan bangga memamerkan kegiatan tersebut di akun resmi mereka sehingga beredar kabar bahwa “TNI memberi Latihan Militer kepada FPI”. Yang kemudian membuat sebagian masyarakat ikut mempertanyakan “kewarasan TNI”. Karna kita tau bagaimana arogannya FPI selama ini, maka rasanya wajar saja ketika banyak orang yang berkomentar “tidak diberi pelatihan militer saja FPI sudah begitu arogan apalagi diberi pelatihan?”.

Yahh.. Pak Dandim kena sial deh gara-gara si titik-titik.. Lain kali jangan mau dideketin mereka Pak, tidak ada manfaatnya.. Tetapi nasi sudah menjadi bubur..

Bila selama ini sering diberitakan bahwa ormas-ormas radikal macem FPI “sengaja” dipelihara oleh alat negara, maka menurut saya pencopotan Pak Dandim tersebut sudah tepat. Hal ini untuk menunjukkan ketegasan dan wibawa TNI dimata semua rakyat Indonesia bahwa TNI tidak memelihara ormas apapun dan hanya tunduk pada Presiden dan UUD 1945.

Tetapi jika ada ormas yang sok ngaku-ngaku dekat apalagi kalau merasa didukung yaa.. itu tanyakan saja pada mereka apa alasannya.. itu tuh macem ada orang kepedean yang ngaku-ngaku sebagai pasangan kita padahal mah cuma teman biasa.. wkwkwkwk…  banyak kan yah orang yang tukang ngaku-ngaku kayak gitu? hohoho…

Tetapi menurut Pengamat Militer, Mufti Makarim, Pelatihan Semi Militer yang diberikan TNI kepada ormas perlu ditinjau ulang dan harus dilihat track record ormasnya selama berada ditengah masyarakat (yang ini FPI jelas tidak masuk kualifikasi. Lol!).

Kalau menurut saya sih TNI tidak boleh memberikan Pelatihan Semi Militer, Latihan Militer terlalu riskan buat orang Indonesia apalagi yang sumbu pendek dan mabok agama. Kelak mereka akan berlaku militeristik. BERBAHAYA.

Mereka hanya boleh diberi latihan Bela Negara saja, belajar Kewarganegaraan, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD’ 45 dll.

Khusus untuk FPI dan ormas radikal lainnya mungkin benar seperti yang dituliskan Kang Denny Siregar, bahwa mereka harus dijejer hormat pada bendera, lihat seberapa tahan mereka. Hahaha.. jadi terbukti selain bisa koar-koar mereka juga tahan dijemur.

Lalu mengucapkan ribuan kali kalimat ” Saya orang Indonesia, Presiden saya Joko Widodo, saya tunduk pada Hukum Negara Republik Indonesia BUKAN Hukum Negara Syariat” supaya tertanam kuat di kepala mereka bahwa mereka itu orang Indonesia bukan orang Suriah..

Selamat siang Indonesia..

 

 

Catat! Pelatihan Bela Negara Oleh TNI, BUKAN di Khususkan Hanya Untuk FPI!

Besok! Program Cuci Otak Warga kepulauan Seribu Atas Bantahan Ahok Menista Agama

Pengeroyokan Barbar Oleh Pendukung Agus Sylvi!

Rame-Rame Antre Sebelum Pajak Kendaraan Bermotor Naik

Kasus Ahok dan Rizieq Shihab Si Pencemar Gelar Habib

Ketidak Kompakan Petinggi Negeri Dalam Menyikapi Pelecehan Pancasila Oleh Tentara Australia

Kamu Sudah Nge Share HOAX Hari Ini??

Benang Merah Antara Jokowi-Ahok dan Mantan yang “Birahinya” Masih Tinggi

Tentara Australia Melecehkan TNI dan Pancasila Kita. Pancasila di Plesetkan Menjadi PancaGILA

Fitnahan Baru; GNPF MUI Sedang Sholat, Kubu Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

Jelas Sudah, Ahok Memang Korban Fitnah yang Keji! Di Kriminalisasi Oleh Fitsa Hats!

Panggung Istimewa FPI di Sidang Kasus Ahok

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot Atas Postingan Pataresia Tetty?

Ucapan Terimakasih Warga Kepada Pak Ahok Atas Pembangunan di Kalijodo

 

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage