Tarif Administrasi Kendaraan Naik, Kok Tanggung Cuma Segitu Naiknya?

Tarif Administrasi Kendaraan Naik, Kok Tanggung Cuma Segitu Naiknya?

12

Pemerintah mengeluarkan PP untuk menaikan tarif administrasi untuk kendaraan bermotor, naiknya berkisar 100% hingga 300%, sesuai dengan jenis tarif dan kendaraannya. Kalau lihat dari tarif memang sedikit besar, makanya jadi bola liar Tim Pencari Kesalahan untuk menyebarkan Hoax, fitnah atau kebencian, tim yang selalu berharap Pak Jokowi lengser sebelum waktunya, seolah-olah lupa dan tidak bisa menghitung, tapi ya sudahlah soal cara perhitungan untuk melawan hoax dari kaum tidak waras juga sudah ada, pembaca seword.com bisa baca di sini Pajak Kendaraan Naik HOAX! Siapa Penyebarnya?, yang ditulis oleh pimpinan dari seword.com, jadi saya tidak membahas itu lagi.

Saya justru merasa kenaikan seperti ini sangat sedikit dan sangat tanggung, bukan karena saya kaya atau lebih mampu, NGAK..!! tapi merasa memang tarifnya selama ini terlalu rendah. Dengan tarif yang ada sekarang, ditambah kendaraan sekarang yang murah serta mudah didapat, kreditnya gampang, kurang tegas dari petugas lalu lintas, kesadaran pengendara yang sangat kurang dan tidak tertib dalam berkendara, serta tidak dibarengin dengan pembangunan jalan yang berimbang, akhirnya membuat jalanan jadi macet dan sembrawut karena memang jumlah kendaraan yang terlampau banyak karena alasan yang sudah saya sebutkan di awal paragraf ini, fiiuhh melelahkan kalau melihatnya, apalagi kalau melihat anak kecil bercelana pendek merah (baca: anak SD) yang mengendarai motor, serta polusi yang dihasilkan. Mengatasi macet dengan mengandalkan pembangunan jalan ditengah mudahnya mendapat kendaraan jelas adalah hal yang sangat sulit kalau tidak ingin dibilang mustahal eh maksudku mustahil.

Coba bayangkan, berapa banyak jalan yang bisa dibangun? Sangat terbatas, butuh proses dan waktu yang tidak sedikit, sedangkan penambahan kendaraan baru sangat tidak terbatas.

Jadi memang sangat dibutuhkan cara yang berani, mengenakan tarif administrasi atau pajak kendaraan yang tinggi, yah minimal bisa membuat setiap orang yang mau beli kendaraan mikir-mikir dulu, biaya yang harus dikeluarkan selain biaya kredit yang tidak begitu berat, jadi membeli kendaraan kalau benar-benar butuh, dan tidak seenak jidat atau untuk pamer,  kalaupun ada yang merasa tarif tinggi menyusahkan rakyat kecil, ya biarin aja lah toh yang ngeluh begitu kan memang selalu merasa diri mereka susah, BBM naik teriak susah, harga sembako naik teriak susah, giliran rokok naik pada diam dan terima saja serta tidak teriak susah, susah kok bisa beli kendaraan, kan aneh, mestinya susah itu ya naik angkot aja, ngapain juga sudah susah beli kendaraan, nyusahin diri aja.

Jujur saja, walaupun tidak dinaikin tarifnya juga tetap aja pemerintah yang disalahkan kalau macet, pemerintah juga yang dikeluhkan tidak becus mengatasi kemacetan, padahal yang penuhin jalan para pengguna kendaraan juga dengan kendaraan pribadi masing-masing, mereka juga yang tidak tertib dan mengendara seenak udel, kek jalan milik nenek moyang mereka.

Jadi memang susah kalau pemerintah harus memuaskan kemauan rakyat, apalagi rakyat yang memang suka mencari-cari kesalahan pemerintah, yang sudah terbiasa dimanjakan dengan hal-hal yang instant di pemerintahan sebelumnya, bayangin aja tarif baru naik ±100.000,- atau sekitar 100% sampai 300% untuk lima tahun, sekali lagi untuk lima tahun karena kenaikan bahan baku saja dituduh menyenggarakan rakyat kecil, padahal untuk beli rokok selama sebulan aja lebih mahal dari kenaikannya berkali-kali lipat, tapi mintanya banyaknya ampun-ampunan, mau BBM murah, mau sembako murah, mau jalanan bagus,mau jalanan tidak macet, semuanya mau.

Jadi, toh sama-sama teriak dan dikeluhkan, mending sekalian aja naikin 1.000 s/d 3.000%, biar teriaknya lebih kencang dan buat kapok menggunakan kendaraan, dengan demikian macet juga bisa dikurangi, polusi juga berkurang, dan penguna angkutan umum juga akan bertambah, kalau gini kan enak dan nyaman, tinggal dibarengi dengan perbaikan kendaraan umum lewat penerimaan pajak itu seperti pembangunan LRT, MRT dan BRT. Ngomong-ngomong perlu jalur onta tidak ya? Hmmm..

Sekedar sharing, sebagai pengendara dan penguna kendaraan, jujur saya juga ingin mendapat tarif yang murah, tapi sebagai orang yang sering mengalami kemacetan dan melihat banyaknya kendaraan, saya rasa memang membutuhkan suatu dorongan untuk bisa beralih ke kendaraan umum, salah satunya ya dengan kenaikan tarif yang tinggi yang disertai dengan infrastruktur yang mendukung dan nyaman.

Sebagai masyarakat, sebaiknya jangan hanya bisa mengeluh tapi cobalah mendukung kebijakan pemerintah, apalagi suka menuduh pemerintah ingin menyengsarakan rakyat kecil -kecil kok bisa punya kendaraan-, apalagi sampai mengait-ngaitkan dengan program lain (Baca : Tax Amnesty). karena dengan mengeluh demikian jelas ada yang tidak beres dengan otak anda, antara tidak waras atau mungkin ada yang konslet.

 

Sebagai kesimpulan dari artikel ini

Dengan kemacetan yang sudah parah saat ini terutama di kota besar, memang sebaiknya pemerintah tidak tanggung-tanggung menaikan tarif untuk mengimbangin kemudahan mendapat kendaraan.

 

Sekian
Syalom dan Salam Persatuan

Baca Artikel Saya Yang Lain Di Seword.com:

Agus Kepilih, Agus Bisa Jaga Keamanan Jakarta, Agus Mau Jadi Hansip atau Gubernur Sih?

DNA yang Kemungkinan Akan Diturunkan Pak SBY Ke Agus

Ahok Hanya Meresmikan dan Membangun Menggunakan Uang Rakyat, Memangnya Ada Masalah?

Berkat Ahok, Kalijodo yang Dulu Negatif Kini Berubah Positif

Lawan Ahok yang Kesetanan

More……

Share.

About Author

Simple saja, Pribadi yang berharap Indonesia semakin kreatif, berbudaya, dan bersatu dalam perbedaan. Follow : Twitter : @HangatTeh , Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100011025433317

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com, jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage