Subsidi Listrik Dicabut, Bagaimana Agar Rakyat Tidak Menjerit?

Subsidi Listrik Dicabut, Bagaimana Agar Rakyat Tidak Menjerit?

11

Bagi pembaca yang menggunakan daya listrik 900 Watt di rumah dan merasa kaget dengan kenaikan tarif listriknya, silahkan lanjut membaca. Tapi bagi yang tidak merasa keberatan dengan tarif listrik yang baru, anda boleh berhenti membaca. Tetapi jika anda bermaksud memberikan pemahaman yang benar bagi warga lingkungan, saudara atau teman yang keberatan, silahkan membaca hingga tuntas.

Membuka laman facebook, mata tertuju pada status seorang anggota grup kampung halaman. Statusnya sederhana, hanya berbunyi “Siapa yang pake listrik daya 900W? Setelah bayar pajak gimana perasaanmu?” Tapi komentar yang mengikutinya bukan main-main. Mulai dari yang mengeluh, jengkel, pasrah, bahkan ada yang menulis bulan ini dia bayar Rp. 800.000,00 dari yang sebelumnya cuma Rp. 500.000,00. Yang paling parah para pembenci pemerintah serasa menemukan senjata. Nyinyir kelas dewa sampai bibirnya monyong lima centi alias bimoli.

Merasa kaget dan berat hati, itu saya bisa maklum. Namanya juga perubahan. Yang membuat saya tak habis pikir adalah kenapa pemakaian listrik mereka begitu boros? Barang elektronik apa yang mereka punyai sehingga mampu mengkonsumsi listrik begitu besar? Berapa jam operasional dalam sehari?

Semua pertanyaan-pertanyaan tadi begitu mengganggu saya, sehingga saya coba menghitung dan mencari tahu kesalahan apa yang diperbuat kebanyakan masyarakat sehingga menjadi boros dalam hal konsumsi listrik. Saya mengambil contoh sebuah keluarga sederhana dengan peralatan elektronik rumah tangga standar seperti kebanyakan para pelanggan listrik PLN daya 900 Watt.

Sebuah catatan saya tambahkan, jika anda menggunakan daya 900 Watt dan memelihara pendingin ruangan atau AC di rumah anda, maka anda seharusnya tidak boleh mengeluh, karena anda tidak bisa dikategorikan sebagai golongan pelanggan miskin yang memperoleh subsidi listrik dari pemerintah. Anda seharusnya menggunakan tarif non subsidi.

Dalam rumah tangga sederhana, komposisi peralatan rumah tangga elektronik standar adalah lampu penerangan, pompa air, kulkas 1 pintu, mesin cuci 2 tabung, magic jar, seterika, kipas angin, televisi dan perangkat tata suara. Asumsi harga listrik non subsidi adalah Rp. 1.500,00 per Kwh (saat ini Rp. 1.467,28 per Kwh).

Saya tidak akan menjabarkan hitungannya secara lengkap, capek ngetiknya… hehehe…  Namun akan saya ambil peralatan yang memakan daya relatif besar secara akumulatif dalam jangka waktu sebulan yang bisa lebih dihemat berikut cara penghematannya.

Yang dinobatkan sebagai paling boros daya adalah magic jar. Secara daya, ia hanya mengambil 60 Watt saja saat memanaskan (keep warm) dan 350 Watt saat menanak nasi.  Sehingga dengan asumsi menanak nasi selama 1 jam selanjutnya dibiarkan keep warm, maka biaya bulanan listriknya adalah :

((350 x 1)/1000) + ((60 x 23)/1000) x 30 x Rp. 1.500,00  =  Rp. 77.850,00

Karena waktu menanak nasi hanya 1 jam dan tidak bisa dihemat lebih jauh, maka yang harus kita perhatikan adalah proses keep warm. Ia memakan biaya Rp. 62.100,00 sebulan.

Jika kita mau agak repot dengan hanya menyalakan keep warm 1 jam sebelum waktu makan lalu mematikannya, kemudian nasi harus habis setelah makan malam sehingga majic jar tidak harus keep warm semalam suntuk, maka kita akan bisa menghemat sebanyak Rp. 59.400,00 per bulan dengan asumsi pagi hari tidak usah memanaskan karena nasi habis ditanak.

Ini adalah kesalahan utama penggunaan listrik. Hanya untuk mendapatkan nasi panas tiap 6 jam sekali, mengapa pemanas harus dibiarkan menyala tanpa henti? Sebuah pemborosan daya bukan?

Televisi menempati ranking 2 terboros listrik. Televisi terutama televisi tabung mengkonsumsi daya cukup besar dibanding televisi LCD atau LED. Sebuah televisi tabung 21 inchi misalnya, akan membutuhkan daya sekitar 100 Watt sehingga jika televisi menyala sekitar 6 jam sehari ia akan memakan biaya Rp. 27.000,00 sebulan.

Jika kita memakai televisi LCD atau LED 22 inchi, konsumsi listriknya hanya sekitar 20 Watt saja. Sebulan ia memakan biaya hanya Rp. 5.400,00 saja. Ada penghematan Rp. 21.600,00 sebulan dengan mengganti televisi tabung dengan televisi LCD atau LED.

Seterika termasuk peralatan berdaya besar, yaitu 350 Watt. Oleh sebab itu pemakaian dalam waktu lama jelas akan menambah biaya listrik secara signifikan. Trik untuk menghemat adalah dengan tidak menyeterika pakaian tiap hari, melainkan dikumpulkan dahulu sampai cukup banyak baru diseterika. Mengapa demikian? Karena sebelum dipakai seterika mesti dipanaskan dahulu, dan ini menggunakan daya 350 Watt sampai panas yang diinginkan tercapai. Dengan menyeterika tiap hari, maka waktu pemanasan akan berlangsung tiap hari. Jika kita menyeterika 3 hari sekali, maka waktu pemanasan berkurang menjadi sepertiganya. Namun penghematan yang didapat kurang signifikan.

Pemilihan lampu penerangan juga bisa lebih menghemat biaya. Lampu LED adalah pilihan terbaik saat ini. Ia menghasilkan penerangan yang sama dengan lampu CFL yang berdaya 2 kali lebih besar. Yang terpenting adalah jangan terpengaruh harga murah. Sebuah lampu LED dengan harga murah berdaya 5 Watt akan menghasilkan penerangan yang jauh lebih redup dibanding lampu LED berdaya sama dengan harga standar. Merek jelas harus menjadi pertimbangan, karena terbukti lampu merek tertentu dengan daya yang sama ternyata lebih terang dari lampu merek lain, apalagi merek yang asal-asalan.

Jika anda menggunakan lampu CFL 18 Watt sebanyak 4 lampu untuk dipakai semalam penuh atau 12 jam kemudian anda ganti dengan 4 buah lampu LED 7 atau 8 Watt, maka dengan kuat penerangan relatif sama anda bisa menghemat  sebanyak Rp. 21.600,00.

Jika anda suka bahkan saat tidur anda dapat menggunakan lampu tidur LED yang dayanya hanya 2 Watt atau kurang. Biaya per bulannya sangat kecil di bawah Rp. 1.000,- dengan asumsi dipakai 10 jam sehari.

Mesin cuci, perangkat tata suara dan kulkas relatif tidak bisa lebih dihemat lagi secara signifikan. Paling banter saran agar kulkas jangan sering dibuka tutup atau menutup kurang rapat karena pintu terganjal. Menutup pintu kulkas tidak rapat akan membuat pendinginan kurang sempurna karena ada udara dingin yang bocor keluar dan membutuhkan waktu pendinginan lebih lama dibanding jika pintu ditutup rapat.

Yang terakhir tentu saja saran standar, matikanlah peralatan listrik anda saat tidak digunakan. Sering karena televisi hanya kecil 14 inchi, lalu dibiarkan menyala meski tidak ditonton. Padahal sekecil itu kalau televisi tabung ia membutuhkan daya lebih dari 60 Watt.

Alhasil, benar slogan PLN. Hemat listrik, hemat biaya. Boleh ditambahkan dengan mengurangi polusi. Jangan hanya mengeluh, mari berhemat listrik mulai sekarang.

Share.

About Author

Bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa FB: https://www.facebook.com/seno.aji

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage